Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Kamar Adit II


__ADS_3

Setelah mengobati lukanya Dania beranjak dari taman. "Apa dia sengaja bangun untuk membawakan ku obat" gumam Dania dalam hati sambil tersenyum senang.


Sampai di kamar Dania masuk mengendap endap agar tidak mengganggu tidur Adit lagi.


"Ahhh aku mulai ngantuk, tapi mengapa kamar ini dingin sekali" gumamnya dalam hati.


Dania meringkuk karena kedinginan, ia lupa mengambil selimut di kamarnya.


"Dinginnya....jika aku keluar lagi mungkin akan membangunkannya lebih baik aku tak beranjak" gumam Dania dalam hati.


Adit yang sedari tadi belum tidur menatap Dania dalam gelap.


"Dia benar benar bodoh! mengapa wanita seperti ini yang dipilihkan omma untukku" gumam Adit tak percaya.


"Biarlah jika dia mati kedinginan itu urusannya" gumamnya lagi kesal.


"Ahh menyusahkan! ucapnya sedikit kencang yang membuat Dania terbangun.


"Maaf...apa tuan berbicara padaku ujar Dania.


"Siapa lagi yang ada di kamar ini"


"Apa kau benar benar bodoh dalam satu malam kau sudah membuat kebodohan berkali kali. Sekarang apa kau ingin mati ke dinginkan" Adit sudah sangat kesal.


"Maaf tuan, saya lupa membawa selimut,.."


" Apa kau bilang! Hei jangan mempermalukan keluarga Hermawan apa kau kira selimutmu adalah satu satunya disini".


"Ya apa tuan.." Dania mulai panik dengan reaksi Adit.

__ADS_1


"Bodoh ambil selimut didalam lemari! Apa aku harus mengambilkannya untukmu. Ucap Adit meninggi.


"Tidak tuan...saya akan segera ambilkan selimut" Dania langsung bergegas menuju lemari yang berada di sudut dekat jendela.


"Aaaaaa! Teriak Dania yang kembali menutup mulutnya dengan kedua tangan karena kembali tersandung.


Dania menatap kearah Adit.


Adit menyalakan lampu kamarnya lagi.


Menarik nafas panjang.


"Jika kau tersandung lagi aku akan memberimu hukuman". Biarkan lampu ini menyala. Kau ambil selimut itu sekarang dan tidur. Apa kau tau kau benar benar sudah mengganggu tidurku. Aku harus bekerja besok pagi. Gerutu Adit pada Dania.


"Maaf tuan...saya melakukan kesalahan lagi. saya tidak akan mengganggu tuan lagi...." Dania merasa bersalah.


"Jika kau sudah paham bergegaslah bodoh"!


"Tuan...mau saya matikan lampunya" ucap Dania lagi lirih.


"Tidak perlu! Tidurlah jawab Adit kesal.


"Baik tuan, selamat malam...."ucap Dania.


"Bagaimana bisa gadis ini begitu ceroboh baru beberapa jam dia sudah melukai dirinya berkali kali". gumam Adit.


Saat pagi datang. Adit sudah tak melihat Dania di sofa.


"Cepat sekali dia bangun" gumamnya.

__ADS_1


Adit bergegas ke kamar mandi untuk mandi.


Adit terkejut melihat air di bathtub sudah disiapkan.


"Ternyata dia sudah menyiapkan semua ini" gumamnya.


Selesai mandi ternyata Dania sudah menunggu Adit di sofa.


" Tuan..maaf jika saya mengganggu saya cuma mau bilang omma sudah menunggu untuk sarapan" ucap Dania sambil menundukkan kepala karena Adit hanya mengenakan handuk.


"Baiklah" Adit membalas singkat. " Tapi mana baju yang harus aku pakai? bukankah kau harus menyiapkan ku pakaian ujar Adit kemudian setelah mengamati kamar yang ternyata tidak menemukan pakaiannya.


" Ah iya maaf tuan maaf saya tidak tau kalau saya harus menyiapkan baju anda..saya akan pilihkan segera ucapnya lagi".


Setelah menyerahkan baju pada Adit Dania segera keluar dari kamar.


"Apa apaan dia, mengapa dia keluar hanya dengan handuk apa dia tidak malu gumam Dania dalam hati. dan segera turun ke meja makan.


Tak lama Adit menyusul Dania di meja makan.


Adit sarapan dengan lahap. " Apa kau menyukai makanannya Adit kau makan dengan lahap" ucap Omma.


"Ia omma apa kita kedatangan koki baru? aku harus menaikan gajinya karena masakannya sesuai dengan seleraku ucap Adit sambil terus menyantap makanannya.


"Wah kalau begitu Dania berhasil membuatmu senang dengan sarapan ini ya? Dania yang membuatkan sarapan pagi ini" ucap Omma sambil tersenyum.


Adit menghentikan sarapannya. dan menatap Dania.


Dania tertunduk malu.

__ADS_1


"Terima kasih jika kak Adit menyukainya" ujarnya malu malu.


__ADS_2