Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Amarah I


__ADS_3

"Hans...."


"Iya tuan muda"


"Beli tempat ini"


"A...apa tuan?"


"Aku bilang beli tempat ini"ucap Adit penuh penekanan.


"Ferdy tunggu disini, aku dan Hans akan masuk kedalam".


"Baik tuan" Ucapnya patuh.


Adit memasuki resto tempat Dania bekerja.


"Selamat malam tuan, selamat datang"ucap pelayan didepan pintu mempersilahkan.


Begitu masuk kedalam ruangan, Adit langsung duduk disalah satu bangku yang kosong. Dengan sigap pak Hans langsung menemui para manager resto tempat itu, tak lama berselang ia terlihat sedang serius menelpon seseorang, hanya butuh 30 menit ia kembali ke meja Adit.

__ADS_1


"Semua sudah oke tuan" ucapnya memberi laporan.


"Kosongkan tempat ini segera tanpa membuat keributan apapun" Ucap Adit lagi.


"Baik tuan," Menatap bingung namun tak membantah, dengan cepat lagi pak Hans mengurus semuanya, dengan memberikan dispensasi dan pembayaran gratis, para tamu resto pun pergi.


"Semua sudah beres tuan" ucap Pak Hans lagi memberi laporan.


"Baiklah kau tunggu disini dan aku akan ke belakang melihatnya."Sambil beranjak melangkah menuju bagian belakang resto.


......


Di belakang tempat itu, Dania sedang membersihkan beling kaca yang tadi tak sengaja ia jatuhkan.


"Maaf, maaf saya gak sengaja" ucapnya lagi sambil menundukkan kepala.


"Gelas yang kau pecahkan akan di potong dari gajimu hari ini! Teriaknya lagi, yang membuat semua mata ditempat itu mengarah pada Dania. Dania hanya diam, menatap setiap beling yang ia pungut dari lantai.


Disisi lain Adit hanya memperhatikan tanpa dilihat oleh Dania, wajah kesalnya semakin terlihat saat kepala pelayan itu membentak bentaknya.

__ADS_1


"Dia benar benar bodoh!"Decaknya kesal.


"Ahh...."Terdengar teriakan Dania reflek karena tersayat pecahan beling. Melihat itu Adit merasa sangat kesal dan tak bisa menahannya, dengan cepat ia berjalan ke arah Dania dan menarik tangan gadis itu.


"Aw..."Teriak Dania.


"Tu..tuan Adit" ucapnya terbata kaget melihat sosok Adit, namun tak lama ia menundukkan kepalanya. Adit menarik Dania keluar dari ruang tempatnya bekerja, ke sebuah taman kecil yang ada tepat didepan resto itu dan menghempaskan tangan Dania, yang membuat Dania nyaris kehilangan keseimbangannya.


"Ah...sakit tu..an" teriaknya.


"Hei, apa kau bodoh!" Apa yang kau lakukan disini" Teriaknya pada wanita di depannya itu.


"Apa yang anda lakukan, saya harus kembali, saya harus kembali bekerja" ucapnya dan berusaha untuk kembali, Namun Adit kembali menarik tangannya.


"Hei Gadis bodoh, aku tak peduli apa yang kau lakukan, dari awal aku sudah memperingatkanmu, jangan mempermalukan keluarga besar Hermawan, tapi apa yang kau lakukan disini! Teriaknya lagi. Sambil mengeratkan cengkraman tangannya.


"Apa yang saya lakukan yang membuat anda Bapak Adit Hermawan merasa malu? Apa saya mencuri uang anda, apa saya melakukan sesuatu yang tak pantas! Apa yang saya lakukan! Teriak Dania ada amarah yang meledak dihatinya, yang mungkin sudah lama ia pendam sendiri.


"Sudah berani kau berteriak padaku!" Mencekeram wajah Dania dengan tangannya. Dania berusaha melepaskan diri namun tenaganya tak sebanding dengan tenaga pria itu.

__ADS_1


"Aku peringatkan! Jangan mencoba coba membuatku kesal! atau kau tak akan sanggup menerimanya" Ucapnya kemudian melepaskan cengkeramnya dari wajah Dania, lalu ia berbalik dari gadis itu.


"Aku membencimu Aditya Hermawan"! Aku membencimu! Teriak Dania sejadi jadinya.


__ADS_2