Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Taman


__ADS_3

"Selamat pagi gadis kecil" sapa Adit begitu memasuki ruangan Dania


"Kau masih disini paman?" balas gadis itu seadanya.


"Sepertinya kau tak suka aku disini?" Sambil duduk di sisi ranjang Dania. Gadis itu menghela nafas.


"Menurut paman, aku akan senang jika paman selalu berlalu terlalu dekat seperti ini" ketus.


"Apa salahnya, toh aku juga suamimu, aku berhak atasmu"


"Bisakah paman jangan bicara terus seperti itu, karena aku takkan percaya aku sudah menikah?"


Adit mengambil tasnya yang ada di sofa, merogoh isi dalamnya dan mengeluarkan beberapa benda dan memberikannya pada Dania.


"Lihatlah, apa kau pikir aku ini kurang kerjaan membohongimu?". Dania mengambil barang-barang tersebut, yah apa lagi kalau bukan buku nikah dan foto pernikahannya dengan Adit.


"Aku tak percaya ini, aku benar-benar sudah menikah dan yang lebih parah aku menikahi om-om" ucapnya kaget sambil menatap Adit yang membuat adit sedikit kesal dengan ucapan om-om.


"Apa aku setua itu?" ucapnya kesal.


"Apa itu penting sekarang paman, maksudku kenapa aku mau menikah denganmu? dan maksudku aku masih terlalu muda?"


Adit menatap gadis dihadapanya itu lamat-lamat membuat gadis itu salah tingkah karenanya.

__ADS_1


"Hmmm. tentu saja karena kau tergila-gila padaku" ucap Adit santai sambil mengacak-acak rambut Dania.


"Hah??? kau kira aku akan percaya paman??? apa jangan-jangan kau menawanku karena orang tuaku berhutang padamu, seperti drama yang ku tonton kemarin."


"Hei, berhenti menonton drama aneh-aneh, kau kira aku pria seperti apa" ucap Adit kesal.


"Hmm, kalau begitu masa iya aku menikah karena menyukaimu".


"Kenapa kau tak yakin kau menyukaiku, aku tampan, kaya, apa yang kurang dariku?" ucap Adit menyombongkan diri.


"Hmmm, kau terlalu pede paman, yang jelas sesuka apapun aku padamu, diusiaku sekarang aku bahkan tak memikirkan untuk menikah, apa kita...?"


"Sepertinya kau harus berhenti menonton drama" ucap Adit kesal.


"Apa kau bosan?"


"Yah siapa juga yang tak bosan jika berada diruangan ini terus?"


"Hmm, baiklah aku akan tanyakan apa kau sudah boleh pulang tau tidak, jika kau bosan, apa kau mau jalan-jalan di taman?"


"Apa kau serius, mau menemaniku paman?"


"tentu, aku akan ambil kursi roda untukmu" ucap Adit sambil berlalu dari ruang itu,

__ADS_1


Dania masih mengamati foto-foto pernikahannya dengan Adit.


"Ternyata aku benar-benar sudah menikah" gumamnya.


.............


Tak lama mereka sudah berada di taman.


"Hmmm, memang udara di taman yang terbaik" ucap gadis itu senang.


"Apa kau senang??"


"Tentu saja, selama beberapa hari ini aku sudah berada diruangan itu terus, paman tau seolah-olah aku berasa bebas" ucapnya lagi.


"Oh iya paman, karena kau sudah memberi aku bukti kau suamiku, aku akan mengakuimu sebagai suamiku"


"Lucu sekali kau ini, setelah sakit sepertinya kau jadi semakin sombong ya, seharusnya kau bangga karena aku ini suamimu, banyak wanita yang mengantri untuk bisa disisiku."Ucap Adit kesal,


"Nah, justru itu yang membuatku semakin bingung dan bingung, kenapa kau mau menikahiku?" ucap gadis itu sambil bermain-main dengan bunga di taman. Adit yang mendengarnya sedikit tertegun.


"Mungkin, karena aku menyukaimu?"


"Hah??? kok sepertinya paman tak yakin."

__ADS_1


"Yah intinya kita sudah menikah dan apapun itu aku suamimu dan kau istriku, jadi jangan pernah takut, karena aku akan melindungimu" ucap Adit yang membuat gadis kecil itu terpana akan ucapnya, ada yang menggelitik hatinya, dan dia tau itu bukan sesuatu yang buruk karena ia sadar, ia senang mendengar pria itu berkata seperti itu.


__ADS_2