
Dania beranjak dari kamarnya menuju ke kamar Adit. Kakinya berat melangkah tapi ia mau tak mau harus bergegas ke sana.
Dania menarik nafas dalam begitu tiba didepan pintu kamar Adit.
"Tuan....bisakah saya masuk?" ucap Dania dari balik pintu.
"Masuklah,!" Terdengar suara Adit menjawab.
Dania membuka pintu kamar Adit perlahan dan setelahnya ia hanya berdiri mematung.
"Apa yang kau lakukan di sana! mengganggu pemandangan mataku saja! ucap Adit pada Dania.
"Maaf tuan" ucap Dania sambil berjalan pelan menuju ke ranjang tempat Adit rebahan.
"Hei! Kau! Beraninya kau ke kasurku! Kau tak mengira kita akan satu ranjang kan? Kalau kau pikir begitu sebaiknya kau buang pikiranmu itu! Karena aku tak Sudi tidur seranjang dengan mu! Dan jangan lupa pernikahan ini hanya sandiwara setelah situasi omma baik aku akan menceraikan mu! Adit menaikan suaranya.
Dania langsung beranjak mundur. Ia *** jemarinya.
"Maaf tuan....tadi saya kira...! ucap Dania menggantung dan langsung menundukan kepala.
" Kau bisa tidur di sofa itu! dan buatlah dirimu seolah tak ada dikamar ini! Aku mengantuk! matikan lampunya.
" Baik tuan " ucap Dania gagap.
Dania mematikan lampu dan menuju ke sofa.
Ia menarik nafas panjang merebahkan tubuhnya di sofa.
"Aku tak bisa tidur" gumam Dania dalam hati.
Dania beranjak menuju ke pintu. braaakkkk "Aaahhh Dania berteriak seketika dan langsung menutup mulutnya! Ia tersanduk kaki meja karena kamar itu begitu gelap.
__ADS_1
" Apa kau tak bisa mengatur nafasmu! aku sudah katakan buat dirimu serasa tak ada disini, mengapa kau membuat keributan tengah malam begini ucap Adit kesal.
"Maaf tuan..tadi saya hanya ingin keluar sebentar, maaf sudah membuat tuan terbangun ucap Dania terbata bata.
" Nyalakan lampunya" !
"Baik tuan"
Dania berjalan tertatih untuk menyalakan lampu kamar.
Adit menatap kaki Dania yang terluka karena terbentur.
"Apa kau bodoh! mengapa kau begitu ceroboh mencelakai diri sendiri! Kau bisa menyalakan lampunya dulu saat kau ingin keluar! ucap Adit lagi.
"Hei bukankah kau yang menyuruhku untuk seolah tak terlihat jika aku menyalakan lampu kau akan terbangun dan kau juga akan tetap memarahiku" gumam Dania dalam hati.
"Hei anak kecil apa kau mengabaikan ku! ucap Adit bertambah kesal.
"Lalu sekarang bukankah kau sudah menggangguku! ucap Adit kembali sambil menatap Dania.
Dania tertunduk saat Adit menatapnya.
"Maafkan saya tuan saya melakukan kesalahan, saya tidak akan membuat keributan lagi."
"Bukankah kau harus mengobati kakimu??! aku tak ingin orang orang berpikir aku menyakitimu! ujar Adit kemudian.
"Baik tuan...saya akan mengobati luka saya dulu."kemudian beranjak pergi dari kamar sambil tertatih.
"Dia benar benar ceroboh" gumam Adit dalam hati kemudian mengikuti Dania.
"Mau kemana lagi dia di jam segini bukannya mengobati lukanya" gumam Adit lagi yang semakin kesal.
__ADS_1
Adit menatap Dania dari kejauhan.
"Ternyata dia ke taman, bukankah disini dingin mengapa dia tidak menggunakan pakaian hangat! gumamnya lagi dan kemudian melangkah pergi.
Dania menikmati udara di taman. Banyak hal yang menjadi beban pikirannya.
"Bukankah aku menyuruhmu mengobati lukamu"! terdengar suara dibelakang Dania.
Dania membalikan badan.
"Maaf tuan...Saya memang akan mengobatinya sebentar lagi.
Adit melemparkan kotak obat ke pada Dania.
"Obati itu sekarang juga"! ucapan Adit sudah setengah mengancam.
"i...iya tuan..." Dania sembari membuka kotak obat.
"Bukankah tuan tadi ingin tidur?" ucap Dania lagi pada Adit.
" Aku mau tidur atau tidak itu urusanku! apa karena kau pikir kita sudah menikah kau mencoba mengaturku!.
"tidak tuan...maafkan saya. Saya membuat tuan terganggu.
"Kalau kau sudah paham! bergegaslah ucap Adit sambil menyentil kan jarinya ke kening Dania.
"ahhh Sakit....ujar Dania.
Adit menatapnya dan membalik.
"Setelah kau obati! segera kembali ke kamar aku tak ingin omma marah padaku karena kau sakit!.
__ADS_1
"Baik tuan....