
Ceklek....
Suara pintu ruang terbuka....
Dania terkejut begitu membuka pintu ruang itu...
Semua hiasan semua kiriman bunga tertuju untuknya.....
Tamu tamu menghampirinya dan mengucapkan selamat. Walaupun tamu tamu itu adalah rekan kerja dan rekan bisnis keluarga Hermawan, yang Dania sendiri tak mengenalnya.
Adit memperkenalkan Dania pada rekan rekannya.
"Wah Nona Dania masih sangat muda dan cantik" sapa seorang tamu.
"Terima kasih" ucapnya sambil tersenyum.
Ada pula gadis gadis yang memandanginya dari atas ujung kepala hingga kakinya seolah meremehkannya dan bergunjing satu dan yang lain.
"Terima kasih para rekan rekan yang telah hadir saat" Omma menyambut para tamu. Para tamu mengarahkan pandangannya pada Omma.
"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih, hari ini saya sangat berbahagia karena cucu menantu perempuan saya telah menyelesaikan studinya. Dania kemari lah ujar omma sambil menatap Dania memberi kode untuk naik.
Dania menaiki podium disambut dengan tepuk tangan para tamu.
" Dan juga hari ini saya akan mengumumkan hal penting tentang masa depan cucu saya Adit. Tepat Satu Minggu setelah acara ini Adit dan Dania akan melangsungkan pernikahan. Ayo Adit kemaril ah...Omma mempersilahkan Adit.
Adit naik ke podium sambil menatap Dania. Semua para tamu menyambut dengan tepuk tangan yang meriah.
__ADS_1
Pak Hans maju ke depan dan memberikan kontak kecil berisi cincin yang akan di sematkan Adit di jari Dania.
Adit mengambil cincin itu dan mengulurkan tangannya pada Dania dan Dania menyambut tangan Adit dan menyematkannya.
Dania masih tak percaya jika satu Minggu lagi ia akan menikah dengan Adit.
Pesta digelar sederhana namun tetap terkesan mewah. Adit sibuk berdiskusi dengan para tamu.
Dania berkeliling melihat jamuan apa yang akan ia makan.
Disela sela ia berkeliling tak sengaja ia mendengar pergunjingan para gadis gadis yang menghadiri pesta.
"Lihatlah betapa kampungannya dia" ujar salah satu dari gadis itu disambut tatapan sengit dari gadis gadis lain yang memandang Dania.
Salah seorang mencoba untuk berbicara pada Dania.
"Halo Dania aku Feris putri dari pemilik perusahaan Textile terbesar di Bandung" ujarnya.
Feris mengabaikan uluran tangan Dania.
"Oh iya Dania apa Bisnis keluargamu?? dan dimana kau akan melanjutkan studi mu?? apakah luar negeri??
Tapi di dunia bisnis aku cukup sering bertemu putra putri pengusaha, tapi baru kali ini aku melihatmu. Apa bisnis keluargamu berada di luar negeri ujarnya sambil menatap hina Dania.
Dania menarik tangannya. Tangannya mulai gemetar.
"Maaf ferisss....belum sempat Dania berbicara Adit datang dicela cela pembicaraan mereka.
__ADS_1
Adit " Oh ternyata kau ada disini ucapnya sambil merangkul Dania". Sepertinya kau lelah sayang ucap Adit kemudian sambil merapikan rambut Dania yang sebenarnya tidak berantakan.
Dania kaget dengan sikap Adit...
Dania " Saya tidak apa apa...ucapnya pelan sambil menatap Adit.
Adit menatap Feris dan membuat gadis itu salah tingkah.
Adit " Siapa kau?? Aku tak pernah melihatmu ujar Adit pada Feris.
Feris "Mungkin anda lupa kita pernah bertemu beberapa kali di acara acara seperti ini ucapnya. Saya putri dari PT. Aneka Textile.
Adit " Oh ya...aku tak mengingat mu sama sekali aku bahkan tak tau perusahaan apa yang kau ucapkan tadi ujar Adit datar.
Ayo kita pergi sayang ucap Adit pada Dania dan berlalu dari hadapan Feris.
Adit membawa Dania ke belakang gedung.
Kemudian Adit menggenggam erat tangan Dania.
Adit " Apa kau bodoh?! Apa kau tak mengerti bahwa wanita itu mempermalukan mu ucap Adit Kasar sambil masih menggenggam tangan Dania.
Dania "Saaakit tuan....".
Adit menghempaskan tangan Dania.
"Mulai hari ini jangan biarkan orang lain menghinamu...menghinamu dengan status sebagai istriku adalah sebuah penghinaan untukku. Jika aku mengetahuinya maka kau akan menerima hukumanku ujar Adit sambil berlalu pergi dari hadapan Dania.
__ADS_1
Dania memegang tangannya yang sakit..
"Apa jika aku tak memiliki apapun maka itu adalah penghinaan. gumamnya sedih.