Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Mencari Dania


__ADS_3

Langit malam sudah berlalu..


Kicauan burung sudah terdengar silih berganti...


Bahkan mentari sudah menampakan diri di singgasananya.


Namun dirumah mewah itu hanya ada keheningan, hanya terlihat para pekerja yang berlalu lalang, merapikan dan membersihkan ruangan.


Sebelumnya.....


"Adit, kamu baru pulang sayang? tanya wanita tua itu dengan lembut.


"Iya oma, tadi ada urusan yang harus diselesaikan lebih dulu, kenapa oma belum juga tidur? "sembari menghampiri dan memapah wanita itu duduk di sofa ruang.


"Oma hanya terbangun karena mendengar suaramu" ucapnya lagi dan duduk di sofa.


....


"Tuan...."ucapnya pak Hans terhenti melihat sosok disebelah Adit.


"Ada apa Hans? mengapa kau tak melanjutkan ucapan mu? ucap oma penuh curiga kemudian melirik pada Adit yang berada disebelahnya.


Adit menatap Hans dan memberi isyarat agar Hans keluar.


Oma mengamati sikap Adit dan Pak Hans.


"Adit, ada apa ini? Hans?? Tanya Oma lagi dengan mulai panik.

__ADS_1


"Oma tenanglah, tak ada apa apa, oma istirahat saja dikamar, ini hanya masalah pekerjaan dikantor" ucap Adit menjelaskan.


Oma : "Memangnya ada apa sampai oma tidak boleh tau?"


Adit : Bukan apa apa oma, ini hanya masalah operasional biasa.


Pak Hans : Benar, nyonya. Tuan maaf, ini ada file yang harus tuan tanda tangan" (Sembari memberikan beberapa file pada Adit).


Adit : Baiklah Hans kau boleh pergi...


(Memberi isyarat untum pergi)


"Oma juga kembalilah istirahat, ini sudah larut malam".


Oma : "Baiklah sayang, jangan tidur terlalu larut, kau juga harus menjaga kesehatanmu.


Adit : Hans....


Pak Hans : Iya tuan...


Adit : Siap kan mobil, kita harus menemukannya malam ini, jika tidak oma akan sangat kuatir.


Pak Hans : Baik tuan.


Tak lama mereka mengendari mobil, berkeliling ketempat tempat yang mungkin di datangi oleh gadis itu.


Adit : Bagaimana Hans? sudah di lacak keberadaannya?

__ADS_1


Pak Hans : Berdasarkan riwayat telpon nona Dania, HP nya menyala di sekitar daerah ini tuan, mungkin kita akan mendapatkan petunjuk jika kita bertanya pada orang orang disekitar sini.


Adit : lalu tunggu apa lagi, lakukanlah sekarang.


Pak Hans : Baik tuan. (Turun dari mobil sambil membawa selembar foto Dania).


Didalam mobil Adit melirik selembar foto Dania, diambilnya dan di perhatikannya foto itu sendu.


"Dimana kau gadis bodoh" ucapnya lirih.


Tak lama pak Hans kembali.


Adit : Bagaimana Hans??


Pak Hans : Belum ada informasi apapun Tuan, namun saya sudah kerahkan anggota lainnya untuk melacak daerah ini. (Melirik, sosok di belakang mobil dengan penuh perihatin). Maaf tuan, lebih baik anda istirahat biar saya dan yang lain yang mencari nona, Anda harus menjaga kesehatan anda.


Adit : Aku tak apa, ayo kita lanjutkan lagi.


Pak Hans : Baik tuan.


Beberapa jam berlalu, namun tak ada hasil yang berarti yang mereka dapati. Tak ada satupun dari orang orang disekitar daerah itu yang melihat sosok Dania.


Adit : Dimana kau gadis bodoh ! ucapnya kesal namun matanya menunjukan ekspresi kuatir.


Pak Hans : Tuan ini sudah berjam jam kita mencari, dan ini juga sudah pagi, lebih baik anda kembali saja biar kami yang mencari, apalagi jika nanti oma mendapati tuan dan nona tidak ada dirumah, mungkin nyonya akan panik. Dan anda juga harus istirahat tuan, jika tidak nanti malah anda yang jatuh sakit.


Adit : Hans... Jika kau jadi aku, apa kau bisa beristirahat tanpa memikirkan apapun?? Ucap Adit lirih.

__ADS_1


__ADS_2