Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Aku merindukanmu.


__ADS_3

Adit memarkirkan mobilnya ketepi jalan, dan Dania pun langsung ke luar dari mobil Adit. Adit mencoba menahan Dania, namun Dania sama sekali tak mengubris ucapan dan tindakan Adit. Adit mencoba menahan Dania dengan memegang tangannya namun gadis itu menghempas kembali tangan Adit.


"Jika anda masih terus seperti ini, saya tidak akan mentoleransi lagi, saya akan anggap anda tak menghargai saya dan berusaha melecehkan saya". Ucap Dania tegas sembari pergi meninggalkan Adit.


"Aku menunggumu..." Adit. Dania mendengar itu dan menghentikan langkah kakinya di tengah hujan.


"Aku menunggumu, berharap kau kembali, tapi kau tak pernah kembali..." Adit. Dania kembali melangkahkan kakinya, ia berlari meninggalkan Adit, tanpa ia sadar air matanya mengalir. Dania berusaha menahan dirinya kembali.


"Semua akan baik-baik saja" Ucapnya sambil menangis.


"Tapi kenapa ini masih terasa sakit" teriaknya dalam tangis di tengah hujan. Adit masih berdiam diri di tengah hujan, ia tak peduli tubuhnya yang sudah basah bermandikan hujan, ia masih menatap ke arah Dania pergi, beberapa saat dengan lesu ia kembali ke dalam mobil. Di dalam mobil ia mengambil botol kecil dan mengambil beberapa pil obat di dalamnya, kemudian menelan dan meminum pil-pil itu.


..............


"Kak Kevin...." Dania


"Astaga Dania, kenapa kau hujan-hujanan begini" Ucap Kevin sembari melepas jasnya dan memakaikannya pada gadis itu dan memayungi gadis itu.


"Ada apa kakak kemari?" Tanya Dania pada Kevin.


"Ini tadi aku habis ada acara kantor di restoran dekat sini dan aku teringat padamu, jadi aku membawakan ini untukmu" Jawab Kevin sembari memberikan bungkusan yang ada di tangannya.


"Terima kasih kak, kakak tak perlu repot-repot mambawa ini di tengah hujan begini" Dania


"Tapi kenapa kau sampai hujan-hujanan begini" Ujar Kevin dengan nada kuatir


"Dia kembali..." Dania


"Kembali? maksudmu siapa? ayo masuk dulu ke dalam mobil" Ujar Kevin yang kemudian membukakan pintu mobilnya.


"Siapa maksudmu Dania?" Tanyanya lagi saat mereka sudah berada di dalam mobi.


"Adit.." Ucap Dania pelan. Kevin yang tadinya ingin mengusap wajah basah Dania ,mengurungkan niatnya saat Dania menyebutkan nama Adit.


"Adit? maksudmu?" Kevin


"Iya Adit Hermawan...dia, dia adalah direktur di tempatku bekerja saat ini" Ujar Dania menjelaskan. Kevin hanya terdiam mendengar penjelasan Dania, namun ia tak mampu mengatakan apapun pada gadis itu.


"Dia bilang, dia merindukanku....." Ucap Dania lagi kali ini air matanya kembali mengalir. Kevin yang melihat itu langsung menggenggam jemari Dania tanpa berkata apapun.


"Apa yang harus aku lakukan kak, aku sudah berlari menjauh, namun dia selalu menemukanku, apa yang harus aku lakukan sekarang?' Isaknya pada Kevin.

__ADS_1


"Apa....kau masih mencintainya?" Tanya Kevin lirih pada gadis itu.


"Aku....aku tak tau kak, aku tak tau, hatiku perih setiap kali aku berusaha pergi menjauh darinya, dadaku begitu sesak" Ujarnya masih dalam isakan tangis. Kevin memeluk gadis dihadapannya itu dengan lembut, ia mencoba menenangkan Dania, namun hatinya pun ikut terluka mendengar ucapan gadis itu.


"Bahkan setelah bertahun-tahun kau tak memberikan ruang untukku untuk bisa masuk di hatimu, apa memang aku sudah tak memiliki harapan untuk memiliki hatimu lagi" gumamnya dalam hati.


"Apa kau sudah merasa tenang?" Ujar Kevin lagi


"Terima kasih kak, dan maaf aku selalu merepotkan kakak" Dania


"Kau tak perlu sungkan, kau bisa mengandalkanku untuk apapun, lalu, apa yang akan kau lakukan sekarang? apa kau akan kembali padanya? Kevin


"Aku tak tau kak, setiap aku melihatnya aku hanya merasa bersalah juga takut" Dania.


"Jika kau ingin mencari pekerjaan lain, kau akan membantumu, jadi buatlah dirimu nyaman" Kevin


"Aku bersyukur memiliki kakak" Ucap Dania lembut.


"Masuklah, kau sudah kebasahan, nanti kau masuk angin, mandi dan minumlah air hangat" Kevin


"Baiklah, kakak juga hati-hati dijalan" Dania. Saat Dania sudah masuk ke dalam rumahnya, Kevin mengambil softdrink yang ada di mobilnya dan meremukannya dengan jarinya, ia berdecak kesal dan marah.


"Sial! kenapa dia harus muncul sekarang! Sial-sial!!!" Teriak Kevin didalam mobil. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Tuan anda baik-baik saja?' ucap pak Hans saat melihat Adit masuk dengan sempoyongan.


"Tuan..!!! Teriak Hans lagi saat Adit sudah terjatuh dan tak sadarkan diri.


..................


"Bagaimana dokter" Ujar pak Hans kuatir


"Saya sudah bilang, pak Adit harus jaga pola makan, jangan sampai telat makan, meskipun obat yang saya berikan itu bisa membantu untuk melengkapi zat yang dibutuhkan tubuh, tapi pak Adit juga harus memiliki pola makan yang teratur, jangan hanya mengkonsumsi obat-obatan itu saja, dan tolong menjaga emosi beliau karena, perubahan emosi juga sangat mempengaruhi fisik seseorang." Dokter


"Baik dokter, terima kasih dan maaf sudah merepotkan malam-malam begini, saya sudah menyiapkan supir untuk mengantarkan anda, silakan" ujar pak Hans sopan.


"Baik terima kasih" Dokter.


..........


"Saya harap anda bisa pulih seperti dulu tuan, jika saya tau kepergian nona Dania akan berdampak seperti ini untuk anda, saya akan menemukan nona meski anda harus membenci saja, saya tau meksi anda diluar adalah sosok yang arogan anda adalah seseorang yang lembut, sama persis seperti tuan besar, saya akan merasa bersalah pada tuan besar jika kondisi anda tidak juga membaik" gumam Hans dalam hati.

__ADS_1


"Ahhh...kepalaku sakit" Ucap Adit saat terbangun.


"Anda baik-baik saja tuan, tadi anda pingsan lagi, apa anda tidak memakan makanan yang sudah disiapkan lagi? anda tau kan kondisi anda sedang sangat memburuk, dan obat-obatan itu tidak baik di konsumsi berkepanjangan tuan" Hans


"Sekarang kau benar-benar menjadi orang yang cerewt Hans" Adit


"Bahkan saat saya cerewetpun tuan tidak mau mendengarkan saya" Hans


"Aku baik-baik saja, kau tak perlu kuatir dan jangan katakan apapun pada oma, aku tak ingin oma kepikiran dan akan datang kemari.


"Anda harus makan sekarang, saya akan menyuruh pelayan membawakan makanan untuk anda" Hans.


"Aku tak lapar, aku sudah mengkonsumsi obat nutrisi itu, jadi aku baik-baik saja" Adit.


"Tuan, itu tetap berbeda, anda harus makan, jika tidak tubuh anda akan drop lagi, bahkan anda sudah sering kelaur masuk rumah sakit hanya karena kekurangan asupan makanan" Hans.


"Kau cerewet sekali". Adit


"Tuan....." Hans


"Bisakah kau tak cerewet, aku sangat pusing, Aku bertemu dengannya hari ini..." Adit


"Dengannya? siapa tuan?" Hans


"Dania....." Adit


"Dania? Nona Dania?" Hans menoleh ke arah Adit


"Iya,....Dania" Adit


"Apa anda baik-baik saja tuan?" Hans


"Dia masih membenciku.." Ujar Adit lirih.


"Tuan..." Hans


"Aku tak apa Hans, aku ingin tidur, kau bisa keluar" Adit


"Tuan...." Hans dengan perasaan iba pada majikannya


"Aku baik-baik saja, keluarlah" Ucap Adit lagi.

__ADS_1


"Baik tuan.." Ucap Hans patuh.


__ADS_2