Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Lelah


__ADS_3

"Akhirnya aku dirumah juga" Sambil merebahkan tubuhnya di sofa.


"Selamat malam nona Dania"


"Pak Hans...."Terlonjak kaget mendengar suara pak Hans.


"Anda baru kembali nona".


"Iya, aku ada sedikit urusan, dan untuk beberapa waktu aku akan kembali larut." ucap Dania menjelaskan.


"Selagi tuan muda tidak memperdulikan urusan anda, saya juga tak akan mengusik anda nona, jadi anda bisa merasa nyaman melakukan apapun, saya ijin pamit nona."


"Ah...iya terima kasih pak Hans".


Menghentikan langkahnya.


"Untuk apa nona?"


"Karena kau sudah menemani dan menjaga Adit"


"Itu tugas saya nona" berlalu pergi.


"Hmm..bahkan orang orang pun tau kalau aku tak di perdulikan," tersenyum miris.


"Mery,..."

__ADS_1


"Iya nona.."


"Aku sangat lapar, bisakah kau buatkan makanan untukku?"


"Tentu nona, silakan anda menunggu, nanti akan saya bawakan".


"Terima kasih, aku akan mandi dulu".


.....


Usai mandi, Dania merebahkan tubuhnya di sofa tempatnya biasanya terlelap, tubuhnya hari ini begitu lelah, berbalut kimono handuk, tanpa sadar ia terlelap.


"Untuk apa itu" ucap Adit pada mery yang membawakan makanan ke kamar.


"Tadi nona meminta saya membawakan makanan tuan, katanya nona sangat lapar" ucapnya tertunduk sambil menjelaskan.


"Baik tuan".Melangkah pergi.


"Jam 11 malam dan dia meminta dibawakan makanan, gadis itu benar benar tak habis pikir".


Adit masuk ke kamar diletakkannya makanan diatas meja.


"Hei kau! lain kali jangan pernah membawa makanan atau menyuruh pelayan mengantarkan makanan ke kamar, aku tak suka aroma yang tertinggal di kamar. "Ucap Adit kesal!.


"Hei! Apa kau mendengarku! Kini dengan nada meninggi. Dihampirinya sofa tempat Dania bisa terlelap, matanya terpusat pada gadis dihadapannya yang sudah terlelap.

__ADS_1


"Kau bahkan tertidur, tanpa mengganti kimono handukmu!" ucapnya sambil merendahkan posisi tubuhnya menghadap Dania.


"Apa ini caramu menggodaku gadis kecil? gumamnya pelan.


Kemudian ia kembali berdiri dan menendang sofa tempat Dania berbaring.


"Hei bangun kau! Berkali kali hingga Dania terbangun.


"Ah, ma..maaf tuan, saya ketiduran! ucap Dania begitu sadar sosok dihadapannya. Kemudian menarik kimono handuknya menutupi leher begitu sadar ia masih belum berganti pakaian.


"Ya, makan makananmu dan hilangkan aromanya baunya, aku tak bisa tidur jika ruangan ini begitu bau!


"Ah maaf tuan, saya akan bawa makanannya kebawah. ucap Dania gagap.


"Apa kau tak dengar yang ku katakan, makan sekarang dan hilangkan aromanya! aku tak tahan! dan bukankah wanita menjaga pola makan. Mana ada wanita yang makan di jam segini!" Melihat Dania dari ujung kaki hingga kepala yang membuat gadis itu menjadi tak nyaman.


"Apa yang dilihat omma, hingga menjadikanmu istriku".


"Maaf tuan..."


"Maaf untuk apa? untuk kau yang membawa makanan ke kamar ini? atau untuk kau yang ketiduran, atau untuk kau yang menjadi istriku, untuk yang bagian mana kau meminta maaf" ucap Adit sambil mengangkat dagu Dania hingga matanya menatap tajam Dania, kemudian melepaskannya.


"Untuk semuanya, saya benar benar minta maaf".


"Ucapan maaf mu seperti penghinaan untukku! jadi simpan saja maaf mu itu! Ucap Adit dan berlalu pergi dari kamar itu.

__ADS_1


Air mata Dania tiba tiba jatuh, hatinya begitu perih mendengar setiap kata yang di lotarkan suaminya untuknya. Rasa lapar tak lagi ia rasa, setiap suapan yang masuk kedalam mulutnya, diikuti setiap tetes air mata yang mengalir.


__ADS_2