
Adit mengamati data data yang di berikan oleh pak Hans dengan teliti.
"Hans bukankah kau mengatakan kalau adiknya sebenarnya hanya sepupunya...itu artinya dia memiliki paman atau bibi bukan?
"benar tuan, nona Dania memiliki seorang paman namun ketika Ayah dari nona Dania meninggal pamannya sedang terlibat perjudian sehingga nona Dania hanya berada sebulan di rumah pamannya.,"
Lalu,?? Adit berusaha ingin tau tentang istrinya.
"Selama berada di rumah pamannya nona mengalami kekerasan fisik yang mengakibatkan cidera di kepala nona Dania. Jadi akibat dari itu nona Dania mengalami trauma bila melihat kekerasan terjadi, karena tetangga pamannya melaporkan hal itu akhirnya nona Dania dan Arya yang masih dua tahun dibawa ke panti Asuhan".
"Trauma kekerasan? apa akibatnya jika traumanya kambuh?
"Nona Dania akan kesulitan bernafas tuan, dulu saya dengar pernah terjadi kekerasan di sekolahnya Nona Dania, kemudian karena menyaksikan hal itu nona mengalami sesak nafas dan dibawa ke rumah sakit".
"Apa memarahinya juga akan berdampak?" Adit mengingat ngingat karena pernah berkata kasar pada Dania.
"Sepertinya tidak tuan, traumanya kambuh saat ada kekerasan fisik".
"Begitu ya...baiklah aku mengerti.ucap Adit mengakhiri.
Di rumah omma begitu bahagia, ia mengajak Dania bercanda dan bersenda gurau.
__ADS_1
"Sepertinya membosankan jika kita hanya di rumah, bagaimana jika kita keluar Dania "ujar Omma pada Dania.
"Kemana omma??
"Kita akan berbelanja kebutuhanmu dan kita juga akan membeli perlengkapan kuliahmu, bukankah Minggu depan kau sudah harus kuliah sayang? ujar Omma kemudian.
"iya omma" Dania senang mendengarnya.
Mereka tiba di pusat perbelanjaan terbesar di kota itu. Dania merasa pakaiannya tidak pantas untuk masuk ke sana.
"Omma...sepertinya disini barang barangnya sangat mahal" ujar Dania Ragu.
"Dania kemanapun kau pergi kau adalah keluarga besar Hermawan ingatlah itu, jadi jangan pikirkan soal harga, tenang saja sayang" sembari membelai lembut wajah Dania.
Dania melihat lihat baju yang ada di mall itu. Ia terkejut dengan harga yang tertera di sana.
"Ini sangat mahal, Ini seharga gajiku sebulan saat part time". Dania menggeleng tak percaya.
Omma memilihkan beberapa pakaian untuk Dania dan menyuruh Dania untuk mencobanya.
"Apa harus di coba semua omma? Dania tak percaya karena ada hampir dua setel pakaian yang harus dia coba.
__ADS_1
"iya cobalah" omma memberi kode instruksi agar pegawai butik membantu Dania.
Setelah sejam lebih Dania selesai mencoba semua pakaian itu.
"Saya ambil semua yang dia coba" ucap Omma yang membuat Dania kaget.
"Omma itu sangat banyak dan sangat mahal, aku menyukai baju bajuku omma" ujar Dania berusaha mencegah omma.
"Dania kau melupakan statusmu lagi, kau akan mendampingi Adit, dan kau harus tampil anggun didekatnya" ucap Omma lagi.
"Tapi bahkan harga satu buah baju sama dengan satu bulan gaji ku saat part time omma, dan sekarang aku membeli puluhan baju dengan harga itu, sedangkan saudara saudaraku di panti aku tak tau entah mereka makan atau tidak" ujar Dania sedih.
Omma termenung memikirkan ucapan Dania dan Ia pun kagum pada gadis itu.
"Bahkan saat inipun iya masih memikirkan orang orang di sana, gumam omma dalam hati.
"Baiklah Dania besok pergilah ke panti bawalah pakaian dan makanan ke sana aku akan menyuruh Hans menyiapkannya. ucap Omma lagi.
"Tidak omma, aku senang omma mau melakukan itu, tapi aku ingin memberikan mereka dari hasil jerih payahku sendiri". Ujar Dania kemudian.
"Baiklah sayang, lakukanlah apapun yang kau mau ucap Omma kemudian.
__ADS_1