Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Kemarahan Adit.


__ADS_3

Tak lama omma beranjak pergi. Dania segera bergegas untuk kembali ke kamar karena ia tau Adit akan menyalahkannya.


Dania berjalan dengan cepat menaiki tangga sampai ia masuk dan nyaris menutup pintu kamar, Adit mendobrak masuk dengan kuat yang membuat Dania terpental jatuh. Adit menutup pintu kamar Dania. Menarik lengan dengan kasar memaksa Dania bangun dari jatuhnya. Dania kesakitan dibanding itu dia ketakutan melihat Adit yang sangat marah. Adit menghentakkan tubuh kecil Dania Kedinding ruang.


"Sakit tuan" ucap Dania Takut.


"Apa kau bodoh?! Berapa kali kau harus ku peringatkan! sambil mencekam dagu Dania kuat.


"Maafkan saya tuan, saya bersalah ucap Dania memohon pada Adit.


"Apa aku harus menyakitimu agar kau paham"! ucap Adit semakin marah.


"Aku akan membuat orang orang di sekitarmu menderita jika kau bertindak bodoh" ucap Adit semakin mengencangkan genggamannya di dagu Dania.


Dania ketakutan dengan ancaman Adit. Tak jadi masalah Jika hanya dia sendiri yang terluka tapi jangan orang orang yang dia sayangi...gumamnya dalam hati.


"Ampuni saya tuan...ampuni saya tuan..." Dania memohon ampun sambil menatap Adit.


Adit menatap mata Dania yang ketakutan. Adit melemah saat menatap Mata Dania. "lagi lagi mata itu" gumamnya dalam hati dan melepaskan tangannya dari Dania.


Adit mengambil dompetnya mengeluarkan secarik kertas, dan melemparkannya pada Dania.


"Setidaknya jika kau tak bodoh, kau bisa bertanya pada pelayan disini".

__ADS_1


"Jangan menghubungiku jika itu tidak penting atau sebisa mungkin jangan hubungi aku" ucap Adit meninggalkan kamar Dania.


Dania masih terpaku ketakutan di kamar, air matanya mengalir. Mengapa dia begitu membenciku... gumamnya dalam hati. Ia memegang dagunya yang di cengkram Adit tadi begitu kuat. Ternyata cengkeramannya meninggalkan memar.


"Bagaimana ini jika besok omma melihatnya..." Dania semakin ketakutan. Ia memungut kertas kecil yang dilemparkan Adit. Ternyata itu kartu nama Adit. Disimpannya kontak Adit di HPnya.


"Aku harus mencari salep agar memar ini tidak berbekas" gumam Dania dalam hati.


Dania keluar dari kamar menuju ke dapur.


"Permisi ucap Dania.


" Ada yang bisa saya bantu nona ucap pelayan tersebut.


"Apakah Ada salep untuk memar tadi saya terjatuh dikamar mandi" ucap Dania.


" Ini nona, Mau saya bantu pakaikan"? ujarnya lagi.


"Tidak terima kasih...siapa namamu?"ucap Dania pada pelayan itu.


" Saya Tuti nona..ucap pelayan memperkenalkan namanya.


" Terima kasih Tuti...saya akan oleskan sendiri." ucap Dania sambil berlalu meninggalkan Dapur.

__ADS_1


Saat berjalan menaiki tangga Dania fokus membaca keterangan yang ada di salep yang diberikan Tuti iya tak sadar kalau Adit sedang berjalan menuruni tangga. Dan....


"Aaaaaa" ucap Dania kaget karena menabrak Adit dan nyaris jatuh di tangga dan untungnya tangannya ditahan oleh Adit.


" Sekarang kau tak menggunakan matamu" ucap Adit pada Dania dan melepaskan tangannya. Dia melihat memar di wajah Dania.


" Maaf tuan...maaf tuan saya tidak sengaja ucap Dania sambil menundukan kepalanya. Kemudian berlalu meninggalkan Adit dengan cepat.


" Ternyata wajahnya memar" gumam Adit dalam hati. Ia melihat salep yang Dania jatuhkan saat menabraknya tadi. Ia memungutnya.


" Dia benar benar bodoh bahkan dia menjatuhkan ini" gumamnya kesal sambil melangkah naik kembali keatas.


Tok tok tok.


Suara pintu kamar Dania.


Dania ketakutan " apa itu dia?? aku takut gumamnya dalam hati.


" Hei gadis kecil buka pintunya! ucap Adit kesal.


"Ba baik tuan" ucap Dania gagap sambil membuka pintu.


Adit menatap Gadis itu yang ketakutan melihatnya.

__ADS_1


" Kau menjatuhkannya bagaimana ko bisa sebodoh ini..menyerahkan salep pada Dania dan pergi.


Dania terpaku melihatnya. "Dia tidak memarahiku gumamnya senang.


__ADS_2