Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Kevin


__ADS_3

"Kakak, nanti saat kita sudah dewasa apa kakak akan melupakan aku?" Ucap Dania kecil pada Kevin dengan wajahnya yang polos datang menghampiri Kevin kecil di taman.


"Kenapa kau berkata seperti itu?" Tanya Kevin sambil menyeka bekas makanan di mulut Dania.


"Tadi aku dengar dari kakak-kakak suster, katanya kakak udah ketemu sama keluarga yang baru, dan akan pergi dari sini" Ujar Dania sambil meneteskan air mata. Melihat Dania yang menangis akhirnya Kevinpun mencoba menenangkan gadis kecil itu.


"Aku takkan kemana-mana, aku akan menemanimu disini, jadi kau jangan menangis lagi." Ucap Kevin sambil mengelus lembut rambut Dania.


"Benarkah? benarkah kakak tidak akan pergi meninggalkanku?"


"Apa aku pernah berbohong padamu?" Ujar Kevin lagi sambil menatap gadis kecil di hadapannya itu. Mendengar hal itu akhirnya Daniapun tertawa senang.


"Aku sayang kakak Kevin" Celoteh gadis itu sambil menggenggam tangan Kevin erat. Kevin pun ikut tertawa melihat tingkah polos gadis kecil di sampingnya itu.


.......


"Kevin kemarilah" Ujar Kepala Panti saat melihat Kevin memasuki ruangan itu. Kevin pun mendekat ke arah kepala panti beserta ke dua orang suami istri yang ingin mengadopsi Kevin, mereka menatap Kevin dengan lembut dan Kevin pun tersenyum hangat pada mereka.


"Nah, Kevin sayang, mulai hari ini, mereka adalah orang yang akan merawat dan membesarkan Kevin sebagai anak mereka, dan mereka menjadi orang tua Kevin." Ucap kepala panti menjelaskan. Kevin pun mendekatkan diri ke arah suami istri tersebut dan berkata :"Apa anda mau merawat satu anak perempuan lagi?"


Suami istri itupun saling berpandangan mendengar ucapan Kevin pada mereka.


"Sayang, kami baru menikah, dan kami rasa kami akan merawat seorang anak saja untuk sekarang, karena kami masih harus banyak belajar merawat seorang anak" Ujar mereka lembut.


"Jika aku membantu merawatnya, apa paman dan bibi mau merawatnya juga?"Ucap Kevin lagi dengan tatapan memelas pada mereka.


"Kevin, paman dan bibi hanya akan mengangkat kamu menjadi anak mereka, seperti yang mereka katakan tadi mereka masih baru saja menikah" Ucap kepala panti menengahi.


"Iya sayang, mungkin kamu berat meninggalkan teman-teman disini, tapi nanti di tempat yang baru kamu juga akan bertemu teman-teman sebaya kamu, dan saya yakin kamu orang yang mudah beradaptasi dan bergaul" Ucap sang istri pada Kevin. Kevin hanya tertunduk diam beberapa waktu.


"Mungkin Kevin masih takut jika berpisah dengan orang-orang yang ada di panti ini" Ucap kepala panti pada suami istri itu sambil membelai lambut rambut Kevin.


"Terima kasih paman, bibi, sudah mau mengasuh dan merawat saya, tapi saya tak bisa ikut bersama dengan paman dan bibi, mungkin anak lainnya, karena saya sudah berjanji tidak akan meninggalkannya sendirian disini." Ucap Kevin sambil meneteskan air mata.


"Apa yang kau katakan Kevin, bukankah dari dulu kau ingin sekali mendapatkan keluarga baru, tapi kenapa sekarang kau seperti ini sayang" Ucap kepala panti yang tak memahami pikiran Kevin.


"Maafkan saya, tapi saya tidak bisa pergi" Ucap Kevin sambil berlari pergi meninggalkan kepala panti dan suami istri yang ingin mengadopsinya.

__ADS_1


........


"Kak Kevin, kenapa menangis?" Tanya Dania kuatir saat melihat Kevin berlari sambil menangis, namun tak di hiraukan oleh Kevin yang masih saja terus berlari.


"Kak Kevin!...Kak Kevin!!" Teriak Dania kecil sambil berlari mengikuti Kevin, namun Kevin seolah berusaha tak mendengarkan suara itu.


"Kak Kevin..!!! Kak Kevin" Teriak Dania sambil menangis.


"Hiks..Hiks..Hiks Kak Kevin Jahat kenapa mengabaikan Dania, apa salah Dania" Ucapnya sambil menangis, mendengar itu Kevin pun menghentikan langkah kakinya dan berbalik pada suara yang sedari tadi terus memanggilanya.


"Kenapa kau menangis?! Teriak Kevin dari jauh.


"Kak Kevin jahat! Kak Kevin pergi meninggalkan Dania!" Teriak Dania kecil sambil menangis. Kevin pun berlalri mendekat ke arah Dania.


"Dasar bodoh, siapa bilang aku meninggalkanmu, buktinya sekarang aku datang menghampirimu" Ucap Kevin sambil menghapus air mata Dania dari pipinya.


"Janji?" Ucap Dania sambil mengeluarkan kelingkingnya.


"Janji?" Ucap Kevin sambil mengaitkan kelingkingnya dengan Dania. Mereka pun tertawa sambil menghapus air mata mereka masing-masing.


.........


"Aku mau yang coklat kakak" Ucap Dania manja.


"Tidak boleh, gigimu sudah berlubang, jika kau minum coklat lagi, gigimu akan hilang semua" Ucap Kevin sambil meneguk minuman coklat di tangannya.


"Kak Kevin jahat" Celoteh Dania sambil memasang wajah kesal pada Kevin. Kevinpun hanya tertawa melihat tingkah Dania yang dianggapnya lucu itu.


"Kakak, apa kau benar-benar tidak akan pergi, mereka bilang kakak menolak pergi dari sini". Tanya Dania sambil menatap Kevin dengan perasaan was-was.


"Aku kan sudah janji tidak akan meninggalkanmu?"


"Selamanya??"


"hmm, mungkin sampai kau tak membutuhkanku lagi"


"Dania selalu membutuhkan kakak, jadi kakak jangan tinggalkan Dania selamanya"

__ADS_1


"Selamanya??? sepertinya itu tidak mungkin".


"Kenapa?" Tanya Dania dengan manyun.


"Kan kau juga nanti akan menikah dan akupun akan menikah. ya kau pasti akan memilih suamimu daripada bersama denganku."


"Gak, Dania gak seperti itu". Ucap Gadis kecil itu mencoba meyakinkan Kevin.


"Hahaha, kita lihat saja nanti, toh juga kau sendiri yang meninggalkanku nantinya".


"Hiks Kak Kevin jahat, Dania juga gk akan ninggalin kak Kevin, Dania akan menikah dengan kak Kevin juga nanti saat Dania dewasa, jadi kak Kevin harus bersama-sama dengan Dania selamanya, jangan tinggalkan Dania" Ujar gadis itu sambil menangis. Kevin pun hanya tertawa mendengarnya, namun ia tetap membujuk gadis kecil di sampingnya itu.


"Hmmm, baiklah, ayo kita menikah saat dewasa nanti"


"Kak Kevin janji!!! Janji ya??"Ucap Dania antusias.


"Janji" Ucap Kevin mengiyakan.


"Tapi apa kakak tidak akan menyesal?"


"Menyesal tentang apa?"


"Tentang adopsi kakak, kalau kakak di adopsikan kakak bisa mendapatkan keluarga, karena Dania tau kakak sangat menginginkan bertemu dengan keluarga layaknya anak-anak lainnya."


"Aku memang menginginkan keluarga, tapi jika aku harus meninggalkan keluarga yang selalu bersama-sama denganku untuk pergi bersama keluarga lainnya, maka aku tak menginginkannya."


"Tapi kenapa kak?"


"Karena orang-orang yang selalu ada bersamaku di saat keadaanku sedang sangat menyedihkan berada disini, jika kau tak bisa ikut bersamaku, maka aku pun tak akan pergi kemana-mana. Karena kau adalah keluarga pertamaku disini saat aku tiba di panti asuhan ini." Ucap Kevin pada Dania Kecil.


"Kakak tenang aja, Dania bakal jadi keluarga kakak yang selalu ada dan selalu bersama-sama dengan kakak dimanapun dan kapanpun itu." Ucap Dania sambil menggebu-gebu.


..........


"Ternyata kau mengingkari janjimu sendiri Dania" Gumam Kevin sambil mengenang kisahnya bersama Dania dulu di panti asuhan.


"Jika kau pergi sekarang dariku, aku tak tau apa yang harus ku lakukan ke depannya, karena sejak dulu hidupku selalu berporos pada satu titik, yaitu kau Dania.

__ADS_1


Yuk bacanya sambil dengerin ini...


https://youtu.be/w3xBNrKJGQo


__ADS_2