Aku dan Dirimu

Aku dan Dirimu
Pingsan


__ADS_3

"Hmmmm....rasanya aneh sekali, ini pertama kalinya aku membuat sushi, sepertinya aku gagal membuatnya, dan bentuknyaaa....ah sudahlah, aku akan membuatnya lagi nanti, aku akan masak yang lain untuk sarapan".


"Nona, sangat berusaha sekali, tapi biarkan saya memasak nona, nona terlihat sangat pucat, lebih baik nona beristirahat,".


"Ah iya, kepalaku sepertinya mulai pusing, tolong lanjutkan lagi".


Dania bergegas menuju ke kamar tidurnya untuk merebahkan dirinya. Sesampai di kamar terdengar suara aliran air dari kamar mandi.


"Sepertinya tuan Adit sedang mandi" gumamnya.


Dania merapikan tempat tidur Adit, menyediakan pakaian yang akan ia kenakan. Tak lama pintu kamar mandi terbuka. Adit keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk di pinggangnya.


Adit menatap Dania yang sedang sibuk memilih milih baju untuknya.


"Apa kau ingin membongkar isi lemari ku?" Melihat pakaiannya memenuhi tempat tidur.


"Ah maaf tuan, saya sedang memilih baju untuk tuan kenakan, tapi saya tidak tau kegiatan tuan hari ini, untuk menyesuaikannya dengan pakaian yang akan tuan kenakan, ucap Dania memalingkan wajahnya kearah berlawanan dengan adit sembari memainkan jemarinya.


"Apa kau tak bisa berpikir dengan otakmu ini" Berjalan mendekati Dania kemudian menekan kepala Dania dengan telunjuknya.


"Maaf tuan...tapi tapi bisakah tuan memberitahu jadwal tuan pada saya,"


"Semua jadwalku kau bisa minta dengan sekretaris Hans, apa kau begitu bodoh untuk tak mencari tahu sendiri". Berjalan meraih pakaiannya dan berganti baju dengan setelan yang ada diatas kasurnya.

__ADS_1


Dania memalingkan wajahnya.


"Sa...saya akan keluar sebentar tuan" ucapnya terbata sambil melangkah menjauh dari sisi Adit.


"Berhenti!".


Dania menghentikan langkahnya namun tak berbalik menoleh pada Adit.


"Iya tuan..."


"Yah! Apa kau tak pernah diajarkan sopan santun! Begini caramu berbicara dengan suamimu"!


"Maaf tuan....tapi tuan sedang berganti..."Tanpa menoleh pada Adit.


Dania membalikan badannya, tapi kali ini Adit sudah menggunakan Setelan celananya, meski dada bidangnya masih belum tertutupi sehelai benang. Dania sudah berada berdiri berhadapan dengan dengan Adit. Matanya hanya tertunduk tak berani menatap sosok didepannya.


Adit melemparkan sebuah kartu pada Dania.


"Pakai ini, pinnya tercantum dibelakang, aku akan mentransfer uang setiap bulannya ke rekening itu! dan Kau bisa gunakan uang itu untuk keperluanmu! Aku tak ingin ada kejadian yang memalukan seperti kemarin. Apa kau bodoh! Aku sudah bilang padamu, jangan permalukan keluarga Hermawan dengan sikap udik kampunganmu itu, Kau beruntung karena tak ada wartawan yang meliput mu berjalan kaki ditengah malam karena tak punya uang!


"Maaf tuan, saya tak akan mengulanginya" Menghela nafas pendek, ditatapnya pria yang berdiri dihadapannya itu, tapi samar samar pandangannya menghilang.


Brukkk....

__ADS_1


"Hei....bangun! " Teriak Adit begitu melihat Dania terjatuh tak sadarkan diri.


"Hans! kemari! Teriaknya lagi.


"Iya tuan" Langsung berlari kesisi Adit begitu melihat sosok Dania yang sudah tak sadarkan diri


"Panggilkan dokter Niko kesini sekarang!


"Jangan katakan apapun tentangnya yang pingsan kepada omma"! Ucap Adit kepada para pelayan sembari mengangkat Dania ke kasur.


"Berapa lama dokter Niko akan tiba"?


"Mungkin sekitar 15mnt lagi tuan, tapi mengapa nona bisa pingsan tuan?"


Adit menatap sekretarisnya itu dengan tatapan kesal.


"Hei, apa kau pikir aku yang membuatnya seperti ini!, aku bahkan belum memarahinya! Atau apa mungkin gadis ini hanya pura pura"! Menggoyang goyangkan badan Dania.


"Maaf tuan, saya tak bermaksud begitu,"


"Ah sudahlah! Gadis ini benar benar merepotkan!",..ucapnya lagi sambil menatap Dania dalam.


Hans yang memandang majikannya itu merasakan ada yang berbeda saat Adit menatap Dania.

__ADS_1


"Tuan, bukankah kau kuatir saat nona seperti ini, mungkinkah tuanmuda sudah mulai membuka hatinya" gumam pak Hans yang menatap lekat majikannya yang masih fokus memperhatikan Dania.


__ADS_2