Aku Layak Bahagia

Aku Layak Bahagia
Bab 1 Awal mula masalah


__ADS_3

Namaku Mia.Aku berumur 22 tahun.Aku hanyalah seorang gadis tamatan SMA yang tidak pernah bisa merasakan bangku kuliah,di karena kan keterbatasan ekonomi keluargaku.Ayah ku adalah seorang Tukang sampah yang gaji nya di bayar per hari,sedangkan ibu adalah seorang buruh tukang cuci di salah satu rumah di komplek elit di dekat rumah ku.Aku sendiri hanya bekerja sebagai pelayan di salah satu rumah makan.Aku adalah gadis yang sederhana berkulit hitam manis.Aku bersyukur,karena Tuhan menciptakan wajahku dengan begitu baik,hidung ku mancung,mata ku bulat,bibir ku tipis.Banyak yang memujiku mengatakan Aku cantik,banyak juga lelaki yang mengajak ku untuk menikah,tapi untuk saat ini Aku belum kepikiran untuk menikah.Yang Aku ingin kan bagaimana Aku bisa membahagiakan Ayah dan Ibu ku lebih dahulu.Itu lah cita-cita yang Aku ingin kan.Aku ingin membelikan Ayah dan Ibu rumah yang layak karena sampai saat ini,Kami hanya mampu mengontrak rumah yang di bayar nya per bulan itu pun dengan satu kamar,dimana Ayah selalu mengalah kepada Kami.Ayah ku selalu tidur di ruang tamu sedang kan Aku,Ibu dan Adik tidur dikamar.Aku dua bersaudara,Adik ku Ayu sekarang duduk di kelas 2 Sekolah Menengah Atas.Terkadang Aku iba melihat nya,detiap ke sekolah Ia tidak pernah membawa uang saku,karena keterbatasan ekonomi Kami.Gaji ku pun tidak seberapa itu pun untuk membantu Ayah dan Ibu untuk keperluan rumah dan keperluan Adik ku untuk sekolah.Andai kan Aku sarjana mungkin Aku bisa bekerja lebih layak lagi,bisa membantu keluarga ku.


Tiba-tiba hp ku berdering,membuyarkan lamunan ku


kulihat di layar hp no yang tidak ku kenal.


"Assalammualaikum.." Aku menjawab telpon ku.


"Halo..kamu Mia ya anak bapak tua ini??" Ujar suara di seberang sana dengan kasar.


"Maaf sebelum nya Saya berbicara dengan siapa ya??yang Anda maksud Bapak tua itu sapa ya??"Aku masih dengan sopan menjawab telp orang tersebut.


"Sekarang Kamu gak usah banyak ngomong,Kamu harus ke sini sekarang,ketempat pembuangan sampah.Kalo Kamu tidak sampai Lima belas menit ke sini,Bapak mu akan Aku penjarakan." Ucap Laki-laki tidak sopan itu sambil menutup telpon nya dengan kasar.


Seketika badan ku langsung lemas mendengar omongan Laki-laki itu.Apa yang terjadi dengan Ayah ku,mengapa Ia ingin di penjarakan.Seketika pikiran ku kemana- mana.


Aku cepat menemui Bos ku untuk meminta ijin untuk menemui Ayahku.


Setelah Aku berbicara dengan Bos,Alhamdulullah,Ia bisa mengerti dan Ia memberikan Aku ijin untuk pulang lebih awal.


Secepat kilat Aku mengayuhkan sepeda ku menuju ke tempat Ayah,dengan sepeda ini setiap hari nya Aku ke tempat kerja ku.Sepeda ini boleh di bilang teman setia ku yang selalu menemani Aku kemana-mana.Aku kayuh kan sepeda ku dengan cepat.


Aku hanya ingin sampai ke tempat Ayah tepat waktu.Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan Ayahku.


Sekitar tujuh belas menit Aku tiba di tempat Ayah ku berada.Telat dua menit pikir ku.Tapi apa yang kulihat membuat Aku kaget seketika.Ayah ku ingin di bawa dengan dua orang Laki-laki ke dalam mobil.

__ADS_1


Seketika Aku berlari berteriak kepada Mereka.


"Tunggu..mau kemana Kalian membawa Ayah Saya??"Aku berteriak.


Mereka pun menghentikan langkah Mereka.


Lalu seorang Lelaki separuh baya sekitar umur 35 tahun menatap ku dengan sinis.


"Siapa Kamu??" Ia berkata ketus,kelihatan Dia tidak menyukai Aku.


"Saya anak Bapak ini yang Kalian mau bawa pergi.Mau kemana Kalian membawa Ayah Saya??"Aku bertanya kepada Laki-laki itu.


"Mia..bicara yang sopan nak."Ayah berkata pada ku.


"Ya Saya Anak Bapak ini,apa yang Ayah ku perbuat hingga Kalian ingin membawa Ayah ku pergi??"Aku bertanya kepada Laki-laki itu.


Laki-laki itu lalu berkata kepada Ayah ku.Nada bicaranya sedikit melunak kepada Ayah ku.


"Pak,tolong Bapak saja yang menjelas kan kepada anak Bapak."ujar nya pelan.


"Baik lah Tuan."ujar Ayah pada lelaki itu.


Lalu Ayah mendekat padaku dan Ayah bercerita panjang lebar ke padaku.


Seketika Aku lemas tak berdaya mendengar cerita Ayah.Ingin rasa nya Aku pingsan saat itu.Ternyata Ayah ku tidak sengaja menyenggol mobil Lelaki ini karena Ayah lagi melamun,dan menyebab kan mobil Laki-laki ini lecet di bagian bodi mobil nya.Dan yang membuat Aku terperanjat adalah Laki-laki itu meminta ganti rugi sebesar Dua puluh lima juta rupiah.Dari mana Kami mendapat kan uang sebesar itu,jangan kan untuk memegang nya melihat nya pun Aku tidak pernah.Apabila Kami tidak bisa mengganti rugi maka Ayah ku akan di laporkan ke kantor polisi.

__ADS_1


Aku menghela napas panjang,lalu Aku menenangkan Ayah,Aku berkata."Biar Mia yang bicara kepada Lelaki itu yah.


Aku pun mendekati lelaki itu.


"Sebelum nya Saya minta maaf Tuan,karena Ayah ku telah menyenggol mobil Tuan,Kami benar-benar menyesal karena Ayah ku kurang berhati-hati.Tetapi apakah tidak ada cara lain untuk mengganti kerugian Tuan?Kami orang tidak punya,jangan kan untuk mengganti kerugian.Untuk makan sehari-hari saja Kami harus kerja mati-matian."ujar ku pada lelaki itu.


Lalu Lelaki itu mendekat padaku dan berkata"kenapa sekarang Kamu manis sekali berucap,bukan nya tadi Kamu angkuh sekali bicara padaku??"Ujar nya dengan seny sinis.


Seketika Aku kesal melihat nya.Tapi Aku mencoba menahan emosi ku karena Aku tidak ingin Ayah di bawa ke kantor polisi.


Aku pun berkata"Tuan boleh membawa Saya sebagai pengganti Ayah ku.Jika Tuan ingin memenjarakan Ayah ku,maka penjarakan saja Saya." Ujarku pada nya.


Ayahku kaget mendengar Aku berucap


"Nak jangan,biarkan Ayah saja yang menanggung perbuatan Ayah.Masa depan Mu masih panjang Nak."Ayah berkata dengan mata berkaca-kaca.


"Tidak Ayah.Ibu dan Ayu masih membutuhkan Ayah.biar lah Mia yang bertanggung jawab."Ujarku pada Ayah.


Aku berkata pada Ayah.


"Mia kuat yah,Mia yakin Mia kuat." Aku mencoba tersenyum kepada Ayah,padahal saat ini hati ku luar biasa takut.Takut membayang kan keadaan di penjara.Tidak pernah terlintas sedikit pun di benak ku bisa benar-benar ada disana.Jangan kan untuk berada disana.Pergi kesana pun Aku tidak pernah.


Bagiku adalah Aku bisa membebaskan Ayahku dan menghindari Ayah dari masalah besar.Aku tidak ingin melihat Ayahku dalam kesusahan,biarkan Aku saja yang menggantikan Ayah.


****

__ADS_1


__ADS_2