
Aku melajukan mobil Ku dengan kecepatan tinggi agar segera tiba di rumah Diana.Diana terus menanyai Ku dengan pertanyaan yang tidak-tidak kepada Ku.Ia masih mempermasalah kan tentang Aku yang menolong Mia.
Ia tidak rela Aku melakukan nya.Bagi nya Aku sudah memperlakukan nya di depan orang-orang.Dan Ia tidak bisa menerima itu.
"Dava,,,Aku bicara pada Mu!!!Kamu tidak mendengarkan Aku??"Tanya nya berteriak pada Ku.
"Nanti sampai di rumah Mu Kita bicara,Aku malas berdebat di jalan."Kata Ku masih dengan santai.
"Aku cuma ingin tahu alasan Mu kenapa Kamu menolong pembantu itu??"Tanya Diana lagi.
"Jawab Dava!!!!"Ucap nya berteriak lagi.
Akhir nya Aku terbawa emosi mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Diana,Ia sama sekali tidak merasa bersalah pada Mia.
"Aku menolong nya karena Kalian tidak ada yang mau menolong nya!!!Dimana hati nurani Kalian,Apalagi Kamu Diana,kenapa Kamu tega menyakiti Mia seperti itu????"Tanya Ku dengan marah.
"Salah apa Mia pada mu,sampai Kamu tega seperti itu pada nya."Ucap Ku lagi.
Diana pun tersenyum dengan sinis.
"Kamu tidak tahu kenapa Aku tega menyakiti nya???Kamu mau tahu alasan nya apa Dava???"Tanya Diana lagi.
"Apa alasan Mu menyakiti Mia??"Tanya Ku pada Nya.
"Karena Dia yang membuat Kamu berubah pada Ku!!Karena Dia Kamu sekarang bukan Dava yang Aku kenal."Ujar nya lagi.
"Aku berubah apa??Kamu terlalu berlebihan Di."Ucap Ku lagi.
"Aku Tahu Kamu selalu memperhatikan Dia kan???Kamu berubah pada Ku juga Karena Dia Kan??Aku bukan anak kecil Dava yang bisa Kamu bohongi!!"Ucap nya sambil menangis.
*Apa Ia benar-benar tahu jika Aku menyukai Mia??seketika Aku merasa bersalah pada Diana.Karena Aku telah bermain hati dengan Mia.Itu sana saja Aku telah mengkhianati nya.Walaupun Aku tidak mengatakan nya dengan jujur.Ternyata Diana bisa merasakan dan melihat nya.
__ADS_1
Aku pun tak bisa membohongi diri ku sendiri,Aku memang benar menyukai Mia.Entah sejak kapan Aku mulai jatuh hati pada gadis itu.Mia mampu membuat Aku memperhatikan nya,hingga membuat Aku tak rela jika Ia dekat dengan lelaki lain*.
Aku terdiam saat melihat Diana menangis,seperti nya Ia benar-benar merasa tersakiti.Aku pun menghentikan mobil Ku.Dan langsung memeluk nya.
"Ini tidak seperti yang Kamu bayangi sayang.Kamu salah."Ucap Ku sambil mencium kening nya.
"Aku takut Dava,,takut Kamu jatuh hati pada gadis itu!!"Ucap Mia sambil menangis.
"Tentu saja tidak sayang,,Kamu ingat kan apa yang dulu Aku katakan pada Mu.Semua yang Aku lakukan tadi itu adalah semata-mata ingin menolong nya.Bukan karena Aku menyakiti nya."Ucap Ku meyakini Diana.
"Kamu tidak tahu bingung nya Aku mencari Kalian tadi,Aku sudah berpikir yang tidak-tidak tentang Kalian berdua."Ucap Diana lagi.
"Maaf kan sayang,,tadi Aku membawa Mia ke klinik,kebetulan Aku ketemu klinik yang terdekat dari sana."Ucap ku lagi.
"Kamu janji sayang,,tidak akan mengkhianati Ku??"Ucap Diana lagi.
"Itu tidak akan terjadi sayang,,Aku tidak akan mengkhianati Mu,,Apa pun akan ku lakukan untuk Mu."Ucap Ku tersenyum pada nya.
"Apaa??Menikah sayang??Tapi kan Aku belum siap Sayang???"Ujar ku lagi.
Jujur Aku dan Diana memang sudah bertunangan,tetapi memang Kami sudah sepakat untuk tidak menikah dulu.Karena Kami masih mengejar karir kami masing-masing sampai Kami siap.Dan Kami berdua pun tidak keberatan jika harus menunggu setahun atau dua tahun lagi.Yang penting Kami sudah terikat.
"Iya sayang,,Kita percepat saja pernikahan Kita.Aku tidak mau menunda-nunda lagi."Ucap nya pada Ku.
"Kamu serius sayang??Kamu tidak ingin mengejar karir dulu??Bukan nya masih banyak cita-cita Mu yang belum terwujud."Ucap Ku lagi.
"Aku lebih baik kehilangan cita-cita Ku dari pada harus kehilangan Mu sayang."Ucap Diana pada Ku.
"Kamu mau kan sayang??"Ucap nya pada Ku.
"Nanti Kita bicara kan lagi ya sayang."Ucap Ku sambil membujuk nya.
__ADS_1
"Kamu keberatan sayang???Kenapa memang nya jika Kita percepat pernikahan Kita??"Tanya nya lagi penuh curiga.
"Aku bukan keberatan sayang,cuma Kamu tahu kan Kita berdua sama-sama sibuk.Apa lagi Tahun ini banyak proyek yang Akan Aku kerjakan,Aku takut jika nanti Aku tidak banyak waktu untuk Mu sayang."Ucap Ku membujuk nya.
"Tidak masalah sayang,Aku janji tidak akan mempermasalah kan itu sayang.Aku akan berusaha jadi istri yang baik untuk Mu."Ucap Diana lagi.
*Sebenar nya yang di katakan Diana itu benar,tidak ada salah nya Kami mempercepat pernikahan Kami.Secara Kami berdua sudah sama-sama siap.Dan pasti nya kedua keluarga Kami pun pasti menyetujui nya.
Tetapi Aku seperti ragu untuk menikah dengan nya.Sekarang ini hati Ku lebih berat ke Mia.Aku benar-benar lagi jatuh hati pada pembantu ku itu.
Tapi Aku tidak mungkin mengatakan nya pada Diana.Itu sama saja membuat Ia sakit.
Jika Aku menikahi Diana tetapi hati ku pada Mia, bukan kah itu juga tidak baik untuk pernikahan Kami.Itu sama saja Aku hidup di pernikahan yang pura-pura.Tetapi Aku juga tidak bisa menolak permintaan Diana*.
"Sayang,,Kenapa Diam??Kamu mau kan sayang??"Tanya Diana lagi pada Ku.
"Baik lah sayang,,Kita akan menikah.Nanti kita bicarakan pada Mami ya."Ucap ku sambil tersenyum pada nya.
"Benarkah sayang??Kamu tidak bohong kan??"Ucap Diana lagi bertanya pada ku.
"Iya sayang,,Kita persiapkan semua nya dari sekarang.Besok kita bicara kan lagi ya."Ucap Ku sambil memeluk nya.
"Terima kasih sayang,,,Aku mencintai Mu!!!"Ucap Diana sambil memeluk ku.
"Aku juga mencintai Mu sayang,,maaf kan jika Aku membuat mu sedih."Ucap ku pada Diana.
*Aku tidak tahu keputusan Ku ini benar apa tidak,yang jelas Aku merasa bersalah pada Diana.Mungkin benar Aku harus melupakan Mia.Dan mulai fokus kepada Diana.
Diana tidak bersalah,Aku yang bersalah karena telah mencoba bermain api.Seharus nya Aku tidak boleh membiarkan perasaan ku tumbuh.Harus nya dari awal Aku mencegah nya.Aku harus menghilangkan nya.
Maaf kan Aku Mia,,seharus nya dari awal Aku tidak memulai nya,,Tidak seharus nya Aku membuat Mu jatuh hati juga pada ku*.
__ADS_1