
*Diana*
Dava,,dimana Kamu???kenapa ponsel Mu tidak aktif.
Aku benci jika Kamu begini.
Aku pun membanting handphone Ku.
Dari semalam Dava tidak bisa di hubungi,Aku menghubungi Mami nya dan Mami nya bilang Ia lagi menyelesaikan bisnis nya bersma orang luar dan pergi berapa hari.Ini memang bukan yang pertama kali nya.
Tapi tidak seperti biasa nya Ia menonaktifkan Ponsel ny seperti ini.Kemana Kamu sebenar nya Dava???
Mungkin Aku menelpon Raynald saja,siapa tau Ia mengetahui nya.
Aku pun menekan nomor Raynald dan menelpon nya.
"Halo Di,,ada apa??"tanya nya pada Ku.
"Ray,,apa Dava bersama Mu??"TanyaKu pada nya.
"Dava??Aku baru saja pulang dari Jerman ada meeting di sana.Rencana baru hari ini Aku ingin main ke kantor nya."Ucap Raynald lagi.
"Oke kalo begitu Ray,,sampe jumpa."Ucap ku pada Raynald dan langsung mematikan telepon.
Aku tidak mau Raynald banyak bertanya nanti nya.
Ternyata Raynald juga tidak tahu kemana Dava pergi.Sebaik nya Aku ke kantor Dava saja mencari tahu lewat Jenny.Ia pasti tau jadwal Dava.
Aku pun bergegas menuju mobil dan meluncur ke kantor Dava.
******
Pagi ini Mia menyiap kan sarapan untuk ku.Terlihat Ia sangat ceria sekali hari ini.Ada perasaan bahagia saat melihat senyuman dari bibir nya lagi.
"Aku akan membuat Mu bahagia Mia."Ucap ku dalam hati.
Semalam Aku dan Mia menghabiskan waktu bersama,dan kejadian seperti kemaren terulang lagi.Aku dan Mia sama-sama tidak bisa menahan untuk tidak melakukan nya.
Suasana dingin di villa membuat Aku semakin tidak bisa menahan hasrat ku.Dan Mia pun juga ikut terbawa suasana sehingga Ia mengizinkan ku lagi untuk melakukan nya.
Hingga pagi menjelang Ia tidur di dalam pelukan Ku.
"Aku benar-benar mencintai wanita ini,wanita yang saat ini sedang menyiapkan sarapan untuk ku.
"Kenapa melihat Saya begitu Tuan??"tanya nya pada ku.
"Sudah ku katakan,jangan memanggil Ku Tuan lagi.Panggil saja Aku dengan sebutan sayang."Ucap ku sambil mendekati nya.
"Saya tidak biasa Tuan,,Saya sudah terbiasa dengan panggilan itu"Ucap nya sambil menunduk.
__ADS_1
"Jika Kamu memanggil Ku Tuan lagi.Aku akan melakukan lagi sepertu yang semalam Kita lakukan."Aku mengancam nya sambil tersenyum pada nya.
Ia pun menatap Ku.
"Iya baik lah,,Saya tidak akan memanggil Tuan lagi."Ucap nya pada Ku.
"Lalu Kamu akan memanggil ku apa??"Tanya Ku pada nya penasaran.
Akhir nya Ia akan memanggil Ku sayang,,
"Dava,,Saya akan memanggil Dava."Ucap nya sambil tertawa.
"Ini sarapan nya Dava,silahkan di santap."Ucap nya pada Ku sambil tertawa.
Aku pun tertawa mendengar nya.Ada rasa lucu saat mendengar kan Ia memanggil ku dengan sebutan Dava.
Kami pun menyantap sarapan sambil bercerita,tidak ada yang mengganggu Kami.Tidak ada suara telepon juga yang mengganggu.Aku sengaja mematikan ponsel Ku dari semalam.Benar-benar suasana yang tenang.
Ternyata hidup tanpa gadget tidak terlalu membosan kan.
"Ting,,tong,,
Terdengar bel depan berbunyi.
Aku dan Mia pun berpandangan.Siapa yang datang kemari??Bukan kah tidak ada yang tahu jika di rumah ini ada penghuni nya.Semalam Aku sengaja menyembunyikan mobil Ku di belakang rumah.Bahkan lampu di ruang depan pun sengaja Aku matikan,agar orang tau tidak ada orang di dalam villa ini.
"Kamu tunggu disini.Biar Aku yang melihat ke depan."Ucap ku pada Mia.
Aku pun berjalan ke depan dan membuka pintu,dan Mia pun mengikuti Ku dari belakang.
Terlihat di depan Ku saat ini Diana dan Raynald di hadapan Kami.
Plak,,
Diana menampar keras muka Ku.
"Dasar lelaki brengsek,,Kamu lebih memilih bersama wanita murahan ini di bandingkan dengan Ku."Teriak Diana pada Ku.
"Bagaimana Kamu tahu jika Aku ada di sini??"Tanya ku pada Nya.
"Tidak penting Aku tahu dari mana,yang jelas Kamu benar-benar sudah kelewatan Dava.Kamu mengkhianati Ku dengan wanita ini!!!"Ucap Diana lagi sambil menangis.
Plak,,plak,,
Ia menampar Ku lagi.Aku tidak bisa berbuat banyak.Aku membiarkan Diana meluapkan emosi nya kepada Ku.Aku tahu yang ku lakukan ini menyakiti hati nya.
Terlihat Raynald Diam saja.Mungkin Ia juga tidak percaya dengan apa yang barusan di lihat nya.Ia tak percaya jika Aku benar-benar bersama Mia di villa ini.
"Kenapa Kamu bisa bersama wanita ini???"Ucap Diana sambil menunjuk ke arah Mia.
__ADS_1
"Aku ingin melindungi nya."Ucap ku pada Diana.
"Kenapa Kamu ingin melindungi nya???Apa istimewa nya Dia untuk Mu???"Tanya Diana lagi pada Ku.
"Karena Aku menyukai Dia!!!"Ucap ku pada Diana dengan keras.
Diana pun langsung mendekati Mia dan menampar Mia,Mia pun di serang tanpa ampun oleh Diana.
"Sudah Diana,cukup.Apa yang Kamu lakukan??"Ujar ku berteriak pada Nya.
"Kamu sudah gila Diana!!"Ucap ku pada nya.
Raynald pun membantu Ku untuk melerai Diana dari Mia.
"Apa Kamu sudah gila Diana!!"Teriak Raynald pada Diana sambil menarik Ia menuju ke arah belakang.
Aku pun membantu Mia untuk bangun.Terlihat Mia menangis karena menahan sakit.Diana benar-benar menghajar Mia tanpa ampun.
"Kamu tidak apa-apa??"Tanyaku pada nya.
"Menjauh lah dari wanita itu Dava."Ucap Diana sambil mendekat dengan Ku sambil membawa pisau.Ia ingin menusuk kan pisau ke arah Mia,dengan cepat Aku menghalangi nya.
Pisau tertancap di lengan kanan Ku.Darah pun mulai keluar membasahi kemeja putih Ku.
Diana pun berteriak pada Ku,,
"Dava,,maafkan Aku.Aku bukan ingin menusuk Mu.Aku ingin menusuk wanita ini."Ucap nya sambil memegang Ku.
"Maaf kan Aku Dava."Ucap nya sambil menangis.
"Aku tidak bermaksud menyakiti Mu sayang."Ucap nya lagi.
Tampak Mia terdiam menatap Ku.Ia tak berani mendekati Ku dan mundur agak menjauh dari Diana.
"Dav,,kita harus segera ke rumah sakit."Ucap Raynald panik.
"Biar Aku saja yang membawa Dava,Aku bisa mengobati nya."Ucap Diana panik sambil menangis.
Mungkin Ia menyesal dengan apa yang Ia perbuat barusan.
"Tidak biar Aku yang mengantar nya.Kalian ikut dengan Ku ."Ucap ku pada Dava dan Diana.
Diana pun menuntun ku ke dalam mobil.
Sebelum berlalu Aku melihat Mia menangis di sudut Ruangan.Ia begitu takut melihat keadaan Ku.
Aku hanya menatap nya dari kejauhan.Dalam hati Ku berkata.
"Tunggu Aku Mia,,Aku akan kembali"
__ADS_1
******