
Hari ini adalah hari pernikahan Tuan Dava dan Nona Diana.Acara nya begitu megah dan mewah,dan di gelar di hotel termewah di kota ini.Bahkan di Liputi secara langsung oleh Televusi nasional.
Tuan Dava dan Nona Diana boleh di bilang bukan dari kalangan biasa.Wajar jika pernikahan mereka menjadi berita nasional,secara Tuan Dava seorang anak pengusaha terkenal.Begitu pun dengan Nona Diana,Ia juga bukan dari kalangan biasa.
Kehidupan pribadi mereka selalu jadi incaran para media.Banyak yang menantikan berita mereka berdua.Secara Tuan Dava seorang pengusaha muda yang sukses,tampan menikah dengan Nona Diana seorang dokter muda yang cantik.Benar-benar pasangan yang sempurna.
Terlihat para wartawan sudah bersiap dari pagi di depan halaman hotel untuk mendokumentasi kan acara pernikahan mereka.Banyak terlihat papan ucapan yang begitu banyak menghiasi sepanjang jalan menuju hotel.
Banyak yang ingin menyaksikan acara pernikahan mereka,termasuk Aku.Dari pagi Aku dan Ibu menonton televisi.
Ada perasaan sedih saat melihat acara ini.Tuan Dava lelaki yang menjadi cinta pertama Ku.Akhir nya menikah dengan pilihan nya.
"Rugi banget ya nak,Kamu tidak bisa hadir di sana.Pesta nya mewah sekali."Ucap ibu ku pada Ku.
"Tuan Dava dan istri nya cantik sekali.Serasi sekali pasangan ini."Ucap Ibu lagi mengagumi mereka.
"Iya buk,mereka pasangan yang cocok.Mia kurang enak badan buk.Kalo Mia sehat pasti Mia datang ke sana."Ucap ku pada ibu sambil tersenyum.
Aku memang berbohong pada Ibu dengan mengatakan bahwa Aku di undang untuk datang di acara pernikahan Tuan Dava dan Nona Diana.
Padahal tidak ada undangan sama sekali untuk ku.
Siapa Kamu Mia??Kamu lupa jika Kamu cuma pembantu mereka.Dan Tuan Dava pun sudah melupakan Kamu.
Tiba-tiba pandangan Ku menjadi gelap,kepala Ku seperti berputar-putar.
"Aduh buk,,kenapa kepala Mia pusing sekali ya buk."Ucap ku pada Ibu.
"Kamu kenapa nak??Masih sakit??"Tanya ibu lagi.
Aku pun hanya menggeleng,,
__ADS_1
Seminggu ini badan Ku memang terasa agak aneh.Aku terasa sangat lemah sekali.Kadang kepala ku pusing dan perut ku terasa mual.Aku berpikir jika Aku sedang masuk angin.Karena sering tidur larut malam.
"Mau ibu kerokin lagi nak??"Tanya ibu pada Ku.
"Tidak buk Mia ini sudah enakan.Kita liat acara nya ya buk."Ucapku pada Ibu.
Kami pun menyaksikan acara pernikahan Tuan Dava.Terlihat kebahagiaan dari Tuan Dava dan Nona Diana.Senyum tak henti-henti nya keluar dari bibir mereka berdua.Mereka benar-benar pasangan yang serasi.Bak pangeran dan putri kerajaan.
Terlihat juga raut wajah gembira Tuan,Nyonya dan Nona Jessy menyambut tamu yang hadir.Semua acara berjalan lancar.Banyak tamu penting yang hadir di acara ini.
Ada perasaan sedih dalam hati ku,Tuan Dava benar-benar menjadi milik nona Diana sekarang ini.
Kepala ku pun semakin pusing,sebaik nya Aku rebahan dulu.Siapa tahu ini karena Aku kurang tidur berapa hari ini.
"Buk,Mia ke kamar dulu ya buk."Ucap ku pada Ibu.
"Iya nak,,istirahat dulu.Nanti jika mau ibu pijit panggil ibu ya nak."Ucap ibu pada Ku.
Sesampai di kamar Aku pun berbaring di kamar.Aku masih terbayang wajah Tuan Dava saat bersanding dengan Nona Diana.Begitu bahagia nya.
"Kamu sudah bahagia sekarang Tuan,,,
Aku pun mencoba memejam kan mata dengan tetesan air mata.
Aku sangat merindukan Mu Tuan,,,
******
Akhir nya Aku dan Diana resmi menikah.Sekarang ini Aku sudah sah menjadi suami Diana.Terlihat raut wajah bahagia dari keluarga besar Ku.Melihat Aku dan Diana telah menjadi keluarga.
Aku dan Diana menjalin hubungan dari kami masih sama-sama kuliah.Tanpa terasa hubungan itu sudah memasuki usia sepuluh tahun.Memang tidak ada alasan lagi untuk menunda pernikahan.Karena itu memang usia yang sudah cukup untuk mengenal satu sama lain.
__ADS_1
Selama ini boleh di bilang Aku dan Diana baik-baik saja.Kami sama-sama tidak menuntut waktu satu sama lain.Diana yang ku kenal adalah seorang gadis yang baik,yang ramah kepada semua orang.
Tapi menjelang pernikahan Aku di hadapkan dengan dua hati.Aku mulai jatuh hati kepada Mia,seorang pembantu di rumah Ku yang tidak sengaja ku temui.
Mia memang gadis yang biasa,Tapi Aku sangat menyukai nya.Ia selalu membuat Aku memperhatikan nya karena keluguan nya.Ia suka membuat Aku tertawa dengan tingkah laku nya.
Sehingga membuat ku semakin hari semakin jatuh hati pada nya.Dan membuat Ku melupakan Diana.
Perasaan ku pun mulai memudar dengan Diana seiring berjalan nya waktu.Bahkan menjelang pernikahan,Aku mulai tidak ada perasaan apa-apa lagi pada nya.Di tambah dengan tingkah laku Diana yang selalu menyakiti Mia.Perasaan ku benar-benar hilang untuk nya.
Dia bukan Diana yang Aku kenal sepuluh tahun ini.
Boleh di katakan Aku melanjuti pernikahan ini dengan terpaksa.Karena memikirkan Papi dan Mami.
"Sayang,,kenapa melamun??tanya Diana pada ku.
"Tidak apa sayang,,Aku hanya capek saja.
"Tersenyum lah sayang,,di sini banyak wartawan.Jangan biarkan mereka menciptakan berita yang tidak-tidak lagi."Ucap nya pada Ku.
Aku pun menuruti keinginan Diana.Terlihat banyak tamu yang hadir ke acara Kami.Tak terlihat oleh ku sosok Mia yang hadir di acara Ku.
Padahal kemarin Aku sudah menitip kan undangan untuk nya dan keluarga nya dengan Raynald.Dan Raynald bilang jika undangan nya sudah di terima oleh Mia.
Mungkin Ia kecewa pada Ku.Karena Aku tidak menepati janji ku pada nya.Aku bukan lelaki yang baik.Aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk nya.
Terbayang di pikiran ku lagi saat-saat bersama Mia.Tenang yang Aku rasakan.Mia bisa melakukan hal-hal yang Aku suka.Ia bisa memasak makanan kesukaan ku.Ia suka bertingkah lugu yang membuat Aku semakin gemas kepada nya.
Aku merindukan Mu Mia,,,
*****
__ADS_1