
*Dava*
Entah apa yang ada di pikiran Diana,kenapa Ia tega menyakiti Mia seperti itu.Jika Jessy tidak memberi tahu Ku mungkin Aku tidak tahu jika Mia di sakiti oleh Diana.
"Kak cepat ke belakang..Mia di sakiti Kak Diana."Ucap Jessy berbisik pada Ku.
setelah pamit dengan Tamu,Aku pun berlari ke belakang.Ku lihat Mia sudah terjatuh di lantai.Tak ada satu pun yang menolong nya.
"Miaaa,,,Kamu kenapa??"Ucap Ku pada Mia dan langsung mendekati nya."Kamu tidak apa-apa???"Tanya ku panik.
Aku pun langsung menggendong Mia dan membawa Ia pergi dari acara.
Terdengar teriakan Diana yang meneriaki Ku.Aku tidak perduli dengan panggilan Diana.
Aku bergegas membawa Mia masuk ke dalam mobil dan bergegas menuju klinik terdekat.Di dalam mobil kelihatan Mia menahan sakit.Aku pun melaju kan mobil Ku dengan kecepatan tinggi.Agar cepat tiba di klinik terdekat.
Setiba di klinik Mia pun di periksa dan di lihat luka nya.Kata dokter tangan dan Kaki nya Mia merah karena terkena air panas.Tapi untung segera di bawa klinik.Dan Dokter pun cepat mengobati Luka Mia.Sehingga tidak terlalu parah.
Sejak kapan Kamu jadi kriminal seperti itu??Ada rasa kesal di hati ku karena melihat Diana seperti Itu.Diana yang ku kenal bukan Diana yang menyakiti orang.
Selesai berobat Kami pun pulang dan masuk ke dalam mobil.
"Bagaimana Mia??Apa masih sakit??"Tanya Ku Pada Mia.
"Sudah enakan Tuan,Terima Kasih Tuan sudah membawa Saya berobat."Ucap Mia pada Ku.
"Tidak apa-apa Mia,sudah kewajiban Saya.Karena Diana yang melukai mu."Ucap ku pada nya.
"Mungkin Nona Diana tidak sengaja Tuan.Saya sudah baik-baik saja sekarang."Ucap Mia meyakinkan.
"Besok Kamu tidak usah bekerja dulu,biar istirhat saja dulu."Ucap Ku lagi.
"Tidak apa-apa Tuan pasti besok pagi sudah enakan.lagian luka ini tidak terlalu parah,Saya masih bisa bekerja."Ucap nya meyakini Ku.
"Mia,,jangan membantah Saya!!"Ucap Ku sambil menatap nya.
"Ehh,,iya Tuan.."Jawab nya pada Ku tapi tetap tidak berani menatap Ku.
"Kamu tidak tahu betapa Saya sangat mengkhawatir kan Kamu tadi.Kamu tidak tahu bagaimana takut nya Saya jika terjadi apa-apa dengan Mu."Ucap ku pada nya dengan lembut.
Tak ada jawaban dari Mia.Tak lama terdengar dering telepon dari ponsel Mia.Mia pun mengambil ponsel dari hand bag nya.
__ADS_1
Raynald menelpon,dan Mia pun melihat ke arah Ku.
"Sini,,biar Saya saja yang mengangkat nya."Ucap ku pada Nya dan langsung mengambil ponsel di tangan Mia dan mengangkat nya.
"Mia,,Kamu di mana??Kamu baik-baik saja kan??"Tanya Raynald.
"Iya Mia bersama Ku Ray,dan Ia baik-baik saja."Ucap Ku.
"Dav,,Kamu bersama Mia??Kenapa ponsel Mu tidak aktif,Diana mencari Mu dari tadi."Raynald berkata lagi.
Aku baru ingat,tadi waktu acara Aku sempat mematikan ponsel.Dan Aku lupa mengaktifkan nya lagi.Aku pun langsung mengambil ponsel dan menyalakan nya.
"Iya terima kasih Ray,Kami jalan pulang dulu ya."Ucap Ku sambil mematikan ponsel tanpa perduli Raynald masih ingin bicara apa tidak.
"Kenapa Tuan mematikan telepon nya Tuan??"tanya Mia pada Ku.
"Kamu masih ingin bicara dengan Raynald??"tanya Ku pada Mia.
Terbesit lagi rasa cemburu jika Mia sudah mulai membawa Raynald.Entah kenapa Aku sangat mencemburui Mereka.Padahal Aku dan Mia tidak ada hubungan apa-apa.
"Tidak Tuan,,Saya hanya bertanya."Ucap nya pada Ku.
*Kriing,,kring,,kring,,
"Ya Di,,kenapa??"Ucap Ku ketus pada Nya.
"Kamu di mana bersama wanita itu???kenapa ponsel Mu dari tadi tidak aktif Dava???"tanya nya Diana pada Ku.
"Aku baru mau pulang bersama Mia,Kami dari klinik mengobati Luka Mia."Ucap ku lagi.
"Peduli sekali Kamu dengan nya Dav,,luka kecil begitu juga.Sampai Kamu tidak memperdulikan omongan Ku."Ucap Diana emosi.
"Kalo mau berdebat nanti tunggu Aku di rumah.Aku mau pulang dulu.bye."Ucap ku sambil mematikan ponsel dan menjalan kan mobil.
*Kring,,kring,,kring
lagi-lagi Diana menelpon Ku.Dan Aku pun langsung mematikan ponsel*.
"Kenapa Tidak di angkat Tuan telepon nya??Nanti Nona Diana cemas pada Tuan."Ucap Mia lagi.
"Biarkan saja,nanti sampai di rumah Saya akan menelpon nya."Ucap ku pada Mia.
__ADS_1
Dan Aku pun melaju cepat kendaraan ku untuk sampai di rumah.
******
Seharus nya memang Aku tidak boleh menyukai Tuan Dava.Mungkin Nona Diana bisa merasakan perasaan Ku pada Tuan Dava,maka nya tadi Ia mengatakan Aku wanita tidak tahu diri.
Apa Aku harus menghilangkan perasaan Ku pada Tuan Dava???Sebelum kejadian buruk lagi menimpa Ku.Aku tidak ingin terjadi lagi hal-hal seperti tadi.
Aku pun menatap ke arah Tuan Dava.
Mengapa Aku harus menyukai Mu Tuan Dava???Lelaki yang berbeda derajat jauh dengan Ku.Lelaki yang tidak mungkin Aku dapatkan.
Masih teringat dengan Ku kejadian di hotel tadi,saat Nona Diana mencelakai Ku.Tidak ada rasa bersalah nya pada Ku.Ia malah menertawakan Ku bersama teman-teman nya.Apakah orang kaya seperti itu semua???menganggap semua pembantu itu rendahan.
Bukan kah mereka itu merasakan bangku pendidikan setinggi mungkin,tapi kenapa attitude mereka lebih rendah dari diri ku yang seorang pembantu ini.
Tidak ada belas kasihan dari mereka melihat Ku terjatuh dan terluka.Yang Ada malah mereka menertawakan Ku.Seperti sedang melihat pertunjukan lucu.Untung ada Tuan Dava yang menolong Ku.Yang membawa Aku kabur dari situasi itu.
Jujur ada kebahagiaan dalam diri ku saat melihat Tuan Dava peduli pada Ku.Apa lagi saat Ia menggendong Ku tadi terlihat wajah cemas di wajah nya.
Tuan Dava,,kenapa harus Kamu yang menjadi cinta pertama Ku??
Kami pun tiba di rumah,terlihat pintu gerbang kebuka terlihat dengan Kami Nona Diana sudah menunggu Kami di depan rumah.
Terlihat Muka tidak bersahabat nya kepada Kami berdua.
"Dari mana saja Kalian???"Ucap Nya pada Kami.
"Apa yang Kamu lakukan malam-malam begini Di??"Tanya Tuan Dava pada Nona Diana.
"Aku menunggu Kalian berdua.Dari mana saja Kalian berdua??kenapa ponsel Mu dari tadi tidak Kamu aktif kan Dava,,Kamu sengaja???"Tanya Nona Diana dengan emosi.
"Diana sebaik nya Kamu pulang,Ayo Aku antar."Ucap Tuan Dava lagi.
"Kenapa Kamu tidak menjawab pertanyaan Ku Dava??"Tanya Nona Diana lagi.
"Sudah Ayo masuk,,"Ucap Tuan Dava sambil memaksa Nona Diana masuk ke dalam mobil.
Sebelum masuk ke dalam mobil Nona Diana sempat melihat Ku dan menatap sinis ke arah Ku.Terlihat kebencian di dalam diri Nya pada Ku.
Tak lama kemudian mereka pun berlalu dari Ku.
__ADS_1
Tuan Dava pergi bersama Nona Diana tanpa berkata apa-apa pada Ku.
*****