
Setelah Aku selesai memasak,Aku mulai menyiapkan makanan untuk Tuan Dava di atas meja.Untung saja Aku bisa menyiapkan nya sebelum sholat magrib.
Aku menata semua makanan di atas meja,Aku susun rapi semua nya seperti yang sering bi Ira lakukan.
Untung nya Aku selalu memperhatikan bi Ira melakukan nya.
Selesai menyiapkan semua nya Aku mendengarkan adzan magrib berbunyi,Aku pun bergegas mengambil wudhu dan sholat di kamarku.
Setiap kali berdoa Aku selalu berdoa untuk Ayah,Ibu,diriku dan adik ku.Aku selalu berdoa untuk kesehatan Kami dan semoga Aku bisa membahagiakan keluarga ku.Bagiku keluarga ku adalah segala-galanya bagiku.
Bahkan Aku rela memberikan nyawaku untuk kebahagiaan keluarga ku.
Selesai berdoa Aku pun kembali ke dapur untuk melihat apakah Tuan Dava telah selesai makan.Karena Aku akan membereskan makanan nya.
Tapi kulihat sedikitpun makanan belum di sentuh oleh nya."Kemana dia??bukan kan tadi Ia berkata Ia sangat lapar,,"Ujarku dalam hati.
Jujur selama Aku dirumah Tuan Dava.Aku tidak pernah berani untuk naik ke lantai atas.Selama ini hanya Bi Ira yang berani untuk membangunkan Tuan Dava atau pun untuk membersihkan kamar nya.
Tugas ku hanya membersihkan ruangan depan.ruang kerja Tuan Dava dan halaman belakang.
"Kemana dia??"Tanyaku dalam hati."Mungkin saja Ia bentar lagi turun,sudah lah yang penting semua nya sudah siap di atas meja."batin ku lagi.
Tak terasa sholat Isya pun tiba dan Aku pun melaksanakan sholat Isya,selesai sholat Aku pun melihat lagi ke ruang makan.
Dan lagi-lagi makanan belum ada juga yang disentuh.
Apa yang terjadi dengan Tuan Dava.Kenapa Ia tidak turun dari tadi.,"Apakah Ia marah kepadaku karena Aku lama memasak nya??"Ujarku dalam hati.
Seperti nya Aku tidak terlalu lama memasak tadi,boleh di bilang cukup cepat malah karena Aku takut di marah oleh Tuan Dava.Tapi kenapa Ia belum juga memakan nya,,"Ujar ku lagi.
"Apakah Aku harus melihat nya ke atas??tetapi kalo nanti Ia marah apakah tidak jadi masalah buatku??"batinku berkata lagi.
Aku ingat kejadian di halaman belakang dulu saat Ia marah bilang diriku berani berpose di halaman belakang rumah nya dengan bunga-bunga nya tanpa ijin terlebih dahulu.
Dan Aku tidak ingin hal tersebut terjadi lagi.
Tetapi apabila Aku tidak naik ke atas,bagaimana jika terjadi apa-apa dengan nya.Aku pun menjadi ragu.
"Mungkin Aku harus menunggu sebentar lagi,," Kata ku dalam hati.
Aku ingin meminta Andri untuk melihat keadaan Tuan Dava ke atas,cuma kata Andri,Ia juga tidak berani untuk ke atas karena yang berani untuk ke atas itu cuma Bi ira.Hanya Bi Ira yang di beri akses oleh Tuan Dava untuk ke atas.
Tadi juga Andri mencoba menelpon ke ponsel nya Tuan Dava,tetapi tidak ada jawaban.
"Mungkin Tuan lagi banyak kerjaan,setiap Tuan di kejar deadline,Ia tidak suka di ganggu karena akan merusak Mood nya."Andri berujar padaku.
Aku pun sedikit lega mendengar nya.
Akhirnya waktu sudah menunjukan jam sembilan malam.Dan Tuan Dava pun belum turun juga.Aku yakin ada apa-apa dengan Tuan Dava.Kenapa benar-benar tidak ada suara dari atas.
"Apakah Aku harus naik ke atas??"batin ku lagi.
"tetapi jika Ia benar-benar sibuk dan Aku menganggu nya.Apakah itu tidak jadi masalah untuk ku??"Aku pun menjadi ragu.
Akhir nya setelah mengucapkan Bismillah,,Aku pun memberanikan diri naik ke atas.Aku begitu terkejut melihat keadaan di atas.Ruangan di sana begitu besar penuh dengan perabotan mewah juga,di sana terdapat empat kamar.Aku pun melihat kiri dan kanan untuk mencari yang mana kamar Tuan Dava.Jujur rumah ini sungguh besar sekali.Mngkin apabila ada pencuri yang bersembunyi di salah satu kamar di rumah ini tidak akan ketahuan.
"Serem juga ya,,"batin ku.
Aku pun mulai menebak kamar mana yang di di tempati oleh Tuan Dava.Setelah menebak-nebak,akhir nya Aku memberanikan diri mengetuk sebuah kamar di dekat balkon atas.
"Permisi Tuan,,"Aku pun mengetuk pintu,tak ada jawaban dari dalam kamar.
__ADS_1
tok..tok..tok..
"permisi tuan,,"aku pun mengetuk pintu lagi..
Tetap tidak ada jawaban.
Dan Aku pun memberanikan diri membuka pintu.Jujur Aku sebenar nya tidak berani untuk lancang seperti ini,tetapi entah mengapa hatiku mengatakan bahwa Tuan Dava sedang tidak baik-baik saja.
Saat pintu terbuka Aku kaget melihat Tuan Dava tertidur.Apa iya Ia tertidur??Aku pun memberanikan diri mendekati nya.
"Permisi Tuan,,Tuan tidak apa-apa??"Ujar ku bertanya pada nya.
Tetapi tidak ada respon dari Tuan Dava.
Aku pun kembali memanggil nya tetap tidak ada respon juga dari nya.
Akhir nya Aku berani kan diri untuk mendekati Tuan Dava,Aku pegang badan nya untuk membangun kan nya dengan hati-hati.
Pada saat tangan ku memegang lengan nya Aku kaget.
"Astaqfirullah,,badan nya panas sekali,ternyata Ia sakit."gumamku dalam hati.
"Tuan Dava..Tuan sakit ya??" Ujar ku pada nya.
Tiba-tiba Ia bersuara.
"Mami..Mami..Dava kangen mami,,"Ujar nya mengigau.
"Lucu ya,,ternyata Ia adalah anak Mami,,tampang boleh berwibawa tetapi tetap saja anak manja ternyata."Ujar ku sambil tersenyum geli.
Lalu Aku pun bergegas ke dapur untuk mengambil kompres dan es batu.Aku kembali dengan cepat ke atas.
Aku pun mengompres Tuan Dava.
Sampai Ia saja tidak sadar kalo Aku ada di kamar ini bersama nya.
Aku bingung harus menghubungi siapa Karena Aku benar-benar tidak ada nomor ponsel Bi Ira atau pun Nona diana.Aku ingin membangunkan Andri pasti Ia sudah tertidur.
Akhir nya Aku putus kan untuk menjaga Tuan Dava malam ini.
"Pasti Ia tidak keberatan jika Aku menjaga nya,,"batin ku.Bukan kah Ia Juga lagi tertidur.
Aku pun terus mengompres Tuan Dava,apabila kain kompres telah hangat Aku pun cepat membasuh nya lagi agar kepala Tuan Dava kembali dingin.
Kelihatan sekali muka nya pucat.Aku bingung harus berbuat apa.
"Ya Allah,,berikan Tuan Dava kesembuhan,kasihani Ia,,di saat seperti ini pun Ia jauh dari orang tua nya "Ujarku iba melihat nya.
Sekitar satu jam Aku menunggui nya di samping tempat tidur nya.Aku selalu memastikan Ia tidak mengigau lagi.
Karena malam semakin larut dan akhir nya mataku pun tidak bisa di ajak bersahabat,Akhir nya Aku pun tertidur menggunakan kursi di samping Tuan Dava.
*Dava*
"Kenapa ini??badan ku sakit sekali.Kepala ku berat sekali rasa nya."gumamku dalam hati.
"Dan apa ini,Aku memegang handuk kecil di dahi Ku,Siapa yang mengompres ku??"Ujar ku sambil mencoba duduk.
Bukan nya Bi Ira lagi ijin??tidak ada di sini,,"Aku bertanya dalam hati.
Dan Aku terkejut saat melihat Mia tidur di pinggir menggunakan kursi di samping ku.Jadi Ia yang mengompres ku."Ujar ku dalam hati.
__ADS_1
"Berani juga Ia sampai kekamar ini,,"gumamku dalam hati.
Aku perhatikan wajah nya,kelihatan Ia sangat kelelahan,tak tega Aku membangun kan nya.
Dan entah kenapa Aku lebih suka melihat Ia tertidur seperti ini.Aku suka melihat wajah nya.Benar-benar teduh sekali.
"Apa-apa an Kamu Dava kenapa Kamu malah memuji nya??Ingat Dava kamu sudah ada Diana."Ucap batin ku.
Tetapi mengapa Aku tak ingin Mia pergi dari sini,Aku bisa saja membangun kan nya,lantas meminta Ia untuk pergi dari kamar ini.Tetapi mengapa hati ku enggan melakukan nya.Aku masih ingin melihat wajah nya.Teduh sekali.Membuat hati ku damai.
Aku ingat pertama kali Aku bertemu dengan nya.Ia benar-benar melindungi Ayah nya.Ia rela di penjara agar Ayah nya bisa bebas dari hukuman ku.
Maka nya Aku urungkan niat ku untuk menghukum nya karena Aku tau Ia benar-benar gadis yang baik.
Tak lama kemudian Ia pun terbangun,dan Aku pun panik dan pura-pura tidur.
"Jam berapa ini??"Ujar nya sambil melihat jam dan menunjukan pukul dua pagi.
"Bagaimana dengan Tuan Dava ya,,"Ia berkata lagi..
Ia pun mendekat ke arah ku dan memegang dahi Ku.
"Alhamdulillah,,panas nya sudah agak turun,,syukurlah."Ujar nya.Semoga besok Tuan sudah sembuh ya,,"ujar nya sambil kembali mengompres ku dan berbicara sendiri.
Ada rasa lucu aku mendengar Ia berbicara sendiri.
"Sebaik nya Aku sholat dulu,tetapi kalo Aku tidak kembali ke kamar ini lagi dan Tuan Angkuh ini panas lagi gimana ya??nanti ada apa-apa lagi dengan nya,,"Ujar Mia masih berbicara sendiri.
"Ternyata Ia masih saja memanggil ku dengan sebutan Tuan angkuh,seandainya Aku tidak sakit mungkin Aku akan melototi nya."Sabar Dava,,sabar,,"Ucapku dalam hati sambil masih memejamkan mata.
"Seperti nya Aku sholat disini saja."Kata Mia lagi.
Ia pun melangkahkan kaki keluar kamar,sesaat Mia keluar Aku pun kembali membuka mata.
"Dasar wanita itu,,berani nya Ia memanggil ku dengan sebutan Tuan angkuh.Padahal Aku baik begini juga,masih saja Ia memberi Aku dengan sebutan itu "gumamku dalam hati.
Tak berapa lama Aku terdengar langkah kaki Mia menuju ke kamarku lagi.Aku pun langsung pura-pura tidur lagi.Aku lihat Ia sudah menggunakan mukena nya
Kelihatan cantik sekali Ia mengenakan mukena.
Tak lama Ia pun menunaikan sholat tahajud,selama Ia sholat Aku terus memperhatikan Mia.Ada rasa ketenangan dalam hati ku saat melihat Mia sholat.
"Mia,,sebenar nya Kamu gadis yang sempurna."Ujar ku dalam hati.Kamu cantik,rajin sholat,sayang pada keluarga, pintar memasak hampir semua nya ada di diri Kamu,Tetapi nasib mu yang kurang beruntung,,"Ujarku dalam hati.
Seharus nya Ia bisa kuliah dan bisa bekerja ditempat yang layak.Akan tetapi karena keadaan Orang tua nya,Ia harus rela bekerja apa saja untuk memenuhi kebutuhan Orang tua nya.
"Benar-benar gadis yang bertanggung jawab,,"Ujar ku dalam hati.
Tak lama kemudian Mia pun selesai sholat,Ia pun kembali menghampiri ku lagi.Dan memegang dahi Ku lagi.
"Cepat sehat ya tuan angkuh,,"Ujar nya padaku sambil tersenyum.
Tak lama kemudian Ia pun kembali tertidur di kursi disamping tempat tidur ku.
Aku biarkan Ia tertidur lagi di samping ku.
"Biarkan lah Ia disini dulu,,"batin ku.
Aku masih ingin memandang mu Mia,,"gumam hati ku sambil tersenyum.
Dia Manis sekali.
__ADS_1
******