
Haruskah Aku menerima permintaan Tuan Raynald untuk menikahi ku??Apakah bisa Aku menjalani hari-hari dengan orang yang tidak Aku cintai.
Tuan Raynald sudah mengutarakan maksud dan tujuan nya datang kemari kepada Ayah dan Ibu.Tentu saja Ayah dan Ibu terharu mendengar nya.
Mereka senang sekali masih ada orang baik seperti Tuan Raynald yang peduli dengan nasib ku.Tapi orang tua ku juga tidak bisa memaksa nya.Mereka tetap menyerahkan keputusan pada ku.Karena yang menjalani pernikahan ini adalah Aku.
Malam ini Tuan Raynald menginap di rumah.Terdengar Ia lagi mengobrol dengan Ayah di teras rumah.Aku dan Ayu lagi di kamar,melihat Ayu mengerjakan pekerjaan rumah nya.Tak lama kemudian Ibu masuk ke kamar ku.
"Nak,apa Kamu sudah mengambil keputusan??"Ucap ibu pada ku.
"Entah lah buk,Mia bingung.Mia tidak menyukai Tuan Raynald."Ucap ku pelan.
"Masalah suka atau tidak suka nanti bisa tumbuh seiring perjalanan waktu nak."Ucap ibu lagi.
"Iya kak,,Tuan Raynald orang yang baik.Kakak pasti bahagia nanti nya."Ucap adik ku Ayu.
Ayu sudah mengerti apa yang terjadi pada Ku.Ia juga selalu mengingat ku untuk makan tepat waktu,atau membantu ku untuk tidak bekerja terlalu capek.Bahkan sekarang Ia yang banyak membantu ibu.
"Kamu pikiri anak yang ada di dalam kandungan Mu nak.Nanti saat Ia lahir Ia bisa mempunyai ayah."Ucap ibu lagi.
Yang di katakan ibu benar,Seandai nya Aku menikah dengan Tuan Raynald.Anakku nanti nya akan memiliki Ayah.Seperti nya Aku terima saja lamaran Tuan Raynald.
"Baik lah bu,,Mia mau keluar mau bicara dengan nya dan Ayah."Ucap ku pada Ibu.
Ibu dan Ayu pun tersenyum.Mungkin mereka bahagia karena mendengar ku mau menerima lamaran Tuan Raynald.
Aku pun menuju ke depan rumah.Terlihat Ayah dan Tuan Raynald memberhentikan obrolan mereka saat Aku tiba.
"Mia,,belum istirahat nak??"Ucap Ayah pada ku.
"Belum yah,,kelihatan nya seru sekali yah mengobrol nya."Ucap ku sambil tersenyum.
"Iya Mia,,ternyata Ayah ini seorang banyak sekali pengalaman hidup nya."Ucap Tuan Raynald semangat bercerita.
Tuan Raynald memang akrab sekali dengan Ayah ku.Ia bisa mengobrol dengan Ayah berjam-jam untuk sekedar bercerita.Sehingga membuat Ayah betah untuk mengobrol dengan nya.Dan mereka juga seperti nya sangat cocok.
"Tuan,saya mau bicara."Ucap ku pada Tuan Raynald.
__ADS_1
"Ya Mia,,mau bicara apa??"tanya Tuan Raynald padaku.
Ayah menatap ke arah Ku.
"Apa Ayah masuk ke dalam dulu ya??"Ucap Ayah pada Ku.
Mungkin Ayah segan melihat ku ingin berbincang dengan Tuan Raynald.Sehingga Ia ingin masuk ke dalam rumah.
"Tidak apa Yah,,Ayah di sini saja.Mia juga ingin bicara pada Ayah."Ucap ku pada Ayah.
"Bicara apa nak??"tanya Ayah lagi pada ku.
"Mia mau menikah dengan Tuan Raynald yah."Ucap ku pada Ayah.
Terlihat Tuan Raynald kaget mendengar perkataan Ku.
"Apa kamu bilang Mia??Saya tidak salah dengar??"Ucap Tuan Raynald lagi.
"Iya Tuan saya mau menikah dengan anda.Tapi Saya mempunyai beberapa persyaratan untuk Anda Tuan."Ucap ku pada nya.
"Syarat??syarat apa itu Mia??"Ucap Tuan Raynald bertanya pada ku.
"Nanti Akan saya kata kan Tuan,Jika Tuan menyanggupi nya Maka Kita akan menikah.Tapi jika Tuan tidak menyanggupi nya,berarti Kita tidak akan jadi menikah."Ucap ku pada nya.
"Baik lah,cerita kan pada Ku apa itu persyaratan nya."Ucap Tuan Raynald lagi.
"Yang pertama,Tuan harus mengatakan pada Tuan Dava jika Saya sudah menggugurkan kandungan ini.Saya tidak ingin Ia tahu jika anak saya ini Anak nya suatu saat nanti.Yang kedua Saya belum siap untuk melayani Tuan sebagai istri,Tuan pasti mengerti apa maksud Saya.apakah Tuan mau menunggu nya sampai Saya siap??"Tanya ku pada Tuan Raynald.
Tampak muka kaget Ayah dan Ibu karena mendengar permintaan Ku.
"Mia,,Kamu tidak boleh seperti itu nak.Kenapa Jadi kamu yang memberi syarat kepada Tuan Raynald."Ucap Ayah pada Ku.
Memang benar yang di katakan Ayah.Tak seharus nya Aku memberikan persyaratan kepada Tuan Raynald.Bukan kah Ia sudah berbesar hati menerima Ku apa ada nya.
Tapi Aku belum ada perasaan kepada Tuan Raynald,dan Aku tak mau berpura-pura pada nya.
Tuan Raynald pun tersenyum.
__ADS_1
"Baik lah Mia,,saya menerima persyaratan Mu.Tapi Kamu juga harus menerima persyaratan dari Ku."Ucap Tuan Raynald lagi.
"Persyaratan apa Tuan??"Tanya ku lagi.
Ternyata Tuan Raynald juga mempunyai persyaratan untuk ku.
"Kamu harus belajar untuk mencintai ku dan melupakan Dava."Ucap nya pada Ku.
"Akan ku lakukan Tuan."Ucap ku lagi.
"Saya ingin tidak ada bayang-bayang Dava lagi di dalam pernikahan Kita nanti nya."Ucap Tuan Raynald lagi.
Aku pun mengiyakan.Memang semua butuh waktu.Aku akui Aku masih sangat mencintai lelaki itu.Walaupun Ia tidak bertanggung jawab pada Ku.Tapi Aku tidak pernah bisa melupakan nya.Semoga seiring waktu nanti Aku benar-benar bisa melupakan nya.
"Besok Saya akan kembali dan mengurus semua nya.Saya ingin kita menikah di sini saja.Biar tidak ada yang tahu untuk sementara."Ucap Tuan Raynald.
Ternyata Tuan Raynald sepemikiran dengan Ku.Aku juga ingin cukup menikah di kampung ini saja.Tidak perlu kemewahan.
"Baik nak,Ayah juga akan bantu apa yang di perlukan di sini."Ucap Ayah pada Tuan Raynald.
"Iya yah,terima kasih banyak Yah."Ucap Tuan Raynald lagi.
"Terima kasih nak,karena sudah baik dengan keluarga Kami.Kami sangat berhutang Budi dengan nak Raynald."Ucap ibu lagi.
"Tidak buk,,Saya tidak melakukan apa-apa.Saya ingin menikahi Mia karena saya benar-benar mencintai Dia.Mau apa pun yang terjadi dengan nya."Ucap Tuan Raynald lagi sambil tersenyum pada ku.
"Terima kasih Tuan,,Terima kasih sudah mau menerima Ku."Ucap ku pada nya.
"Terima kasih juga sudah mau menjadi istri Ku."Ucap nya pada ku.
Semoga ini menjadi awal yang baik untuk Ku ke depan nya.Aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk Tuan Raynald.Aku akan melupakan Tuan Dava.
Aku tidak mau Ia tahu jika anak ku ini nanti adalah anak nya.Tidak akan ku biarkan anak ku tahu siapa Ayah nya yang sebenar nya.
Anak ku tidak pantas mempunyai Ayah yang tidak bertanggung jawab seperti Dia.
*****
__ADS_1