
Praaang,,,
Diana membanting gelas yang ada di meja.
Aku dan Diana baru saja tiba di rumah,hari ini Ia sudah diperboleh kan untuk pulang kerumah.
Semua yang ada di atas meja di banting oleh Diana.
Ia tumpahkan semua kekesalan nya.
Terlihat semua pembantu terkejut melihat Diana,tapi mereka tidak berani untuk mendekat.
"Sayaang,,apa yang Kamu lakukan??"Ucap ku pada nya.
Ia menatap ke arah ku.
Seperti nya Ia menahan amarah dari rumah sakit tadi.
"Aku benci melihat mu Dava!!!"Ucap nya pada ku.
Aku hanya terdiam.
Ya semua memang salah ku,Aku pantas untuk di benci oleh Diana.
"Aku tidak percaya jika Kamu mempunyai anak dengan wanita itu."Ucap nya sambil menangis.
"Sayang,,maafkan Aku."hanya kata itu yang mampu Aku ucap kan untuk saat ini.
"Selama ini Kamu membohongi ku."Ucap nya lagi pada ku.
"Iya Aku salah sayang,,tapi Kamu tau kan jika anak itu tidak bersalah."Ucap ku pada nya.
"Lalu Kamu mau Aku menerima Anak itu???"Tanya nya pada ku.
"Iya sayang,,Aku ingin Kamu bisa menerima Bian."Ucap ku pada nya.
Aku cuma ingin Diana bisa menerima Bian.Aku ingin Aku bisa dekat dengan Bian.
Mia juga sudah memperbolehkan ku untuk dekat dengan Bian.
"Aku tidak akan pernah bisa menerima anak itu!!!"Ucap Diana sambil berlalu dari ku.
Aku hanya menatap kepergian nya.
Mungkin memang semua butuh waktu.Diana tidak mungkin bisa menerima semua ini begitu saja.
Ia perlu waktu untuk menerima dan mengerti.
Sebaik nya Aku kerumah Mami saja.Mungkin Diana butuh waktu sendiri.
Setelah memberi tahu bibi,Aku pun meluncur ke rumah Mami.
Aku ingin semua nya cepat berakhir.Aku ingin orang tua ku dan Diana bisa menerima Bian.
Bian,,,
Putra ku yang tampan.Ia benar-benar perpaduan ku dan Mia.Dan Ia sangat suka tersenyum.
Hari ini Aku tidak bisa mengendong nya karena ada Diana.
Mungkin nanti Aku bisa ke sana lagi sekalian melihat keadaan Raynald.
Aku pun tiba di rumah Mami.Terlihat Papi dan Mami baru saja ingin pergi.
Mereka menghentikan langkah waktu melihat mobil ku masuk perkarangan rumah.
"Pi mau kemana??"Ucap ku pada Papi.
"Dav,,dari mana Kamu??Tidak menjaga Diana??"Tanya Mami padaku.
"Diana sudah pulang mi,,Pras baru mengantar nya."Ucap ku pada Mami.
__ADS_1
"Lalu kenapa Kamu meninggalkan nya di rumah Pras."Ucap Mami lagi.
"Ehh itu Mi,Pras ada yang mau di ambil di sini."Ucap ku berbohong pada Mami.
Aku tidak mungkin menceritakan bahwa Aku baru saja bertengkar dengan Diana.
"Pras,Papi sama Mami mau kerumah sakit,menjenguk Raynald."Ucap Papi pada ku.
"Papi mau kesana??"Ucap ku lagi.
"Iya Dav,,ini Kami sudah mau pergi di antar Andri."Ucap Papi lagi.
Bagaimana ini,jika Papi dan Mami bertemu Mia dan Bian di sana.
Apa sebaik nya Aku ikut bersama mereka.
"Pi,Dava ikut ya.Kebetulan tadi Dava belum sempat melihat Ray."Ucap ku pada Papi.
"Baik lah kalo begitu,ayo kita pergi."Ucap Papi pada ku.
"Kita naik mobil Dava saja ya Pi."Ucap ku lagi.
Papi dan Mami mengikuti.
Kami pun berlalu dan menuju kerumah sakit.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit,Kami pun tiba di rumah sakit.
Kami langsung menuju ke kamar tempat Raynald di rawat.
Tok,,tok,,
Kami mengetuk pintu.
Terlihat Mia sedang duduk di samping Raynald sambil mengendong Bian.
Ia terlihat kaget melihat kedatangan Kami.
Terlihat Ia langsung salah tingkah.
Terlihat Papi dan Mami menatap Bian.
Mungkin mereka merasa lucu melihat Bian yang tertawa melihat mereka.
Bian memang sangat ramah kepada siapa saja.
Siapa saja pasti ingin mendekati nya.
Terlihat Papi dan Mami masih terdiam menatap Bian.
Mungkin mereka belum percaya bisa bertemu Mia dan Bian di sini.
"Mia,,bagaimana keadaan Raynald."Ucap ku pada nya.
Aku sengaja memulai obrolan terlebih dahulu.
Terlihat Mia sedikit canggung melihat kehadiran kedua orang tua ku.
"Belum sadar juga Tuan."Ucap nya pada ku.
"Apa orang tua Raynald tau??"Tanya ku lagi.
"Iya,Saya sudah menelpon mereka,Mereka akan pulang secepat nya."Ucap nya lagi.
Tak lama kemudian Bian menangis,mungkin Ia merasa jenuh berada di ruangan ini terus.
"Mia,,boleh Aku mengendong nya."Ucap ku pada nya.
"Dav,,,"Ucap Mami pada ku.
Mungkin Mami kaget melihat ku mengendong Bian.
__ADS_1
"Pi,Mi.ini lah Bian,,anak Dava."Ucap ku pada mereka.
Papi dan Mami diam,,
"Anak ini tidak bersalah,semua ini salah Dava."Ucap ku lagi.
Aku berharap Papi dan Mami bisa menerima Bian.
"Saya mohon Tuan jangan membuat gaduh di sini.Saya sudah melupakan semua nya."Ucap Mia lagi pada ku.
Kami pun terdiam.
Tiba-tiba perawat masuk ke ruangan.
"Nona,,bisa ke ruangan sebentar."Ucap nya pada Mia.
"Iya suster saya akan segera kesana."Ucap Mia pada nya.
Mia menatap ke arah ku.
"Iya biar Bian dengan ku.Aku tidak akan membawa nya kabur."Ucap ku pada nya.
Aku tahu kekhawatiran Mia pada ku.
Tak lama kemudian Mia pun berlalu.
Sepeninggalan Mia,Mami pun mendekati ku.
"Dav,,benar kah ini anak mu??"Tanya Mami pada ku.
"Tentu saja Mi."Ucap ku pada Mami.
"Ia benar-benar mirip dengan mu sayang."Ucap Mami pada ku.
Terlihat Bian menggapai Mami.Seperti nya Ia tau jika Mami adalah nenek nya.
"Apakah Ia mau dengan Mami Dav??"Ucap Mami.
"Iya Mi,,dia seperti nya ingin di gendong oleh Mami.
Mami pun mengendong Bian,,terlihat raut wajah bahagia Mami saat Bian di pelukan nya.
"Ini cucu Mami Dav,,"Ucap nya pada ku.
Aku tersenyum melihat nya.
"Pi,,coba liat Pi."Ucap Mami pada Papi.
Papi yang tadi nya hanya diam menyaksikan akhir nya luluh dan ingin mendekat.
Ia mungkin juga merasa terhibur dengan Bian.
"Pi dia lucu sekali,persis sekali dengan Dava."Ucap Mami pada Papi.
Papi pun tersenyum pada Bian,,dan Bian tertawa melihat nya.
Terlihat raut wajah bahagia Papi dan Mami.
"Ini cucu kita Pi."Ucap Mami lagi.
"Iya Mi,,dia sangat lucu."Ucap Papi sambil menciumi nya.
Ada rasa bahagia melihat Bian bisa akrab dengan Papi Mami.
Seperti ada ikatan batin antara mereka.
Aku menatap Raynald yang sedang tertidur lelap.
Ray,,Kamu harus bangun Ray,,Kamu lihat jika sekarang keadaan baik-baik saja.
Kita bisa menjadi ayah yang baik untuk Bian.
__ADS_1
Bian membutuh kan mu Ray,,
*****