Aku Layak Bahagia

Aku Layak Bahagia
Bab 76


__ADS_3

Mia,,Mia,,bangun nak,,,


Terdengar sayup-sayup suara Ayah dan ibu memanggil ku.


Kenapa Aku tidak bisa membuka mata ku.Rasanya kepala ku berat sekali.Perut ku begitu mual.Seperti ada ingin di muntahkan.


"Mia,,sadar nak..Kamu kenapa??


Terdengar suara Ibu memanggil ku sambil menangis.Suara nya semakin jauh,,jauh dan akhir nya tidak terdengar lagi dengan ku.


Aku pun terbangun,,


Mimpi apa Aku barusan??rasa nya seperti nyata.Rasa mual ini benar-benar nyata.Aku pun berlari ke belakang karena merasa ingin muntah.


Hueek,,hueek,,


Rasa nya aneh,,Aku ingin muntah tapi tidak ada satu pun yang keluar dari mulut ku.Apa karena semalam Aku makan nya sedikit maka nya tidak ada yang aku keluarkan saat Aku merasa mual.


"Mia,,Kamu kenapa nak??"tanya ibu pada Ku yang terbangun karena mendengar Ku.


"Tidak tahu buk Mia rasa nya ingin muntah,tapi tidak ada yang keluar buk."Ucap ku pada Ibu.


Ibu pun memegang badanku.


"Badan Kamu dingin sekali nak,,seperti nya Kamu masuk angin."Ucap Ibu.


"Seperti nya iya buk.Karena semalam Mia makan nya sedikit buk karena Mia mual melihat makanan nya."Ucap ku pada Ibu.


"Ibu buat kan teh hangat dulu ya."Ucap ibu pada Ku.


"Iya buk makasih ya."Ucap ku lagi.


Aku pun berjalan ke depan televisi.Jam masih menunjukan jam tiga dini hari.Suasana masih begitu sepi.


"Ini nak teh panas nya,ayo di minum."Ucap ibu lagi.


Aku pun meminum teh panas buatan ibu.Ada sedikit rasa enak di perut ku.Dan mual nya pun mulai berkurang.


"Besok kita berobat ke puskesmas ya nak."Ucap ibu pada ku.


"Tidak usah buk,,Mia d kerok ibu saja lagi pasti enakan."Ucap ku pada ibu.


"Ya sudah Kamu coba bawa istirahat lagi."Ucap ibu pada Ku.


Aku pun kembali masuk ke dalam kamar dan berbaring di samping Ayu.Aku pun menatap wajah Ayu.Kelihatan tidur nya Ayu tenang sekali.Aku sangat menyayangi adik ku ini.

__ADS_1


Kakak janji dek,,Kakak akan membahagiakan Kamu.


Pagi ini Aku bangun kesiangan,Ibu mungkin sengaja tidak membangunkan Aku karena ingin Aku beristirahat.


"Kak,Ayu berangkat dulu ya."Ucap Adik ku pada ku.


"Iya hati-hati di jalan ya Yu."Ucap ku pada nya.


Aku bahagia melihat Ayu yang begitu bersemangat ke sekolah.Ayu adik ku tidak pernah menuntut apa-apa.Ia pun tidak pernah merasa minder dengan teman-teman nya.Ia bisa membuktikan pada orang bahwa Ia bisa menjadi bintang dikelas nya.


Kakak bangga dengan kamu yu,,,


Tiba-tiba perut ku terasa mual lagi.Aku pun cepat-cepat menuju ke kamar mandi lagi.


Dan seperti biasa Aku tidak berhasil memuntahkan apa-apa.Disaat itu pula Ibu muncul di dapur dan menanyakan ku.


"Kamu muntah lagi nak??"tanya ibu pada ku.


"Iya buk,perut Mia mual sekali."Ucap ku pada Ibu.


Tiba-tiba pandangan ku gelap,dan badan ku terasa begitu berat hingga akhir nya Aku terjatuh.


Bruukk,,


"Mia,,Mia Kamu kenapa nak??Mia,,bangun nak."Ucap ibu panik padaku.


Ayah pun bergegas menuju dapur dan begitu kaget nya ayah saat melihat ku jatuh pingsan.


"Mia kenapa buk??"Tanya ayah panik.


"Tidak tahu yah tiba-tiba dia pingsan.Mia,,sadar nak."Ucap ibu lagi.


"Angkat dulu Mia ke kamar buk."Ucap Ayah sambil mengangkat ku.


"Ayah sebaik nya kita bawa Mia ke puskesmas saja.Seperti nya Mia sakit yah,dari semalam Ia terus muntah-muntah."Ucap ibu lagi.


"Ya sudah kalo begitu Ayah minta tolong pak Ari dulu ya untuk mengantar kita.Ayah kesana dulu buk."Ucap Ayah sambil berlalu.


Pak Ari adalah ketua RT di lingkungan ini.Ia sangat baik kepada warga nya.Tak heran banyak warga di lingkungan sekitar sini sangat menyukai diri nya.Bahkan Ia selalu terpilih menjadi RT terus menerus di setiap pemilihan kepala RT baru.


Tak lama Ayah pun muncul,,


"Ayo buk,pak Ari sudah menunggu di depan gang.Ayo kita bawa Mia."Ucap Ayah sambil menggendong ku.Dan membawaku menuju puskesmas.


Kepala ku masih begitu berat,tapi mataku sudah bisa terbuka.Dimana Aku???

__ADS_1


Tak jauh Aku melihat ibu menangis memegang tanganku.Ayah pun hanya duduk terdiam.Ada apa dengan Ayah dan Ibu??


"Ibu,,Mia dimana ini??"Ucap ku pada ibu.


"Mia,Kamu sudah sadar nak??"ucap ibu pada ku sambil memeluk ku dan menangis.


"Ibu kenapa buk??"tanya ku bingung melihat ibu menangis.


Ayah tiba-tiba berdiri dan mendekat padaku.


"Tolong katakan pada Ayah Mia,,siapa pelaku nya??"Tanya Ayah pada ku.


Pelaku nya??Apa maksud ayah??


"Pelaku apa yah??"Tanya ku belum mengerti.


"Siapa yang menghamili Kamu Mia???"Ayah bertanya dengan nada marah.


Aku begitu terkejut saat mendengar Ayah bertanya demikian.Aku berasa ini seperti mimpi.


"Hamil??Mia hamil yah??"Tanyaku tidak percaya pada Ayah.


"Iya nak,,Kamu hamil.Dokter baru saja memeriksa mu,dan hasil nya Kamu positif hamil."Ucap ibu pelan sambil menangis.


Tanpa terasa air mata ku jatuh,Aku tidak percaya dengan apa yang terjadi dengan ku saat ini.Perbuatan yang Aku dan Tuan Dava lakukan ternyata mengakibat kan Aku hamil.


Aku hamil anak Tuan Dava,,


"Siapa pelaku nya Mia??"Tanya Ayah lagi


Aku pun tak berani menjawab pertanyaan Ayah,Aku hanya menangis di pelukan ibu.Aku tak berani menatap Ayah.Seumur hidup baru sekali ini Aku melihat Ayah begitu marah pada ku.


"Sudah yah kita pulang ke rumah saja dulu.Malu yah bahas di sini."Ucap ibu pada Ayah.


Ayah pun langsung keluar ruangan.


"Ayo nak kita pulang ke rumah."Kata ibu pada ku.


"Ibu,Mia takut."Ucap ku pada ibu.


"Tenang nak,,ada Ibu.Nanti Kamu ceritakan semua nya pada Ibu ya."Ucap ibu sambil menuntun ku.


Rasa nya langkah ini terasa berat saat meninggal kan ruangan ini.Apa yang harus Aku jelaskan kepada orang tua ku.Tidak mungkin Aku berkata bahwa Aku mengandung anak Tuan Dava.


Apa yang harus ku lakukan??

__ADS_1


*****


__ADS_2