
Aku masih duduk termenung dan menangis di dalam kamar.Aku masih tidak percaya dengan hasil periksa dokter tadi,yang mengatakan jika Aku sedang hamil.Bahkan tidak pernah terlintas di pikiran ku saat melakukan itu bersama Tuan Dava.
Mengapa Aku bodoh sekali,,
Apa yang akan Aku lakukan sekarang ini??Ayah dan Ibu pasti sangat kecewa padaku saat ini.Mereka pasti malu jika Tetangga dan keluarga besar ku tahu tentang ku yang sebenar nya.
Apa Aku harus memberitahu Tuan Dava agar Ia tahu jika Aku sedang mengandung anak nya.Dan bertanggung jawab.Tapi jika Nona Diana tau yang pasti akan membunuh ku.Dan pasti juga orang Tua Tuan Dava pasti tidak akan menerima nya.
Masih teringat jelas oleh ku kejadian di kolam waktu itu.Dimana nona Diana menyakiti ku tanpa perduli dengan orang banyak.Apa pun bisa di lakukan oleh nya.
"Mia,Kamu sudah makan nak??"Ucap ibu pada ku sambil masuk ke kamar.
Aku pun memeluk ibu.
"Ibu maaf kan Mia buk,jika Mia sudah membuat Ibu kecewa.Maafkan Mia buk."Ucap ku lagi sambil menangis.
"Sudah nak,,Kamu tidak boleh terus seperti ini.Ini sudah jalan dari Allah."Ucap ibu sambil memeluk ku.
"Kenapa Kamu bisa melakukan nya dengan Tuan Dava??Kamu di paksa nya??"Tanya Ibu pada ku.
"Tidak buk,,Kami melakukan nya atas dasar suka sama suka buk."Ucap ku malu pada Ibu.
"Kamu sadar tidak jika Tuan Dava itu siapa nak??"Tanya ibu lagi.
"Maaf kan Mia buk,,tidak seharus nya Mia melakukan itu buk."Ucap ku sambil memeluk Ibu dan menangis.
Ibu pun menenangkan Ku.
Tiba-tiba Ayah pulang dan langsung menemui ku di kamar.
"Ayah,dari masa saja??Tadi ibu mencari Ayah di depan tapi ayah tidak ada."Ucap ibu lagi.
"Ayah dari rumah Tuan Dava."Ucap Ayah lagi.
Aku dan Ibu kaget mendengar perkataan Ayah.Bagaimana bisa Ayah bisa sampai disana.Apa yang Ayah katakan pada Tuan Dava.Apakah Ayah bertemu dengan Nya??
__ADS_1
"Ayah bertemu dengan Tuan Dava??apa kata nya Yah??"Tanya ibu dengan tak sabar.
Ayah hanya terdiam.Kenapa perasaan Ku tidak tenang melihat sikap ayah seperti itu.
"Seperti nya Kita harus pindah dari sini buk.Kita kembali ke kampung kita saja buk."Ucap Ayah lagi.
"Maksud nya Yah??Ibu tidak mengerti."Ucap Ibu lagi.
"Dava tidak mengakui nya buk.Ia berkata bahwa anak itu bukan anak nya."Ucap Ayah lagi sambil menangis.
Aku tidak percaya dengan apa yang ku dengar barusan.Kenapa Tuan Dava tega berkata seperti itu??Semudah itu Ia melupakan semua nya.Apa Ia lupa dengan apa yang Ia lakukan dengan Ku saat itu.Mengapa Ia tak jujur mengatakan nya.
Aku pun langsung mendekati Ayah dan bersujud kepada Ayah.
"Maaf kan Mia Ayah,,maafkan jika Mia mengecewakan Ayah."Ucap ku sambil menangis.
Hatiku hancur melihat Ayah menangis.Aku benar-benar menyesal telah membuat Ayah kecewa.
"Mia,,berdiri nak."Ucap Ayah pada ku sambil membantu ku berdiri.
Ibu hanya terisak melihat ku.Ia mungkin tidak tahu harus berkata apa lagi.Perkataan Ayah tadi sudah jelas,bahwa Tuan Dava tidak ingin bertanggung jawab.
"Ayah sudah memaafkan Mu nak.Bagaimana pun Ayah tetap menyayangi Mu."Ucap Ayah lagi sambil mengusap rambut ku.
"Kita harus secepat nya pindah dari sini."Ucap ayah lagi.
"Tapi yah,apa yang harus kita katakan pada keluarga di kampung jika mereka menanyakan siapa ayah anak ini."Tanya ibu lagi.
"Kita bisa berbohong nanti.Yang penting Kita harus cepat pergi dari sini."Ucap Ayah lagi.
Tiba-tiba Ayu tiba pulang dari sekolah.Ia kaget melihat Aku,Ayah dan Ibu menangis.
"Ayah Ibu ada apa??"Tanya nya pada Kami.
"Kita akan pergi dari sini nak.Pindah ke kampung halaman Ayah."Ucap Ayah lagi.
__ADS_1
"Tapi yah kenapa harus pindah??Apa kita tidak bisa membayar kontrakan ini??"Tanya Ayu lagi.
"Tidak nak,Ini demi kakak mu."Ucap Ayah lagi.
"Memang ada apa dengan Kakak buk??"tanya Ayu lagi.
"Tidak apa nak,Ayu makan dulu ya."Ucap ibu pada nya.
Ayu pun menuruti Ibu dan berlalu dari kami.Terlihat raut wajah bingung Ayu karena tidak mendapatkan jawaban yang pasti.Tapi Ia tidak berani menbantah Ibu.
"Bu,jangan sampai Ayu tahu dulu soal ini."Ucap Ayah pada Ibu.
"Iya yah."Ucap Ibu lagi sambil keluar menyusul Ayu.
"Ayah akan mengurus kepindahan Kita dari sini termasuk sekolah Ayu."Ucap Ayah lagi pada Ku.
Aku hanya terdiam,Aku benar-benar merasa bersalah pada keluarga Ku.Aku sudah membuat kecewa keluarga ku.
Kasihan Ayu Ia ikut terlibat dalam masalah ku dengan meninggalkan sekolah dan pindah ke sekolah yang baru.Ia perlu beradaptasi lagi dengan teman-teman baru lagi.
"Yah,bagaimana jika Mia saja yang di sana.Mia bisa menjaga diri Mia.kasian Ayu yah."Ucap ku lagi pada Ayah.
"Lebih kasihan lagi jika Kamu sendirian di sana nak.Ayah tidak ingin terjadi apa-apa dengan Mu."Ucap Ayah lagi.
"Ayah tidak marah pada Mia???"Tanya ku lagi pada Ayah.
"Buat apa Ayah marah,Ini semua sudah jalan nya.Ayah harus ikhlas.Yang penting Kamu baik-baik saja nak."Ucap Ayah sambil tersenyum pada ku.
Aku pun memeluk Ayah erat.Lelaki hebat ku,pelindung Ku,yang menjadi cinta pertama Ku.Betapa hancur nya Aku melihat Ia kecewa tapi Ia mampu memaafkan Aku.
Ia masih bisa tersenyum dan berkata lembut pada Ku.Padahal Aku tahu betapa hancur nya hati nya.Melihat anak pertama nya,masa depan nya hancur begitu saja.Tapi Ia berusaha kuat agar anak perempuan nya juga bisa menerima kenyataan ini.
Ia berusaha membuat ku percaya bahwa semua ini bisa di lewati.Ayah berusaha meyakin kan Ku bahwa Ia akan selalu ada untuk Ku.Betapa beruntung nya Aku memiliki Ayah hebat seperti ini.Betapa sayang nya Aku pada nya.
"Maafkan Mia yah,,
__ADS_1
*****