
Tak terasa sudah hampir dua Minggu Aku tinggal dirumah ini.Dan Aku mulai menyukai suasana dirumah ini,karena bagiku di sini tidak terlalu menakutkan,bila di bandingkan dengan penjara.Di tambah lagi di sini ada Bi Ira yang sudah Aku anggap seperti Ibu ku sendiri.
Pagi ini Aku sedang membersihkan ruangan depan tiba-tiba Tuan Dava sudah ada di belakang ku.
"Mia,,bisa tolong buatkan Saya kopi." Ujar nya padaku.
"Baik Tuan Saya buatkan dulu,,tunggu sebentar ya Tuan."Ujar ku pada Tuan Dava.
"Nanti bawa ke balkon belakang ya,,"Ujar nya yang Ku iyakan dengan anggukan.
Alhamdulillah,,Tuan Dava sudah enakan.Aku sebenar nya kasihan juga bila melihat Ia sakit,karena Ia jauh dari keluarga nya.
"Tapi tunggu dulu,kenapa Ia tidak berobat kepada Nona Diana.Bukan kah Nona Diana seorang dokter??Kenapa Ia tidak menjenguk Tuan Dava??"batin ku bertanya.
Aku pun membawa Kopi ke belakang,menemui Tuan Dava.
"Ini Tuan kopi nya,,"Ujarku pada Dava dan menaruh nya di atas meja.
"Terima kasih Mia,,hari ini Kamu antar lagi bekal ke kantor ya,,"Ujar nya padaku.
"Tuan sudah kerja hari ini??sudah enakan??"Ucapku bertanya pada nya.
"Sudah Mia,,Saya sudah sehat.Perhatian banget Kamu."Ucapnya menggodaku sambil tertawa.
Senyuman nya manis sekali.Benar-benar buat salah tingkah lagi.
"Saya cuma mau memastikan saja Tuan.Biar nanti Saya bisa memikirkan bekal apa yang akan Saya buatkan untuk Tuan nanti."Ucapku berbohong sambil berusaha tetap tenang.
"Begitu ya,,bagiku apa saja yang Kamu buat Aku suka,,"Ujar nya padaku sambil tersenyum.
"Baik lah Tuan,,kalo begitu Saya permisi ke dalam dulu ya Tuan,,"kataku pada nya.
Aku pun cepat berlalu dari Tuan Dava.Sebelum Ia melihat muka ku memerah lagi karena malu.Aku harus cepat-cepat pergi dari nya.
Mengapa ini ya Allah.Kenapa hati ini selalu berdetak setiap melihat nya.Memang selama ini Aku tidak pernah ada ketertarikan kepada Lelaki,Entah mengapa dengan Tuan Dava Aku jadi seperti ini.Setiap melihat senyuman nya hati ku luluh.
"Apakah Aku mulai menyukai nya??"batinku lagi.
"Mia,,buang jauh-jauh pikiran mu.Ingat Kamu siapa dan Tuan Dava siapa.Beda level Mia,,"Ujarku menyadarkan diri.
Aku pun kembali dengan rutinitasku,begitu pun dengan Tuan Dava,Ia pun telah bersiap untuk pergi kekantor dan berangkat bersama Andri.
__ADS_1
Aku pun kembali sibuk dengan kegiatan memasak ku di dapur.Karena hari ini Aku akan kembali mengantarkan bekal untuk Tuan Dava dan Tuan Raynald.
Sekitar pukul 11.30 siang,Aku pun bersiap-siap berangkat ke kantor Tuan Dava.Seperti biasa Mamang ojol yang selalu setia mengantarku setiap hari nya.
Sekitar setengah jam Aku pun tiba di kantor Tuan Dava,Aku pun langsung menuju ke ruangan Tuan Dava.
Sesampai di depan pintu Aku pun mengetuk pintu.
"Permisi Tuan,,"Kataku sambil membuka pintu dan Aku pun kaget karena di depan ku ada Tuan Dava dan Nona Diana yang lagi berciuman dengan sangat mesra.
"Maaf Tuan,,maaf Nona,,"Ujarku mengagetkan mereka,Aku menjadi salah tingkah melihat apa yang ada di pandangan ku.
"Hai Mia,,Kamu dari mana??"Ujar Nona Diana tanpa rasa bersalah.
"Kenapa masuk tidak ketuk pintu dulu??"Ujar Tuan Dava pada ku dengan sedikit kesal.
"Maaf Tuan,,Saya ketuk tadi pintu nya Tuan,tapi tidak ada jawaban"Ucapku membela diri.
"Maafkan Saya Tuan dan Nona,kalo begitu Saya permisi pulang dulu."Ujarku pada mereka berdua.
"Mia,,nanti dulu."Ujar Nona Diana.
"Naik ojek saja Nona seperti biasa."Ujarku sambil tersenyum.
"Bareng Aku aja ya,kebetulan Aku Lewat rumah nya Dava."Kata nya sambil tersenyum.
"Tidak usah Nona,,Saya tidak mau Nona repot."Kataku lagi kepada nya.
"Saya tidak merasa di repotkan Mia,kan kita searah.Lagian anggap saja ini ucapan terimakasih ku padamu karena telah mengurus Dava semalam yang sakit."Ujar nya padaku.
Aku agak kaget mendengar omongan Nona Diana.Berarti Tuan Dava bercerita tentang Aku yang merawat nya sakit semalam.
"Iya nona sama-sama,tidak apa memang sudah kewajiban Saya menolong Tuan."Ujar ku pada nya sambil tersenyum.
"Sayang.Aku balik ya dengan Mia,Kamu jangan telat makan nya ya sayang,,"Ujar nya pada Tuan Dava.
"Iya hati-hati ya sayang,,"Ujar Tuan Dava sambil mengecup pipi Nona Diana.
Aku pun hanya terdiam saja melihat Mereka.Entah mengapa ada sedikit perasaan sakit di dalam hati ini melihat mereka.
"Mia kamu kenapa??apakah kamu cemburu???ingat Mia kamu itu siapa,,sadar..sadar,,"Batin ku berkata lagi.
__ADS_1
"Kalo begitu Saya permisi dulu Tuan"Uapku pada Tuan Dava dan Aku pun berlalu dari nya tanpa melihat muka nya.
Entah kenapa Aku jadi enggan melihat nya.Ada perasaan sedih saat melihat mereka bermesraan.Apa lagi melihat Tuan Dava lagi-lagi mencium Nona Diana.Ini kejadian yang kedua kali nya,Aku melihat mereka seperti itu.Entah kenapa sekarang Aku merasa tak rela melihat mereka bermesraan.
"Ya Allah perasaan apa ini??kenapa Aku jadi bodoh seperti ini??"Kata hatiku sedih.
Aku menarik nafas dalam-dalam.
"Mia,,kamu mau kemana??"Sapa Tuan Raynald padaku.
Aku dan Nona Diana pun menghentikan langkah kami.Ternyata Tuan Raynald baru saja tiba di depan ruangan Tuan Dava.
"Haii Diana,,apa kabar??long time no see,,"Ujar nya pada Nona Diana dan merangkul Nona Diana.
"Hai,,lelaki terganteng sejagat raya,,"balas nona Diana pada nya.
"Baik Ray.Kamu apa kabar nya??gimana kabar cewek terakhir yang Kamu bawa ke Bali kemaren??masih baik-baik kan ma dia??"Tanya Nona Diana pada Tuan Raynald sambil tersenyum.
"Jangan buka kartu dong Di,,,sama aja laki bini gawean nya cuma bisa ngeledek aja."Ujar Tuan Raynald sambil tertawa dan mengedipkan mata dengan nona Diana.
"Apaan sih,,kan sapa tau Kamu masih ma cewek itu Ray,," Ucap nona Diana sambil tersenyum.
"Ingat ya,,Minggu depan datang ke pesta Aku.Aku ultah,,nanti Aku kirim undangan ny ya."Nona Diana berkata lagi.
"Siap-siap..Aku pasti datang."Ujar Tuan Raynald.
"Mia,,Kamu temenin Aku ya Kita pegi ke pesta nya Diana,,"Ucap Tuan Raynald padaku sambil tersenyum.
"Dengan Saya Tuan??Saya tidak bisa Tuan,,"Aku kaget mendengar Tuan Raynald berkata padaku.
"Sekarang malah mau ngincarin Mia ya,jangan mau Mia,Ayo Kita pergi."Ujar Nona Diana sambil tertawa.
"Bye,,bye Ray,,"Ujar Nona Diana sambil tertawa.
"Diana,,Aku belum juga selesai ngmong,main pergi aja,,"Teriak Tuan Raynald sambil pura-pura cemberut.
Aku dan nona Diana pun tertawa melihat tingkah nya.Memang terkadang Tuan Raynald itu lucu,tak jarang Ia suka membuat orang tertawa melihat tingkah nya.
Tak lama Aku dan Nona Diana pun melaju dari kantor Tuan Dava pulang kerumah.
*******
__ADS_1