Aku Layak Bahagia

Aku Layak Bahagia
Bab 15 Bertemu Ayah Ibu.


__ADS_3

Setelah belanja ke pasar membeli keperluan untuk Ayah ibu dan Ayu,Aku dan Andri pun melaju ke rumah ku.Sekitar tiga puluh menit Kami pun tiba di rumah.Keadaan rumah ku hening.


"Assalammualaikum,,"Aku menyapa,tak lama pintu pun di buka.


"Kak Mia,,Kakak pulang"Ujar Ayu sambil memeluk ku.Ayah Ibu Kakak pulang"Kata ayu setengah teriak memanggil Ayah dan ibu yang lagi di belakang.


"Kamu kebiasaan ya dek,suka teriak-teriak dirumah,," kataku pada Ayu sambil pura-pura marah.


Yang disambut Ayu dengan tawa.


"Mia,,Kamu pulang nak??Ujar Ayah dan Ibu.


"Iya Yah buk,,Aku pun langsung menyalami dan memeluk Ayah dan Ibu.Aku sangat merindukan kedua Malaikat ku ini."


"Mia dapat ijin hari ini sampe sore nanti Buk."Ujarku pada ibu.


"Alhamdulillah,,"Ujar ibu."Ternyata majikan kamu baik juga ya,,"Ucap ibu padaku.


"Iya buk,Alhamdulillah Tuan Dava sangat baik,dan karena hari ini hari libur,jadi Mia tidak mengantarkan bekal kekantor Tuan Dava "Ujarku lagi.


Tiba-tiba Aku teringat dengan Andri yang masih di depan rumah.


"Andri silahkan masuk,," Ujarku pada Andri yang berdiri di depan pintu.Ayu tolong in kak Andri ya bawain belanjaan."Ucapku pada Ayu.


"Iya kak,,mari kak Andri Saya bantu,,"Ucap Ayu pada Andri.


"Kamu bawa apa nak??Ibu bertanya padaku.Karena bingung melihat belanjaan yang Aku bawa.


"Ini buk Mia ada sedikit rejeki,maka nya Mia belanja untuk Ibu,tapi maaf buk kalo selama Mia kerja nanti Mia tidak bisa memberi Ibu uang,karena Ibu kan tau Kalo Mia kerja tidak di gaji "Ujar ku sedih.


"Tidak apa-apa nak,,seharus nya Kamu tidak menanggung ini semua,Karena kesalahan yang Ayah perbuat"Ujar Ayah padaku.


"Tidak apa-apa Yah,,Mia ikhlas yah ngelakuin nya.Bukti nya ada-ada aja kan rejeki untuk Kita." Ujarku sambil tersenyum.


"Kakak banyak sekali Kak belanja nya,ada susu sama roti pula.Ayu sudah lama tidak minum susu kak."Ujar adik ku Ayu senang.


"Iya dek Kakak beliin untuk Ayu,nanti Ayu minum ya,,"Ujar ku sambil membelai kepala nya.


"Makasih ya Kak,,"Ujar Ayu sambil memeluk ku.


Memang dari dulu Aku dan Ayu jarang bisa menikmati minum susu,untuk makan sehari-hari saja sudah beruntung.Aku Dan Ayu pun termasuk anak yang tahu diri yang tidak pernah menuntut apa-apa kepada Ayah dan Ibu Kami.Walaupun Kami hidup kekurangan,,tetapi Aku dan Ayu bersyukur mempunyai Orang tua seperti Ayah dan Ibu yang selalu melindungi dan menyayangi Kami setulus hati.


Andri tersenyum melihat tingkah adik ku Ayu,mungkin Ia lucu melihat Ayu yang sudah beranjak dewasa itu begitu riang nya melihat susu.


"Ayo Kita makan dulu,kebetulan Ibu sudah masak tadi.Entah kenapa tadi Ibu pengen sekali masak goreng ikan asin dan sambal terasi.Tau nya Kamu pulang nak,pas sekali ya.."Ujar ibu padaku.


"Waah,,mantap sekali buk,Mia pengen banget buk makan itu dari kemaren.Yuk Ndri Kita makan dulu."Ujarku pada Andri.


"Nak Andri kita makan duluya,,"Kata Ayah ku pada Andri.


"Iya Pak terima kasih pak."Ujar Andri pada Ayah.

__ADS_1


Kami berlima pun makan bersama,semua nya sudah di hidangkan oleh Ibu dan Ayu.Sekali-kali Kami tertawa karena mendengar cerita adik ku Ayu.Ayu memang adik ku yang lugu tak jarang kadang tingkah nya seperti anak kecil.Tetapi adek ku ini adalah anak yang mandiri,Ia tidak pernah sekali pun mengeluh tentang keadaan nya.


Semua yang Ia pakai pun adalah warisan ku semua.Mulai dari pakaian sekolah,sepatu dan tas bahkan pakaian sehari-hari.Kadang Aku iba melihat nya,dimana kadang Ia mengenakan sepatu yang sudah mulai rapuh atau pakaian sekolah yang telah lusuh.Kadang Aku ingin membelikan nya tapi Ayu selalu bilang tidak usah belikan Ia yang baru.Uang nya lebih baik di belikan untuk hal yang lebih penting ujar nya padaku.


Ya begitu lah adik ku,dimana seusia Ia semua menggunakan gadget yang keren,terapi adik ku masih setia menggunakan handphone biasa yang tipe nya masih biasa saja.Kalo kata Ayu tidak apa-apa,yang penting bisa di gunakan untuk menelepon dan video call an.


Selesai makan Aku pun membereskan piring-piring yang akan di cuci.Ibu ku pun berkata


"tidak usah nak biar Ayu saja nanti yang cuci.."Ujar ibu padaku.


"Iya Kak biar Ayu aja Kakak duduk di depan saja dengan ayah dan kak Andri."Ujar Ayu padaku.


"Enggak apa-apa dek,Kakak kangen cuci piring dirumah." ujar ku sambil tertawa.


"Kakak ada-ada aja ya buk,,"Kata Ayu sambil tertawa di sambut Ibu.


Aku dan ayu pun lalu ke belakang menyuci piring.Aku pun mengambil beberapa lembar uang dari dalam tas ku dan memberikan pada Ayu.


"Dek ini Kakak ada sedikit rejeki tuk Ayu,bisa Ayu gunakan untuk membeli sepatu atau perlengkapan sekolah ya "Ujarku pada Ayu sambil memberikan Ia beberapa lembar uang seratus ribu.


"Apa ini kak??bukan nya Kakak tidak di gaji??dari mana Kakak dapat uang ini??ujar Ayu bertanya.


"Kakak dapat dari membuat kan bekal makan siang."Ujar ku pada Ayu.Aku pun bercerita pada Ayu tentang bagaimana bisa membuatkan bekal makan siang Tuan Raynald.


"Alhamdulillah,,baik banget berarti ya Kak teman bos Kakak itu." Ujar Ayu padaku.


"Iya dek,,maka nya itu Kakak bisa membelikan kebutuhan rumah dan memberikan sedikit jajan untuk Ayu,Ayah dan Ibu"Ujar ku sambil tersenyum kepada Ayu.


"Amiin,,ya sayang sama-sama"Ujar ku pada Ayu sambil memeluk nya.


Tak terasa selesai sudah semua kerjaan ku dan Ayu. Kami pun ikut berkumpul bersama Ayah Ibu dan Andri.


tetap saja Kami bercerita sambil tertawa-tawa.


Tanpa terasa hari sudah menunjukan pukul empat sore.Setelah melaksanakan Sholat Ashar Aku pun berpamitan kepada Ayah,Ibu dan Ayu.


Setelah Aku dan Andri berpamitan Kami pun kembali, ke rumah sepanjang jalan Aku dan Andri bercerita.


"Keluargamu asik juga ya Mia,apalagi adik mu Ayu.." Ujar Andri padaku sambil tersenyum.


"iya Ndri emang seperti itu lah kelakuan nya Ayu,suka buat ketawa."kataku sambil tertawa.


"Iya sama kayak Kamu,,"ujar Andri padaku sambil tertawa.


"Ihh,,asal Kamu ya emang Aku badut apa lucu,,"Kata ku pada Andri yang disambut gelak tawa dari Andri.


Selama tinggal di rumah Tuan Dava Aku dan Andri sudah seperti teman dekat.Aku dan Andri kadang bercerita,apa lagi di saat ada waktu senggang kadang Bi Ira pun ikut bercerita bersama Kami.Maka nya Aku makin betah di rumah Tuan Dava karena Aku merasa nyaman bisa dekat dengan Andri dan bi Ira. Mereka sudah ku anggap seperti keluarga ku.


Tiba-tiba Aku kepikiran dengan Tuan Dava dan Nona Diana."Apakah mereka masih di rumah??Apa saja yang mereka lakukan tadi di rumah berdua??"batin ku bertanya-tanya.


"Apa-apan Aku ini,,kenapa Aku jadi memikirkan Mereka berdua??memang nya Aku siapa??"batinku berkata.

__ADS_1


"Mau Mereka ngapa-ngapain aja itu urusan Mereka."Kata ku dalam hati lagi.


"Mia,,kenapa melamun??Ujar Andri bertanya padaku.


"Gak apa Ndri,,Aku hanya sedikit mengantuk saja.."Ujar ku berbohong sambil tersenyum.


"Tidurlah kalau begitu,,nanti sampe rumah Aku bangunkan Kamu."Ujar Andri padaku.


"Tidak ndri tidak apa-apa,tanggung sedikit lagi kita sampai."Ujar ku sambil tersenyum.


Sekitar sepuluh menit Kami pun memasuki rumah.Rumah kelihatan sepi,hening.


Tidak kelihatan lagi mobil nya Nona Diana.Seperti nya Ia sudah pulang.


Setelah turun dari mobil Aku pun turun dan masuk kedalam rumah.


"Mia,,kamu baru pulang??"Tuan Dava mengagetkan ku.


"Ehh,,Iya Tuan baru pulang Tuan."kataku pada Tuan Dava.


"Kamu bisa tolong buatin Saya makanan??Saya lapar."Ujar nya lagi padaku.


"Buat makanan??bukan nya tadi Nona Diana masak untuk Tuan Dava,Kenapa Ia memintaku lagi untuk memasak??"batin ku bertanya.


"Baik tuan,Tuan mau di masakin apa Tuan??" Ujar ku bertanya.


"Apa saja yang menurut Kamu enak,Saya tunggu ya Mia,Saya lapar belum makan dari pagi.Bi Ira cuti hari ini besok baru balik kesini lagi kemungkinan siang."Ujar Tuan Dava lagi.


Ternyata Bi Ira tidak ada di rumah,pantas saja rumah hening."Pikir ku dalam hati.


"Baik Tuan,nanti kalo sudah selesai Saya panggil Tuan ya,,"Ujar ku pada Tuan Dava.


"Aku tunggu ya,,"Ujar nya padaku sambil berjalan ke atas.


Aku pun mulai membuka kulkas untuk melihat apa yang bisa Aku masak untuk Tuan Dava.


"Mengapa tadi Nona Diana tidak jadi memasak ya??"batin ku.


Tapi memang seperti nya tidak,karena Aku melihat keadaan dapur baik-baik saja dan tidak kotor.


Jadi apa yang mereka lakukan di saat rumah kosong tadi??"batin ku bertanya.


Lagi-lagi pikiran ku kemana-mana.Apa-apan Aku, kenapa Aku selalu memikirkan Tuan Dava,mengapa Aku selalu ingin tau apa yang Ia lakukan bersama Nona Diana.


Entah lah mengapa Aku jadi seperti ini,Aku selalu saja memikirkan Tuan Dava.


"Sadar Mia,,sadar,,Ingat Kamu itu siapa???"Kataku dalam hati menyadarkan aku.


Setelah memenangkan hati ku.Aku pun mulai memasak dan menyiapkan semua nya.Aku tidak mau berlama-lama karena Aku tahu bagaimana jika Tuan Dava itu marah kalo Aku tidak cepat mengerjakan apa yang Ia perintah.


Aku harus cepat memasak,Aku tidak mau mencari masalah dengan nya kataku dalam hati.

__ADS_1


******


__ADS_2