
Waktu sudah menunjukan pukul tujuh malam,saat nya menyiapkan makan malam untuk Tuan Dava.Setelah selesai Sholat magrib Aku pun bergegas menemui Bi Ira di dapur yang telah sibuk menyiapkan segala nya.
"Maaf bi kalo Mia lama."Aku berkata pada bibi.
"Tidak apa Nak,Bibi juga baru tiba.Sini Kamu bantu cuci sayur-sayuran ya."Ujar bi Ira padaku.
"Malam ini Bibi buat menu ayam dan tempe goreng sambal terasi dan lalapan." Ujar bibi padaku.
"Hmm..enak sekali menu bi."Ujar ku sambil tersenyum pada bibi.
"Nanti habis Tuan muda makan,Kita makan ya."Kata bibi lagi pada ku.
Aku bersemangat sekali mendengar nya karena memang menu malam ini menu favorit aku.
"Iya bi."Ucapku sambil tersenyum.
Kami pun sibuk menyiapkan semua nya sekitar setengah jam semua makanan telah siap di meja makan.
Takk lama Aku mendengar suara mobil tuan Dava tiba.
Aku menjadi cemas soal bekal makan siang tadi.
Tuan Dava mulai masuk kedalam rumah.
"Halo bibi,halo Mia."Ujar nya dengan ramah pada Kami.
"Ada apa Laki-laki ini."pikirku dalam hati."Mengapa Ia ramah sekali."Ujarku dalam hati lagi.
"Tuan kenapa senang sekali??"ujar bi Ira pada Tuan Dava.
"Harus senang Bi,karena dari luar Saya sudah mencium bau sambal terasi kesukaan Saya."Kata nya sambil tertawa.
"Ohh,,gara-gara sambal terasi toh senang nya."Ujarku pelan.
"Apa kata mu tadi Mia??"Kata tuan Dava mengagetkan ku sambil melihatku.
"Tidak apa-apa Tuan,maaf Tuan,Aku ingin menanyakan bagaimana bekal ku tadi siang Tuan??Apakah Aku akan mendapatkan hukuman??Kataku bertanya hati-hati mengalihkan pembicaraan.
"Tentu saja Kamu akan mendapatkan hukuman."Kata nya lantang.
"Ya Allah,,benarkah Tuan??kata ku penuh cemas.
"Iya nanti Saya kasih hukuman buat Mu,sekarang Saya mau makan dulu,menu kesukaan ku."Ujar nya sambil menuju meja makan.
"Deg,,.jantungku rasa nya mau berhenti seketika,benarkan kata ku,Ia pasti tidak menyukai masakan ku"Ujarku dalam hati.
__ADS_1
Aku pun berlalu menuju dapur dengan lemas,hilang sudah semangatku.Entah apa hukuman untuk ku yang akan Aku terima.
"Kenapa Kamu nak??"ujar bi Ira padaku.
"Aku mau dihukum bi,Seperti nya Tuan tidak menyukai masakan ku."Kata ku lirih.
"Sudah tenang ya Kamu nak,Bibi yakin Tuan tidak akan mungkin memberikan hukuman yang berat kepadamu."Ujar bi Ira menenangkan ku.
"Iyaa Bi semoga saja bi."Aku berkata pelan.
Sekitar lima belas menit Tuan Dava pun selesai menyantap makan malam nya.
Ia dan Bi Ira sempat mengobrol di meja makan,memang kelihatan nya Bi Ira sangat dekat dengan tuan Dava.Klihatan mereka begitu akrab.
Tak lama Tuan Dava pun memanggil ku.
"Mia..kesini cepat"ujar nya padaku.
"Ya tuan ada apa?"kataku dengan penuh ketakutan.
"Hukuman apa yang akan saya terima tuan??saya akan menerima nya"Kataku dengan cemas pada Tuan Dava.
"Hahaha jadi kamu mengira Aku benar-benar akan menghukum mu ya??Tuan Dava dan Bi Ira tertawa lucu.
"Ada apa dengan Mereka,apa nya yang lucu."batinku.Aku pun bingung dengan sikap mereka.
"Aku tidak mengerti bi"batin ku."Sungguh Aku bingung saat ini,bukan nya tadi Ia yang mengatakan bila Aku akan mendapatkan hukuman"batin ku lagi.
"Gini ya Mia,masakan Kamu tadi itu lumayan rasa nya,ya walaupun belum sepenuh nya enak tapi ya cukup memuas kan"Ujar Tuan Dava padaku.
"Apa benar-benar enak??Alhamdulillah kalo Ia menyukai nya"batin ku.
"Ya Tuan terima kasih"Ujarku sambil tersenyum.
"Jadi begini,tadi temen ku menyukai masakan mu dan Ia meminta selama sebulan ini Ia ingin Kamu membuatkan Ia bekal makan siang juga"Ujar Tuan Dava lagi.
"Benar kah Tuan??apa Aku tidak salah dengar Tuan??"Ujarku kaget.
"Tentu tidak,yang Aku katakan benar."Ucap nya.Lalu Ia Mengeluarkan amplop dari dalam tas nya dan menyerahkan kepadaku
"Ini buat Kamu,silahkan di atur untuk menu teman ku.Jika uang itu lebih,boleh sebagian Kamu kirim buat Keluarga mu dirumah."Ujar nya sambil berlalu.
"Ya Allah Aku benar-benar tidak percaya dengan ini semua.apa aku mimpi??"Aku pun mendekati bI Ira dan berkata pada nya.
"Bi,tolong cubit Aku bi."Ujarku pada Bi Ira,Lalu bi Ira pun mencubit lengan ku sambil tertawa.
__ADS_1
"Aww,,sakit Bi"Ujarku menahan perih.
"Kamu itu ada-ada saja Mia.,apa Bibi bilang kan Tuan muda itu orang yang baik.Ia tidak suka melakukan hal-hal yang tak terduga.Itu rejekimu Mia."Ujar Bi Ira sambil tersenyum.
Aku pun dengan pelan membuka isi amplop itu
"Ya Allah banyak banget bi."ujarku sambil setengah teriak tidak percaya dengan apa yang Aku lihat.
"Itu rejeki mu Nak.Bibi rasa Kamu bisa menyisakan uang nya nanti untuk Keluarga dirumah.Sudah simpan yang baik uang nya ya."Ujar Bi Ira pada ku.
"Iya Bi."kata ku pelan.
Sungguh Aku masih belum percaya melihat jumlah uang di dalam amplop ini.Apa benar ini uang buatku,cuma menyiapkan bekal makan siang teman Tuan Dava selama sebulan.
Perasaan ku masih bercampur aduk,antara senang dan masih belum percaya.Sekarang yang ada di benak ku apa iya masakan ku seenak itu sampe membuat teman Tuan Dava juga menyukai masakan ku.berati masakan ku benaran enak??"gumam hatiku senang.
"Alhamdulillah ya Allah..Engkau selalu memberikan Aku rejeki tidak terduga untuk ku."Kataku senang.
Aku pun masih tersenyum-senyum senang,tidak pernah membayangkan bisa mendapat kan pekerjaan seperti ini.Tidak masalah Aku tidak di gaji.Tapi bukan nya uang dari bekal makan siang ini sudah lebih dari cukup untuk ku membantu Ayah dan Ibu.
Aku pun mulai memikirkan menu apa lagi besok yang akan ku buat besok pagi.Aku harus membuatkan menu yang enak-enak.
Aku tentu tidak ingin membuat teman Tuan Dava kecewa"Aku pasti bisa membuat masakan yang enak" gumam ku dalam hati.
Tanpa di sadari,lagi-lagi ada sepasang mata yang melihatku dari lantai atas.kelihatan senyum di bibir nya melihat tingkah ku.
*Dava*
"Ia memang gadis yang unik."Ujar Dava dalam hati
Ia bisa menjadi segalanya,gadis kuat yang selalu menjadi pelindung untuk keluarga nya."batin Dava.
"Kenapa Aku jadi memikirkan gadis itu??"batin Dava
apa istimewa nya Dia,bukan kan Diana lebih dari segala-gala nya."Dava bergumam lalu masuk ke dalam kamar.
Dikamar Dava masih memikirkan Mia.Entah kenapa semua tingkah nya membuat nya penasaran.
"Mengapa aku jadi seperti ini??"ujar Dava di dalam hati..
Mengapa semakin Aku melupakan pikiran ku tentang Mia,Semakin muka nya muncul di hadapan ku.
Begitu istimewa kah Ia sekarang untukku??"batin Dava.
Dava pun memejamkan mata mencoba melupakan.
__ADS_1
*****