
"Apa yang kalian lakukan kenapa Kalian berteriak.Kalian pikir ini pasar??"ujar tuan Dava marah.
"Begini Tuan,Wanita ini memaksa masuk kedalam ruangan Tuan.Saya bilang tidak mungkin Tuan Dava ingin pesan makanan rantang begini,,"ujar wanita yang bernama Jenny kepada Tuan Dava.
"Terus Kamu kenapa teriak-teriak Mia??"ujar tuan Dava padaku.
"Dia melarang Saya masuk Tuan,dan hampir menjatuh kan makanan ini."Ujarku pelan.
"Jenny kenapa Kamu melarang Mia masuk??Seharus nya Kamu bertanya dulu padaku,bukan Kamu yang memutuskan."ujar Tuan Dava ketus pada Jenny.
"Rasakan Kau,,"Kataku di dalam hati sambil tersenyum.
"Iya,,maaf Tuan,Saya tidak tau kalo Dia ini tamu nya Tuan."Ujar Jenny sambil menunduk.
"Mulai besok dan seterus nya kalo ada Mia ke sini kamu jangan menghalang-halangi nya lagi mengerti???"Ujar Tuan angkuh kepada Jenny dengan tegas.
"Baik lah Tuan Saya minta maaf,Saya permisi dulu"Ujar nya sambil berlalu.
"Ayo Mia masuk ruangan ku,Aku telah lama menunggu" ujar Tuan Dava padaku.
"Iya Tuan,,"Jawabku dan mulai mengikuti nya.
"Maafkan Saya Tuan soal kejadian tadi,Saya tidak bermaksud membuat keributan di kantor Tuan.Cuma Wanita itu sangat tidak sopan kepada Saya.Maka nya Saya menjadi marah,saya tidak suka di remehkan nya."Ujar ku panjang lebar.
"Iya tidak apa-apa,mulai besok Ia tidak akan menghalangi mu lagi untuk masuk ke sini."Tuan Dava berkata padaku.
Tak lama kemudian Tuan Dava mengambil ponsel nya dan menekan sebuah nomor.tak lama Ia berbicara dengan seseorang di ujung sana.Selesai menelpon Ia bicara pada ku.
"Kalo Kamu ingin pulang tidak apa-apa "Ujar nya padaku.
"Iya Tuan,,"Kataku.Tapi Saya apakah boleh sholat di mushola bawah lagi Tuan??Ujar ku pelan.
"Silahkan,Mushola itu untuk siapa saja."Ujar Tuan Dava padaku tanpa melihat ku.
"Bahkan tuk melihat Aku saja Ia tidak mau."batin ku.
"Ucapan terima kasih gitu atau hati-hati di jalan Mia."Ujar ku dalam hati
"Baik lah Tuan,,Saya permisi dulu,,"Ujar ku sambil berlalu.
Aku pun segera melangkah kan kaki keluar ruangan Tuan Dava.
Tak jauh dari sana Jenny menatapku dengan tatapan yang tidak enak dilihat.Aku mencoba berjalan santai kepada nya.Memang untuk urusan yang seperti ini Aku tidak ada nama nya takut untuk menghadapi nya.Karena menurut ku semua Manusia sama di mata Allah,Cuma Ia beruntung bisa bekerja di perusahaan ternama ini.Sedangkan Aku cuma jadi pembantu di rumah nya Tuan Dava.
__ADS_1
"Gak usah senang dulu ya,Aku gak bakalan membiarkan hidup Kamu tenang."Ujar nya padaku sambil melotot.
"Ternyata kamu belum puas juga ya??Ujar ku sambil tertawa pada nya."Kenapa??Kamu takut tersaingi gitu??"Ujarku sambil tertawa.
"Apaa???Aku tersaingi??tersaingi dengan Kamu??Heloo,,kemana-mana juga cakepan Aku ya dari Kamu"Ujar nya menghinaku lagi.
Lalu Aku datang mendekati Ia
"Kata Ibu ku kalo ada orang yang menghinamu senyumin aja.Anggap saja bagai Anjing menggonggong" ujar ku sambil tersenyum."Dari pada nambahin dosa.Permisi,,"Ujar ku sambil berlalu.
"Dasar wanita kampungan,,"Teriak nya padaku.
"Rasakan Kau"Kata ku dalam hati.Aku memang seperti nya harus mengumpulkan tenaga ku untuk menghadapi wanita satu ini.Karena setiap hari nya Aku pasti akan berjumpa dengan nya.
Tidak mungkin Ia akan membiarkan Aku hidup tenang.Ia bakalan terus mengancam ku disini"batin ku.
Aku pun telah sampai ke lantai bawah Aku pun langsung menuju mushola.Setelah mengambil air wudhu Aku pun langsung sholat.
Selesai sholat Aku pun bergegas keluar karena ingin pulang kerumah
Tiba-tiba seorang lelaki mendekat padaku.
"Halo nona,,boleh kenalan??"Ujar nya sambil mengulurkan tangan.
"Ya Saya Mia Tuan,,"Kataku sambil mengulurkan tangan juga
Jujur Aku takut untuk berkenalan dengan laki-laki,tapi Aku tidak mau juga kalo Aku dipikir wanita yang sombong...Apalagi Tuan ini seperti nya baik"Ujarku dalam hati.
"Aku Raynald,,"ujar nya sambil tersenyum.
Mia kerja di kantor ini juga ya??"Kata nya sambil tersenyum.
"Tidak Tuan,Saya tidak bekerja disini,Saya cuma menemui Tuan ku untuk mengantarkan bekal makan siang nya,Kalo begitu Saya permisi dulu ya Tuan"Ujar ku pada lelaki itu sambil berlalu.
"Mia tunggu,Saya boleh minta no hp mu??"Teriak tuan itu pada ku.
Aku pun mempercepat langkah ku.keluar kantor,dan memesan ojol dan pulang kerumah.Aku ingin cepat-cepat pulang.
*Raynald
"Apakah Aku begitu menakut kan??"batin raynald dalam hati.Mengapa ia seperti ketakutan melihat ku??
biasa nya setiap wanita bisa terpesona melihat ku tapi mengapa Ia tidak."batin raynald.
__ADS_1
Entah mengapa sejak pertemuan pertama Aku sudah menyukai wanita itu.Ia begitu sederhana tapi sangat mempesona,Aku yakin sifat nya juga baik.Aku begitu penasaran ingin kenal dan dekat dengan nya.
Maka nya siang ini Aku sempat kan sampai disini disaat jam sholat Dzuhur dimana pasti ada wanita itu pikirku.
Dan benar saja Aku benar-benar ketemu Ia lagi di mushola ini.Dan walaupun tidak berbincang lama Aku sudah bisa berkenalan dengan nya.
"Mia,,nama yang singkat dan lucu."batinku.
sederhana seperti orang nya.Entah mengapa Aku sampai kepikiran dengan nya.Padahal Ia begitu sederhana jauh dari Wanita yang penuh gaya.Bahkan pakaian nya pun sangat sederhana.
Sebenar nya Aku kecewa tidak bisa mendapat kan nomor handphpne nya tapi Aku yakin pasti besok Ia akan balik lagi ke sini.Aku besok ke sini lagi"batin ku bersemangat.
Lalu Aku pun naik ke lantai atas untuk menemui Dava, dan makan siang tentu nya karena hari ini bekal makan siang ku sudah mulai di antar.
"Halo bro lagi apa Kamu??"Aku sengaja sedikit berteriak di ruangan Dava sambil tertawa.
"Kebiasaan banget ya Kamu,selalu kalo masuk ruangan selalu buat kaget"umpat Dava marah.
"Santai bro,,habis nya Kamu sok sibuk banget,masa jam istirahat gak pake istirahat dulu.Enggak usah di bawa serius bener pekerjaan itu"Aku berkata pada Dava.
"Aku minta di antarkan bekal makan siang itu,agar Aku tidak kemana-mana dan tidak meninggal kan pekerjaan ku.Aku lebih suka menyelesaikan pekerjaan di hari kerja.Jadi di saat Aku libur,Aku bisa memanfaat kan waktu ku benar-benar untuk libur"Dava berkata panjang lebar.
"Kalo bagian jawab menjawab paling jago si Dava ini ya,ngomong-ngomong mana bekal makan siang Ku??lapar nih,,"Ujar ku pada Dava.
"Tuh di meja udah sampai.Kita makan dulu ya"Ujar Dava berkata padaku.
Kami pun membuka bekal makan siang,Aroma masakan nya benar-benar enak,membuat Aku semakin lapar.
"Kalo di pikir enak bener ya masakan nya pembantu baru mu ini,Aku sampai suka banget sama masakan nya"Aku berkata sambil makan.
"Pelan-pelan Ray,ntar tersedak baru tau rasa,,gak bakalan Aku ambil makanan kamu,enang aja,,"Ujar Dava sambil tertawa.
Aku pun ikut tertawa melihat tingkah ku sendiri.
"Memang Aku akui masakan Mia memang enak"Ujar Dava padaku.
"Apaaaaa???Mia???bentar dulu Mia itu pembantu Kamu yang masakin bekal buat Kita ya??"Aku bertanya pada Dava.
"Iya,Mia yang memasak bekal ini.Kenapa emang nya, kenapa Kamu terkejut gitu??"Selidik Dava pada ku.
"Tidak apa-apa,Aku pura-pura acuh.Padahal sungguh Aku benar-benar terkejut,ternyata Wanita yang sedang Aku cari tinggal bersama Dava dan Ia yang memasakan makanan setiap hari nya untuk bekal makan siang ku dan Dava.
"Berarti setiap hari nya Aku bakalan bertemu dengan nya.Aku tidak sabar menunggu besok,tentu saja untuk bertemu dengan Mia"kataku dalam hati dengan gembira.
__ADS_1
*****