
Pagi ini Kami sekeluarga di buat panik oleh Mia.Ia sudah merasakan sakit pada perut nya.Seperti nya Mia sudah mengalami kontraksi.Dari pagi Ia sudah mengeluh sakit pada perut nya.Tapi Ibu menyuruh untuk tidak di bawa kerumah sakit.
Ibu menyaran kan untuk memanggil bidan untuk datang ke rumah saja.Aku pun bingung kenapa tidak di bawa kerumah sakit saja,bukan kah lebih aman jika terjadi apa-apa dengan Mia dan anak nya.
Tapi Ibu Mia meyakinkan Aku bahwa semua nya akan baik-baik saja.
Mungkin ibu Mia sudah berpengalaman menghadapi proses kelahiran seperti ini,Aku hanya menuruti nya saja.Aku mencoba menenangkan Mia.
"Masih sakit sayang??"tanya ku pada nya.
"Iya sayang,,sakit sekali Aku sudah tidak tahan lagi.."Ucap nya pada ku.
"Sabar ya sayang,,semua nya akan baik-baik saja."Ucap ku menenangkan nya.
Ia hanya mengangguk dan mengenggam tangan ku.
Tak lama Ibu Mia datang bersama seorang bidan.Bidan pun memeriksa Kandungan Mia.Ia mengatakan jika memang sudah waktu nya.
Setelah semua peralatan siap semua.Bidan pun membantu Mia untuk proses kelahiran nya.
Aku,Ayah dan Ayu menunggu harap-harap cemas di luar kamar.
Aku ingin Mia dan anak ku baik-baik saja.
Tak berapa lama terdengar suara tangisan seorang bayi.
Aku,ayah dan Ayu mengucap rasa syukur,,
Akhir nya anak kami sudah lahir,,,
Mia melahirkan seorang bayi laki-laki.Ia sangat tampan.
Aku pun masuk ke dalam untuk melihat keadaan Mia.Terlihat Mia tersenyum manis pada ku,walaupun muka nya masih terlihat sangat lelah.
"Sayang,,anak kita sudah lahir."Ucap nya pada ku.
Ia terlihat begitu senang,,,
"Iya sayang,,dia tampan sekali seperti Aku."Ucap ku pada Mia dan tersenyum.
Anak ini memang sangat tampan.Ia begitu mirip dengan Dava.Tapi aku tidak memperdulikan itu,Ia tetap anak ku.
Mia pun terdiam mendengar perkataan ku.Tak lama kemudian Ia pun meneteskan air mata.
__ADS_1
"Sayang,,kenapa kamu menangis???"tanya ku pada Mia.
Ia hanya terdiam dan terus menangis.
"Sayang,,kenapa menangis??apa yang membuat Kamu sedih??"tanya ku lagi.
"Aku terharu sayang,,karena Kamu mau menerima anak ini sebagai anak mu tanpa Kamu peduli siapa ayah nya."Ucap Mia sambil tersedu.
Aku pun menggenggam tangan nya.
"Sayang,,dengar kan Aku.Anak ini tidak bersalah,Ia juga tidak minta di lahirkan di dunia ini.Tugas kita hanya menyayangi nya dan membesar kan nya sepenuh hati."Ucap ku pada Mia.
Aku tahu mungkin Mia merasa canggung saat mendengar ku mengatakan Anak Dava itu adalah anak ku.Aku memang tidak mempermasalah kan hal itu.Bagi ku anak itu tidak bersalah.
Terlepas Dava ayah kandung nya,Aku tidak perduli.Aku yang akan menyayangi dan membesar kan nya nanti.Dava tidak berhak mengambil nya dari ku.
Aku akan membukti kan pada Dava,bahwa anak ini lebih bahagia mempunyai Ayah seperti Aku dari pada Dia.
"Terima kasih sayang,,,"Ucap nya pada ku.
Aku pun memeluk nya.
"Berjanji lah untuk tidak membahas hal ini lagi sayang,,Aku tidak ingin lagi mendengar kan Kamu membahas nya lagi"Ucap ku lagi.
Ternyata Ayah dan Ibu ada di sini.Ia mendengar kan semua percakapan Kami tadi.Terlihat Ibu Mia menangis,mungkin Ia juga ikut terharu melihat Mia menangis.
Ayah Mia pun mendekati ku.
"Nak Raynald,Ayah sangat berhutang budi pada mu,atas apa yang kamu lakukan pada anak ayah."Ucap ayah Mia pada ku.
Ternyata Ayah Mia masih membahas hal ini lagi,perkataan ini sering ayah Mia ucap kan pada ku.Setiap kami mengobrol Ia selalu berterima kasih pada ku.Karena sudah berbaik hati menikahi Mia.
"Ayah tidak boleh berkata demikian lagi yah,Saya sudah katakan jika saya menerima Mia apa ada nya.Jadi ayah janji jangan membahas nya lagi."Ucap ku pada Ayah Mia.
"Ayah sangat senang karena Kamu mau menerima keadaan anak ayah apa ada nya."Ucap nya pada ku.
"Seharus nya Tuan Dava yang bertanggung jawab atas ini semua nak bukan kamu."Ucap Ayah Mia lagi.
"Saya mencintai anak ayah apa ada nya.Apa pun keadaan Mia,saya menerima nya yah."Ucap ku lagi.
Ayah pun memeluk ku.
Aku pun tidak pernah menyangka jika jodoh ku adalah Mia.Dan Aku pun tidak pernah tau jika Aku bisa menjadi seorang Ayah.Ayah dari anak nya Mia.
__ADS_1
Anak yang tidak di akui oleh ayah nya sendiri.Bagi ku tak ada alasan ku untuk tidak menyayangi nya.Ia tetap akan menjadi anak ku.
Aku hanya ingin hidup bahagia bersama Mia dan anak nya.Aku sangat mencintai wanita itu.
*****
Aku mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.Aku hanya ingin cepat tiba di rumah sakit.
Aku panik mendengar telepon dari Jessy yang mengatakan Diana di bawa ke rumah sakit karena pendarahan.
Aku pun bergegas menuju rumah sakit.Aku berharap tidak terjadi apa-apa dengan Diana dan kandungan nya.
Jalanan begitu macet siang ini.Mobil begitu padat sehingga sulit untuk bergerak.Rasa nya Aku sudah putus asa untuk cepat sampai di rumah sakit.
Hampir satu jam lebih Aku menempuh perjalanan dan melewati macet.Akhir nya Aku tiba juga di rumah sakit.Aku bergegas menuju ke kamar tempat Diana di rawat.
Sebelum sampai di sini tadi Jessy menelpon ku dan mengatakan jika Diana sudah masuk ke ruang inap.
Terlihat Diana di tenang kan oleh Mami dan Jessy.
"Sayang,,,Kamu tidak apa-apa??tanya ku pada nya.
Diana hanya diam dan menangis,,
"Apa yang terjadi dengan Diana Mi??"Tanya ku pada Mami.
"Diana keguguran sayang,,anak kalian tidak bisa di selamat kan."Ucap Mami pada ku.
Rasa nya seluruh badan ku lemas seketika.Aku kehilangan anak ku.Ternyata hal yang Aku takuti selama ini benar-benar terjadi.
"Dava,,yang sabar ya.Ini semua adalah ujian untuk kalian berdua.Mungkin nanti Allah akan menggantikan nya dengan yang lebih baik."Ucap Mami menenagkan kami berdua.
"Maaf kan Aku sayang,,karena Aku tidak menjaga anak kita."Ucap Diana pada ku sambil menangis.
Aku pun hanya terdiam.
Aku masih tidak percaya dengan ini semua.Semua nya seperti mimpi untuk ku.Baru kemarin Aku merasakan kebahagiaan kabar kehamilan Diana dan hari ini Aku harus kehilangan.
Seketika Aku langsung merasa bersalah kepada Mia.Apa ini hukuman untuk ku karena telah menyia-nyiakan Dia dan anak ku.
Dan sekarang Aku harus merasakan kehilangan anak ku,,,,
*****
__ADS_1