
*Dava*
waktu menunjukan jam lima pagi ini entah kenapa Aku terbangun cepat.Mataku tidak bisa di ajak kompromi lagi untuk tidur.
"Sial,,padahal semalam Aku tidur jam satu malam karena tidak bisa tertidur.
Tiba-tiba Aku merasakan kerongkongan ku kering."Seperti nya minum yang segar-segar enak nih" batin ku.
Aku pun bergegas ke dapur menuruni tangga.Sesampai di dapur Aku bertemu dengan Bi Ira yang mulai sibuk dengan pekerjaan nya.
"Pagi Bibi."Ujar ku pada bi Ira.
"Ehh,,Tuan Dava,ada apa Tuan??"kata bibi kaget."Ada yang bisa bibi bantu??"Ujar Bi Ira Lagi.
"Enggak Bi,,Aku cuma pengen cari yang segar aja enggak tahu kenapa rasa nya haus banget bi."Ujar ku pada Bi Ira sambil tersenyum dan mengambil minuman dingin di kulkas.
"Oalaaah..bibi pikir ada apa"ujar bi Ira lega.
"Bi,Mia mana bi??belum bangun dia ya??"ujarku pada bi Ira.
"Sudah tuan,Mia udah bangun dari tadi cuma sekarang Ia lagi sholat subuh tuan."Ujar bibi sambil memotong sayur.
"Ohh,,rajin juga Ia sholat nya"Ujar ku pada bibi. "Kemaren juga waktu di kantor Ia menanyakan mushola padaku Bi"Ujarku pada bi Ira.
"Iya Tuan,Mia memang tidak pernah meninggalkan sholat nya.Ia anak yang baik."Kata bi Ira tersenyum.
"Wanita itu sudah pandai membuat kopi,pandai memasak,menyayangi keluarga nya,Sholat nya pun tidak pernah tinggal ternyata"batin ku.
Tiba-tiba Mia muncul ke hadapan kami.
"Pagi Tuan,"Sapa nya padaku sambil tersenyum dan menunduk.
"Bi Aku ke depan dulu ya."Ujar nya pada Bi Ira.
"Iya nak,tolong sekalian bereskan ruangan kerja Tuan Dava ya"Ujar bi Ira pada Mia.
"Iya Bi.Saya permisi Tuan,,"Kata nya padaku yang ku jawab dengan anggukan.
Jadi Ia yang semalam membereskan ruang kerjaku.Semua file Ku kemaren tersusun rapi di buat oleh nya.
"Iya Bi,Aku ke depan dulu ya"ujarku pada bibi.
"Ya Tuan,,Tuan mau di buatkan kopi??"Ujar bi Ira padaku.
__ADS_1
"Boleh bi..tapi minta Mia yang buatkan ya"Ujarku sambil tersenyum.
"Oalaah,,sekarang apa-apa mau nya sama Mia."Kata bi Ira padaku."Kopi Mia yang buatin,bekal makan siang juga Mia yang buatin.gak mau lagi sama Bibi nih."Ujar bi Ira pura-pura cemberut.
"Hahaha,,tetap lah masakan Bii Ira yang paling enak.Kalo Aku tidak menyuruh nya,Apa kerjaan Ia bi??" Ujarku pada bibi sambil tertawa.
"Iya deh iya Tuan"Ujar Bi Ira padaku."Nanti Bibi minta Mia buatkan kopi dan antar pada Tuan ya ke belakang."Ujar Bi Ira lagi
"Oke Bi,,makasih ya bi"Ujarku sambil tersenyum pada bibi.
Aku pun berlalu ke halaman belakang.Udara terasa begitu sejuk.Ternyata enak juga ya bangun pagi begini,bisa merasakan udara sesejuk ini."Ujarku dalam hati.
Aku pun teringat masa kecil dimana Papi,Mami,Aku dan Jessy adik ku setiap hari selalu kumpul di halaman belakang ini bila pagi.Entah mengapa adek ku Jessy setiap hari ingin sarapan disini.Katanya enak sambil melihat kolam renang dan bunga..
Jadi setiap pagi Kami mengalah dengan nya.Setiap pagi kami selalu sarapan di balkon belakang ini.
Aku pun tersenyum mengingat nya.
Aku pun mulai merindukan keluargaku.Sudah hampir tiga bulan ini Mami dan Papi tidak pulang ke Indonesia.Apa lagi Jessy sudah hampir delapan bulan ini Ia tidak pernah pulang lagi,cuma lewat Video Call saja kadang Kami melepas rindu.
Aku pun juga jarang mengunjungi Mereka karena terlalu disibukan dengan pekerjaan di kantor.
Aku sebagai anak Laki-laki dan yang tertua pasti Aku yang di andalkan oleh Papi untuk mengurus perusahaan nya disini.Sedangkan Papi yang mengurus perusahaan di Luar sana Alhamdulillah semua bisnis yang Aku jalani dan Papi semua nya baik-baik saja.Jarang kami mendapatkan masalah.
Tiba-tiba saja Mia sudah datang membawakan Kopi.
"Ya taruh disana saja di meja."Ujar ku pada nya.
"Iya Tuan,Kalo begitu Saya permisi dulu ya Tuan."Ujar nya padaku.
"Iya,,"jawab ku datar dan Mia pun berlalu dari ku.
Kalo di lihat-lihat gadis itu cukup menarik juga.Hidung nya mancung,mata nya bulat,bibir nya tipis,kulit nya hitam manis persis sekali dengan orang Turki."batin ku.
"Turki??nanti dulu,seperti nya tidak asing."Aku mencoba mengingat.
Aku jadi ingat dengan perkataan nya Raynald soal gadis berhijab yang dia ceritakan kemaren.
"Apa iya Mia yang Ia maksud.Memang kalo di lihat dan diperhatikan Mia memang mirip dengan orang Turki.
Tapi apa iya Raynald menyukai nya,bila Ia tau kalo Mia seorang pembantu."batinku sambil tersenyum.
"Nanti biar Aku pertemukan Ia dengan Mia di kantor." ujar ku dalam hati.
__ADS_1
Setelah selesai ngopi Aku pun bergegas mandi, bersiap-siap untuk kekantor.Tidak lupa Aku sarapan dahulu.Memakan sarapan yang telat di buatkan Bi Ira padaku.Aku selalu memakan masakan yang Bi Ira masak untuk ku.Bagiku Ia adalah Ibu kedua bagiku,karena Ia yang mengurusku dari Aku masih kecil hingga sekarang.Mami pun sangat mempercayai nya.
Tiba-tiba Aku melihat Mia yang lagi membersihkan ruangan depan.
"Ia mirip sekali dengan orang Turki.Cuma kulit nya sedikit gelap,tapi itu yang membuat Ia manis sekali." batin ku.
"Ahh,,,kacau kenapa Aku jadi membayangkan Ia terus,
Ingat Dava Ia bukan selera kamu,apa kata dunia nanti."Kataku dalam hati.
Tiba-tiba Ia melihat ku agak aneh,tak lama Ia pun bersuara.
"Kenapa Tuan,Tuan dari tadi melihat Saya apakah ada yang salah dengan Saya??"Ujar nya polos.
Aku salah tingkah mendengar kan Mia berbicara jadi dari tadi Ia memperhatikan ku.
"Ehh,,itu tidak apa,Aku hanya melamun saja."Ujarku berbohong.
"Ohh iya Tuan,,"Ujar nya padaku lagi.
"Kalo begitu Saya pamit ke belakang dulu Tuan."Ucap nya lagi.
"Saya tadi tidak memperhatikan Kamu,tapi saya sedang melamun."Ujar ku berbohong.
"Malu lah kalo sampai Ia tahu Aku menatap nya bisa besar kepala Ia nanti."batin ku.
"Maaf Tuan,berarti Saya yang rasa-rasa."Ujarnya sambil tertawa.
"Ya ampun Ia lucu sekali tertawa seperti itu,benar-benar kelihatan Ia gadis yang manis."batin ku dalam hati.
"Ya sudah,sana ke belakang bantu bi Ira.Pagi-pagi Kamu udah ge er di lihatin."Ujar ku sambil memasukkan sendok nasi goreng ke mulut ku.
"Iya Tuan Saya permisi."Ujar nya padaku sambil berlalu.
"Apa-apaan ini Dava,kenapa Kamu seperti orang bodoh??kenapa Kamu jadi memuji Mia??Memang dia siapa,apa kelebihan nya???Ia hanya gadis biasa saja,sudah buang jauh-jauh pikiran mu."Ujar ku dalam hati.
"Kamu sudah mempunyai Diana yang lebih dari segalanya"Ujarku dalam hati.
Diana adalah kekasihku.Ia seorang Dokter di Rumah Sakit ternama di Jakarta.Diana berkulit putih,cantik dan pintar.Sudah hampir lima tahun ini Aku dan Diana menjalin hubungan.
Biasa nya setiap seminggu sekali pasti kami bertemu untuk sekedar bercerita atau pun jalan-jalan.
"Hmm,,Aku jadi merindukan nya."Ujarku dalam hati.
__ADS_1
Nanti sesampai di kantor Aku akan menelpon nya."Aku kangen Diana ku."kataku sambil tersenyum..
******