
*Dava*
Jujur mendengar omongan Mia semalam membuat Aku tidak bisa tidur hingga pagi.Apa iya Ia mulai menyukai Raynald dan ingin menerima Raynald.Bagaimana kalo Ia cuma jadi bahan mainan Raynald,secara Aku paham betul siapa Raynald.
Kelihatan dari raut wajah Mia kalo Ia tidak suka Aku menanyakan itu pada nya.Kenapa Ia harus berkata begitu.Apa Ia tidak tahu bahwa itu menyakiti hati ku.
"Ahhh,,sial!!!"Kenapa Aku harus pusing dengan masalah ini.
Semalaman Aku mencoba memejam kan mata,tapi tak sedikit pun mata ini mau terpejam.
"Aku harus membuat Mia jauh dari Raynald.Aku tidak rela bila Ia harus jatuh hati kepada Raynald!!Tidak akan ku biar kan."Ucap ku dalam hati.
Aku pun memikirkan bagaiamana cara nya agar Mia tidak bertemu dengan Raynald lagi.
"Ahh iya,,sebaik nya Ia tidak usah lagi mengantar bekal makan siang ke kantor ku.Pasti Ia tidak akan bertemu dengan Raynald lagi.Jika memang Ia ingin membuat kan ku bekal,Andri bisa mengambil nya ke rumah."Ucap ku dalam hati.
Akhir nya Aku tersenyum puas.Dan mencoba memejam kan mata hingga menunggu waktu pagi yang tidak akan lama lagi akan tiba.
Pagi nya Aku melihat Mia menyiap kan sarapan.Ia menegur ku.
Aku pun hanya acuh pada nya.Tidak ada jawaban dari Ku.Entah kenapa Aku masih kesal mendengar jawaban nya kemaren malam.
Begitu pun saat pergi ke kantor,lagi-lagi Aku acuh pada nya.Egois memang.Entah kenapa Aku tidak mau Ia dekat dengan Raynald.
"Tolong lah Dava,kenapa Kamu jadi seperti anak kecil saja."Ucap ku dalam hati.
Tampak raut wajah sedih dari muka Mia saat Aku acuh pada nya.
"Biarkan saja,,biar Ia tau bahwa Aku cemburu pada nya.Ehh,,tunggu dulu.Apa iya Aku cemburu pada nya???Kenapa Aku harus cemburu pada nya??Bukan nya Ia bukan siapa-siapa buat Ku."Ucap ku dalam hati.
Aku pun tersenyum sendiri melihat tingkah ku yang seperti anak kecil.Kenapa Aku jadi seperti ini.Apa iya Aku mulai menyukai gadis itu.
"Ingat Dava,,Kamu sebentar lagi akan menikah,jangan melakukan hal-hal yang bodoh."batin ku mengingat kan ku.
Hampir saja Aku lupa bahwa pagi ini Aku belum menghubungi Diana.Rutinitas yang biasa Aku lakukan setiap pagi.Sekedar menanyakan Ia sudah sarapan apa belum,mengingat kan Ia untuk minum vitamin dan berangkat kerja untuk berhati-hati.
Aku pun menekan nomor telpon Diana,terdengar suara panggilan di ujung sana.
__ADS_1
"kring,,kring,,,kriiing,,
Tidak Ada jawaban dari Diana.Aku pun mencoba sekali lagi.Tetap saja tidak ada jawaban dari Nya.
"Apa Ia masih marah pada Ku karena kejadian semalam??"tanya ku dalam hati.
"Kak Dava,,kenapa sih dari tadi melamun aja.Kakak sedang memikir kan apa??"Tanya Jessy mengaget kan ku.
"Tidak apa-apa Jess,,Nanti Kamu temuin Jenny ya kalo sudah di kantor,Minta Dia ajarin Kamu dulu awal nya."Kata ku pada Jessy.
"Iya Kak."Ucap Jessy pada ku.
Tak lama pun Kami Tiba di kantor.Jessy pun langsung menemui Jenny.Dan Aku pun langsung menuju ke ruangan ku.
Aku pun mencoba untuk menelpon Diana lagi.Tetap tidak ada jawaban dari Nya.
Aku pun mengirim kan Ia pesan.
Sayang,,kamu lagi dimana??kenapa telepon ku tidak di jawab??
"Sudah lah biar kan saja.Mungkin Ia lagi sibuk dengan pasien nya."Ucap ku dalam hati.
Aku pun kembali membuka laptop dan mulai dengan pekerjaan ku.
*Jessy*
"Jenny,,,Haii.."Ucap ku pada Jenny sekretaris kantor Kak Dava.
"Haii Jess,,"Ucap Jenny pada ku.Kenapa pagi-pagi udah di kantor??"tanya nya lagi pada ku.
"Aku di suruh Papi buat belajar biar bisa pegang perusahaan Papi juga."Ucapku pada Jenny.
"Waah mantap Jenn,,Jadi mau belajar sama Aku gitu??"Ucap Jenny lagi.
"Iya,,Kak Dava minta Aku buat belajar sama Kamu dulu.Bantuin Aku ya Jenn,,"Ucap ku sambil memelas dan tersenyum.
"Amaaan,,Ayo Aku ajarin."Ucap nya pada ku.
__ADS_1
Kami pun berlalu.Aku pun menyapa beberapa karyawan yang menegur ku.Ternyata banyak juga karyawan di kantor Kak Dava ini.Selama ini Aku tidak terlalu memperhati kan nya.
Setelah cukup belajar dengan Jenny.Aku pun menuju ke ruangan Kak Dava.
"Kakak,,,"Ucap ku sambil teriak kepada Kak Dava.
"Jess,,tolong kalo masuk ke ruangan Kakak pintu nya di ketuk dulu kenapa.Jangan buat Kakak kaget."Ucap Kak Dava pada ku.Terlihat mata nya sedikit melotot pada ku.
"Iya Kak maaf,,Jessy kan mau kasih tau Kakak.Kalo Jessy udah belajar dengan Jenny tadi.Jessy udah banyak tau loh."Ucap ku dengan yakin sambil tersenyum.
"Beneran udah bisa??Udah tau apa aja yang harus Kamu lakuin??"Tanya Kak Dava lagi.
"Iya Kak,,lagian gak terlalu rumit,gampang."Ucap ku dengan yakin nya.
"Oke,,kalo begitu Kamu ikut Kakak.Kita akan bertemu klien siang ini,sekalian makan siang."Ucap Kak Dava pada ku.
"Apaa kak???Kakak gak bercanda kan???"tanya ku dengan gugup.
"Ya enggak lah.Kan tadi Kamu bilang Kamu paham semua nya.Ayo tunjukan pada Kakak kalo Kamu bisa."Ucap Kak Dava lagi sambil berdiri.
"Hmm..baik lah Kak..Jessy akan ikut Kakak."Ucap ku pelan.
"Kamu kenapa??Kamu gak takut kan??"tanya Kak Dava lagi pada ku.
"Ehh,,ya enggak lah Kak,,Masa iya Jessy takut ketemu klien."Ucap ku dengan bangga nya.
Padahal jujur dalam hati ku ada perasaan canggung juga.Karena ini pengalaman pertama ku.Bagaimana kalo salah bicara.Bisa-bisa Aku merusak kerja sama Kak Dava pikir ku.
"Ayoo Kita berangkat."Ucap Kak Dava sambil keluar pintu.
Aku pun mengikuti Kak Dava dari belakang.Aku masih tidak percaya Kak Dava mengajak ku untuk bertemu klien.Ini akibat Aku asal bicara tadi.Seharus nya Aku tidak berkata begitu dengan Kak Dava tadi.
Tapi tidak apa lah.Paling tidak Aku bisa belajar untuk menjalin hubungan dengan relasi.Aku harus tunjukan pada Papi,Mami dan Kak Dava bahwa Aku bisa.
"Ayoo Jess,,,semangat,,semangat,,Kamu pasti bisa!!!"Ucap ku dalam hati.
******
__ADS_1