
"Aku tidak percaya dengan Apa yang Aku dengar barusan,Tuan Dava benar-bebar berkata demikian.Berarti Aku sudah salah menilai nya selama ini.Mungkin Aku yang terlalu percaya diri menganggap diri Nya benar-benar menyukai ku"
Aku pun cepat-cepat menyelesai kan pekerjaan ku.Setelah selesai Aku pun masuk ke dalam kamar.Aku pun berbaring di kasur Ku.Tanpa terasa menetes air mata Ku.
Kamu sudah terlalu jauh bermimpi Mia,Kamu yang menyakiti diri Mu sendiri.Kamu harus nya sadar Kamu dan Tuan Dava itu bagaikan langit dan bumi.Tidak sepadan.Mana mungkin seorang Tuan Dava bisa suka dengan pembantu seperti Mu.
Aku pun terus menangis,entah kenapa rasa nya sedih sekali.Aku baru pertama kali merasakan rasa sakit seperti ini karena laki-laki.Dan Aku baru pertama kali nya merasakan jatuh cinta kepada laki-laki yaitu Tuan Dava.
Kenapa harus Tuan Dava ya Allah,,,kenapa tidak laki-laki yang sepadan saja dengan Ku.
Aku mencoba memejam kan mata.Berharap bisa tertidur dan melupakan semua nya.Aku harus bisa melupakan perasaan ku pada Tuan Dava.
Harus!!!!!.
Keesokan hari nya,Aku seperti biasa melakukan rutinitas pagi Ku.Kebetulan hari ini Aku libur.Rencana nya Aku ingin ke rumah Ibu.Sudah lama Aku tidak mengunjungi Ibu.Rencana nya Aku ingin berangkat pagi-pagi sebelum yang lain nya turun sarapan.Setelah semua nya beres,Aku pun pamitan dengan Bi Ira.
Di depan Aku sempat bertemu dengan Andri.
"Mau kemana Mia pagi-pagi begini??"Tanya nya pada ku.
"Mau balik ke rumah Ibu Ndri,sudah lama gak jenguk in Ibu dan Bapak,Kangen Aku."Ucap nya sambil tersenyum.
"Coba semalam Kamu bilang,Aku bisa mengantar mu pagi-pagi tadi.Biar bisa balik sini sebelum Tuan Dava ke Kantor."Ucap Andri lagi.
"Tidak apa Ndri,lagian ojek banyak kan,Aku bisa naik ojek saja."Ucap ku lagi."Aku jalan dulu ya Ndri."Ucap ku pada Andri.
"Hati-hati ya Mia,"Ucap nya pada ku.
Aku pun mengangguk dan berlalu.
Sesampai di depan pagar,Aku pun mencoba memesan aplikasi ojek online.
Kenapa tidak ada yang muncul satu pun di daerah sini.Apa ini kepagian??Atau memang ojek tidak bisa masuk ke sini karena ini perumahan elit??
Aku pun mencoba lagi.Namun tetap saja Nihil.
Seperti nya Aku berjalan saja ke depan.Siapa tau di depan sana nanti bisa Aku menemukan ojek nya.
Baru Aku melangkah kan Kaki ku.Tiba-tiba ada sebuah Mobil yang menghampiri ku.
"Hai Mia,,mau kemana pagi-pagi begini???"Tuan Raynald menyapa ku.
__ADS_1
Ternyata Tuan Raynald yang menghampiri Ku.Mau kemana Ia pagi-pagi begini.Apa Ia mau kerumah Tuan Dava.
"Ehh,,Tuan ini Saya mau balik ke rumah.Kebetulan Saya libur hari ini.Tuan Mau masuk ke dalam.Biar saya buka kan pintu gerbang."Ucap ku pada Tuan Raynald.
"Tidak Mia,Aku kebetulan habis olah raga.Memang setiap balik olah raga Aku selalu lewat sini,berharap Kamu ada di depan rumah ini."Ucap nya sambil tersenyum.
Aku pun tertawa mendengar perkataan Tuan Raynald.
"Tuan bisa saja bercanda nya.Kalo begitu Saya permisi dulu Tuan.Saya mau jalan ke depan memesan ojek.Di sini tidak ada yang mau muncul ojek nya."Ucap ku sambil tertawa.
"Loh kenapa harus memesan ojek???Aku bisa mengantar mu Mia,masuk lah ke dalam mobil ku."Ucap nya pada ku.
"Tidak Tuan terima kasih.Rumah ku jauh Tuan.Nanti Tuan bisa terlambat ke kantor.Biar Saya naik ojek saja Tuan."Ucap ku pada Tuan Raynald.
"Kamu lupa Mia,yang punya perusahaan itu Aku,jadi terserah mau datang jam berapa saja.Saya Mohon masuk lah ke dalam mobil.Biar Aku mengantar mu.Tolong terima niat baik Ku ini Mia."Ucap nya sambil tersenyum.
"Benar Tuan tidak repot mengantar ku Tuan???"Ucap ku lagi.
"Tentu saja tidak.Jika Kamu menolak nya.Aku akan kecewa sekali."Ucap nya pada ku.
Akhir nya Aku pun mau di antar dengan Tuan Raynald.Aku pun masuk ke dalam mobil.Sebelum mobil berlalu Aku melihat Andri melihat ku dari kejauhan.Seperti nya Ia memperhati kan ku.
Semoga saja Ia tau ini mobil Tuan Raynald.Aku tidak mau jika orang berpikiran yang tidak-tidak tentang ku.
*Dava*
Pagi ini Aku bangun lebih awal.Rencana nya Aku ingin ke halaman belakang rumah.
Siapa tau ada Mia di sana.Aku mau menjelas kan pada nya tentang malam tadi.Aku tidak mau Ia berpikir yang tidak-tidak tentang ku.
Sesampai di meja makan Aku melihat makanan sudah tersaji di sana.Tumben jam segini sudah siap semua nya.
Aku pun menuju dapur,Aku melihat bi Ira lagi membereskan peralatan masak.
"Pagi Bi Ira,,sendiri aja nih bi."Ucap ku menyapa bibi.
"Ehh Tuan Dava,,iya Tuan bibi hari ini sendiri.Mia hari ini libur.Tadi pagi-pagi sekali Ia berangkat ke rumah nya."Ucap Bibi lagi.
Ternyata hari ini Mia libur,kenapa Ia pagi-pagi sekali berangkat nya.Apa Ia sengaja menghindari ku.
"Apa Ia akan pulang malam ini Bi??"Tanya ku lagi.
__ADS_1
"Seperti nya besok pagi Tuan,Kata Mia Ia mau menginap malam ini di rumah Ibu nya."Ucap ni Ira lagi.
"Tuan mau di buat kan apa??"tanya bibi lagi pada ku.
"Ehh,,tidak bi.Aku cuma mau menyapa bibi lagi."Ucap ku sambil tersenyum.
Aku pun menuju meja makan.Entah kenapa Aku jadi kehilangan selera makan.Pagi ini Mia tidak ku temui.
Aku pun kembali ke atas dan bersiap-siap ke kantor.
"Dava,,Kamu sudah sarapan nak??"Tanya Mami pada ku saat berpapasan di atas.
"Tidak Mi,,Dava tidak selera makan.Dava mau mandi dulu ya Mi."Ucap ku sambil berlalu.
Masih terbayang dengan ku bagaimana raut wajah Mia saat Ia mendengar Aku bicara begitu semalam.Mungkin Ia benar-benar terluka dengan ucapan nya.
Selesai berpakaian Aku pun bersiap berangkat ke kantor.Setelah pamit dengan Mami dan Papi Aku pun bergegas masuk ke dalam mobil.Andri sudah menunggu di dalam mobil.
"Pagi Tuan,,Kita berangkat sekarang??"Ucap Andri padaku.
"Ya Ndri,,ayo kita jalan."Ucap ku lagi.
"Baik Tuan."Ucap Andri sambil menyalakan mobil.
"Ndri,apakah tadi pagi Kamu mengantar Mia ke rumah nya??"tanya Ku dengan Andri.
"Tidak Tuan,,tadi pagi Saya melihat Mia di jemput dengan mobil Tuan.Tapi Saya tidak pernah melihat mobil itu sebelum nya.
"Mobil??Mobil siapa Ndri??"Tanyaku lagi dengan nya.
"Tidak tahu Tuan,Mia lama menunggu di depan gerbang.Tak lama kemudian sebuah mobil BMW hitam menjemput nya dan Mia pun masuk ke dalam mobil."Ucap Andri lagi.
Mobil siapa yang menjemput nya???BMW hitam siapa??Raynald setahu ku tidak punya mobil hitam.Apa Mia ada kenalan laki-laki lain lagi???boleh juga nyali nya mencari laki-laki.Ternyata Ia sama saja dengan wanita lain nya.Mudah tergoda dengan lelaki kaya.
Aku pun tak banyak bertanya lagi.Mobil pun melaju dengan cepat.Tak bisa ku bohongi,perasaan ku saat ini masih bertanya-tanya dengan siapa Ia pergi.
*Jadi Ia membohongi Bi Ira dengan bilang mau ke rumah ibu nya.Padahal Ia pergi dengan lelaki.
Ternyata Kamu tidak sepolos itu Mia,,,
Terserah lah,,tidak urusan ku juga*.
__ADS_1
*****