
Diana,,sadar lah sayang,,,
Aku terus memanggil nya untuk menyadar kan nya.
Semua orang berkerumun untuk melihat apa yang sedang terjadi pada Diana.
"Kamu tunggu apa Dava??Cepat bawa Dia kerumah sakit.'Ucap Raynald pada ku.
Aku pun langsung menggendong nya dan membawa ke mobil.
Aku tau memperdulikan pertanyaan orang-orang yang menanyakan Diana.
"Andri,tolong antar ke rumah sakit."Ucap ku pada Andri sambil masuk ke dalam .
Terlihat Andri cemas melihat keadaan Diana,tapi Ia tidak berani untuk bertanya pada ku.
Kami pun melaju kerumah sakit,,
Maafkan Aku Diana,,,
Tak seharus nya Aku mengatakan itu sekarang.
Aku terpaksa berterus terang pada mu soal anak itu.
Aku tidak mungkin menyembunyikan nya terus dari Mu.Mungkin memang ini bukan saat yang tepat.
Aku terus menggenggam tangan nya.Terasa dingin,,
"Ndri cepat sedikit."Ucap ku pada Andri.
"Iya Tuan,,"Ucap nya sambil menambah kecepatan mobil
Sesampai di rumah sakit Aku membawa Diana ke ruang Emergency.
Ia langsung di tangani oleh dokter di rumah sakit tersebut.
Tak lama kemudian terlihat Raynald menyusul ku.
"Bagaimana keadaan Diana??"Tanya nya pada ku.
"Masih di tangani oleh dokter."Ucap ku pada nya.
"Mudah-mudah an Ia tidak apa-apa."Ucap Raynald lagi.
Aku hanya mengangguk.
Aku ingin bertanya pada nya soal Mia lebih jauh.Tapi keadaan tidak memungkin kan ku untuk bertanya.
Tak lama kemudian,dokter pun keluar.
Aku langsung menghampiri nya.
"Bagaimana dok keadaan istri saya??"Tanya ku pada dokter.
"Istri anda baik-baik saja.Mungkin hanya kelelahan."Ucap dokter pada ku.
Aku bersyukur ternyata Diana baik-baik saja.
"Boleh Saya melihat ke dalam dok??"Tanya ku lagi.
"Silahkan,,Saya permisi dulu."Ucap dokter tersebut sambil berlalu.
__ADS_1
Aku dan Raynald pun masuk ke dalam ruangan.
Terlihat Diana masih terasa lemas.
"Sayang,,Kamu tidak apa?"Tanya ku pada nya.
Ia hanya Diam saja,,,
"Sayang,,,"Ucap ku lagi pada ku.
Tiba-tiba Ia menatap ku dan menangis.
"Kamu laki-laki brengsek Dava!!!"Ucap nya pada ku.
Aku memang pantas mendapat kan sebutan itu.
"Maaf kan Aku sayang,,,Maaf."Ucap ku pada Diana.
Cuma itu yang bisa ku katakan sekarang ini pada nya.Aku tidak bisa untuk berkata-kata lagi.
"Aku benci melihat mu Dava.Kamu sudah mengkhianati ku."Ucap nya lagi pada ku.
"Di,,tenang dulu.Kamu masih sakit."Ucap Raynald menenangkan Diana.
Diana menangis sejadi-jadi nya.
Aku benar-benar merasa bersalah saat ini.
Raynald menatap ku,Ia meminta Aku keluar dari kamar.
Aku pun menuruti nya,mungkin Diana memang lagi butuh sendiri.
Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi sekarang.Aku harus menyiap kan pertanyaan-pertanyaan yang akan datang pada ku.
Aku ingin anak ku tau jika Aku adalah ayah nya.
Aku ingin anak ku bisa memanggil ku dengan sebutan papa.
Walaupun Mia tidak memperbolehkan nya,tapi Aku berhak atas anak itu.Aku adalah ayank biologis dari anak itu.
Egois memang,,Karena Aku benar-benar ingin mempunyai anak.
Apa pun akan Aku lakukan untuk mendapat kan pengakuan dari anak ku.
*****
Diana terus menangis di hadapan ku.Aku tau yang Ia rasakan saat ini.Aku biarkan Ia menangis hingga Ia puas.
Setelah kejadian tadi Aku meminta supir untuk mengantar Mia dan Bian untuk pulang kerumah.
Orang tua Dava sempat bertanya tentang Diana.Aku terpaksa berbohong dengan mengatakan bahwa Diana kelelahan.
Dan untung nya mereka percaya dengan perkataan ku.
Aku tak ingin membuat mereka cemas,dan mengacaukan acara Jessy.
Pasti saat ini Jessy lagi bersedih karena Aku,Dava dan Diana tidak ada di sana menemani nya acara.
Dava,,
Akhir nya Ia berani mengatakan pada Diana bahwa Bian adalah anak nya.Hal yang tidak pernah ku kira sebelum nya.
__ADS_1
Seperti nya Dava sudah siap dengan apa saja yang akan terjadi dengan nya.
"Ray,,,,"Ucap Diana pada ku.
"Diana,,kamu sudah tenang??"Tanya ku pada nya.
Ia masih menangis.
"Apakah yang di katakan Dava itu benar Ray??"Tanya nya pada ku.
Aku terdiam,,
Apa yang harus ku katakan pada nya.Apakah Aku yang harus menjelaskan semua nya.
"Biarkan Dava saja yang bercerita."Jawab ku pada Diana.
mungkin lebih baik jika Dava yang menjelaskan semua nya.
"Ray,,Aku mohon.Apakah yang di katakan oleh Dava itu benar??"Ucap Diana lagi.
Aku pun mengangguk.
"Jadi benar jika Anak itu adalah anak Dava??"Tanya Diana lagi.
"Iya benar Di,,Bian adalah anak kandung Dava."Ucap ku pada nya.
Aku pun akhir nya mengakui pada Diana.Aku rasa sekarang atau nanti sama saja.Diana pasti akan tahu semua nya.
"Kenapa Kamu baru bercerita sekarang pada ku Ray??"Ucap Diana sambil menangis.
"Maaf kan Aku Di,,Aku juga bingung saat itu."Ucap ku lagi.
"Apa kamu benar-benar menikahi Mia??"Tanya nya lagi pada ku.
"Iya,,Aku dan Mia sudah menikah.Dan hidup ku sekarang sudah sangat bahagia."jawab ku pada Diana.
"Apakah Kamu yakin jika Mia mencintai mu??"Tanya nya lagi pada ku.
Aku pun tersenyum pada Diana.Aku tahu mungkin Diana tidak yakin jika Mia sudah melupakan Dava.Mungkin Diana berpikir jika Mia masih mengharap kan nya.
"Kamu tidak usah khawatir Di,,Mia tidak menuntut Dava untuk bertanggung jawab pada nya.Ia sudah melupakan segala nya.Bahkan Mia tidak ingin anak nya tau siapa ayah nya yang sebenar nya."Ucap ku lagi.
"Maksud nya Ray??"Tanya Diana lagi.
"Mia hanya ingin anak nya tau jika Aku adalah ayah nya bukan Dava."Ucap ku lagi.
"Kenapa begitu Ray??"tanya nya lagi pada ku.
"Mungkin karena Mia tidak ingin menganggu rumah tangga kalian Di.Aku pun juga sangat menyayangi anak itu seperti anak kandung ku sendiri."Ucap ku lagi.
Diana terdiam,,,
"Apakah Kamu yakin Mia bahagia dengan mu??"Tanya nya lagi.
"Tentu saja,,Mia sangat bahagia dengan ku.Aku sangat menyayangi nya begitu juga sebalik nya."Ucap ku lagi.
"Aku tidak tau Ray,,,Apakah Aku bisa menerima semua nya Ray,,."Ucap nya lagi.
"Aku tahu Di,,tidak mudah untuk Kamu menerima semua ini.Tapi anak itu tidak bersalah Di.Ia tidak tau apa-apa."Ucap ku lagi.
Diana pun menangis mendengar ucapan ku,,
__ADS_1
Aku berharap Ia bisa mengerti Dava,,dan bisa menerima semua nya.
******