
Sore ini Aku menjalan kan tugas ku seperti biasa nya.Menyirami bunga Nyonya di belakang rumah.Hari ini hanya ada Aku berdua dengan Bi Ira di rumah.Tuan dan Nyonya sedang keluar rumah.Tuan Dava dan Nona Jessy belum pulang ke rumah.
Aku melihat lagi bunga-bunga sebelum Aku menyiram nya.Biasa nya Aku memotong dulu daun-daun yang sudah mengering.
Aku sangat menyukai bunga-bunga di sini.Begitu indah dan asri untuk di lihat.Ini juga termasuk hiburan untuk Ku.Di saat hati ku sedang bersedih,Aku cukup melihat bunga saja sudah membuat Ku sedikit tenang.
"Haii Mia,,Kamu lagi apa???"Sebuah teriakan mengejutkan ku.Ternyata itu Nona Jessy,di samping nya terlihat Tuan Dava yang juga melihat ku.
Sejak kapan mereka ada di sana.Apakah mereka memperhatikan ku yang melamun sambil menatap bunga.
"Ehh Non,,ini lagi merapikan bunga Nyonya Non."Ucap ku sambil tersenyum.
"Mia,,sini deh duduk bareng Kami."Ucap Nona Jessy lagi.
'Ehh,,Non tugas Saya belum siap Non,,Maaf..Saya mau rapikan dulu ya Non."Ucap ku berbohong sambil pura-pura merapikan beberapa bunga.
"Oke Mia,,nanti kalo udah kelar gabung ke sini ya."Ucap Nona Jessy lagi pada ku.
"Iya Non.."Ucap ku sambil tersenyum.
Nona Jessy sangat baik pada Ku.Ia tidak pernah menganggap Ku dan Bi Ira sebagai pembantu mereka.Bahkan mereka tidak berjarak dengan Kami.Kami benar-benar di anggap keluarga oleh mereka.
Aku sempat melihat ke arah Tuan Dava,Ia sibuk dengan ponsel nya.Entah kenapa Aku rindu di sapa oleh nya.Apa omongan Aku semalam benar-benar menyakiti nya.
Tapi apa peduli nya Ia pada Ku.Aku ini hanya seorang pembantu yang jauh kelas dengan nya.Mungkin Ia lagi bertengkar dengan Nona Diana maka nya Ia diam saja.
"Sadar Mia,,sadar,,Kamu siapa??Sadar diri Mia,,"Ucap ku pada diri sendiri sambil menyirami bunga.
"Emang nya Kamu siapa??kenapa harus sadar diri???"tiba-tiba sebuah suara mengagetkan Ku dari belakang.
"Ehh,,Tuan Dava,,"Ucap ku dengan gugup.Sejak kapan Tuan ada di belakang Saya???"tanyaku pada Tuan Dava.
__ADS_1
"Dari tadi,sejak Kamu bicara sendiri."Ucap nya sambil melihat Ku.
"Jadi Tuan mendengar semua ocehan Ku tadi Tuan??"tanya ku lagi pada nya.
"Tentu saja.Kenapa Kamu bicara sendiri Mia???"tanya nya sambil melihat ku.
"Tidak apa-apa Tuan,,Maaf Tuan Saya permisi dulu."Ucap ku sambil ingin berlalu dari Tuan Dava.
Tiba-tiba Tuan Dava menarik tangan ku,dan menarik badan ku hingga dekat dengan tubuh nya.
Deg,,,
"Ya Tuhan,,Tuan Dava dekat sekali dengan ku saat ini,,bau badan nya harum sekali."Ucap ku lagi.
Saat ini jantung ku berdegup kencang sekali.Aku tidak tau apa yang harus Aku lakukan sekarang ini.Ia begitu dekat dengan Ku.Ia memandangi wajah ku terus.
"Tunggu dulu,,apa Ia mau mencium ku???Apa Ia sebentar lagi akan mendekat kan bibir nya pada bibir ku dan mencium ku??"Kata ku di dalam hati.
Pikiran ku pun kemana-mana saat ini.Bagaimana ini jika Tuan Dava benar-benar ingin mencium ku.
Aku pun memberani kan diri bertanya pada nya.
"Tuan apa yang akan Tuan lakukan pada ku.Apa Tuan Mau mencium ku???"tanya ku dengan polos pada nya.
Tak lama Tuan Dava pun tertawa terpingkal-pingkal.Jujur baru kali ini Aku melihat nya tertawa seperti itu.Apa Aku salah bicara lagi pada nya.
"Mia,,Mia,,jadi Kamu mau di cium oleh Ku??"tanya nya lagi pada ku sambil mendekat kan wajah nya ke wajah ku.
Deg,,
Lagi-lagi jantung ku berdegup kencang.Aku pun mendorong badan nya dengan pelan untuk menjauh dari ku.
__ADS_1
"Tidak Tuan,Aku mohon jangan.Tidak boleh Tuan seperti itu kalo belum menikah,lagi pula Tuan itu tunangan nya Nona Diana."Ucap ku dengan lugu nya.
Tuan Dava pun tersenyum kepada ku.Ia pun mendekat lagi pada ku.
"Kamu jangan khawatir Mia,,Aku tidak mungkin melakukan itu pada Mu.Aku ke sini cuma ingin melihat senyuman Mu.Aku rindu."Ucap nya pada Ku.
"Apa-apa an Tuan Dava berkata begitu.Ia tidak tahu bahwa jantungku belum stabil dari tadi.Sekarang Ia membuat jantung ku berdetak cepat lagi."Ucap ku dalam hati.
"Maaf Tuan Saya permisi dulu,,"Ucap ku sambil berlalu dari nya.Ya Allah semoga saja tidak ada yang melihat kejadian ini.Aku malu sekali."Ucap ku sambil melangkah lebih cepat.
"Mia,,tunggu."Ucap nya pada Ku.Aku pun tidak perduli dengan panggilan Tuan Dava.Yang Aku ingin kan saat ini cepat-cepat menghilang dari diri Nya.
Aku pun cepat-cepat masuk ke kamar.Aku tutup pintu dan Aku pun berdiri di depan kaca.Aku masih tidak percaya dengan kejadian tadi di halaman belakang.Tuan Dava benar-benar dekat sekali dengan Ku.Ia benar-benar memeluk tubuh ku.
Masih tercium oleh ku aroma tubuh Tuan Dava.Rasa nya sayang sekali untuk mencuci baju ini.Karena masih tertinggal wangi parfum Tuan Dava.
"Mia,,Kamu jangan kayak orang bego deh,,Tuan Dava itu hanya menganggu Mu..Ia tidak mungkin benar-benar mendekati Mu."Hati ku pun berkata lagi.
Ya benar saja.Mungkin Ia hanya bercanda tadi.Tapi apa Iya Ia bercanda seperti Itu.Tidak sopan sekali kalo Tuan Dav seperti itu pada ku.
"Apa Ia pikir Aku wanita gampangan yang mau saja di peluk-peluk seperti itu.Ini tidak boleh terjadi.Aku akan bicara pada nya nanti."Ucap ku dalam hati.
Tapi Aku mau bicara apa nanti pada nya.Kalo Aku protes dan Ia tidak senang,apa Ia akan memecat ku.Aku tidak mau jika itu terjadi.
Aku sudah senang bekerja di sini.Semenjak Aku bekerja di sini Aku banyak membantu keluarga ku.
Tapi Jika Aku tidak protes kepada nya.Pasti besok-besok Ia akan seperti itu lagi pada ku..
"Tapi tunggu dulu,,tadi Ia berkata Ia rindu pada ku.Apa benar Ia merindukan Aku.Apa Ia merasakan juga perasaan rindu yang sama dengan diri ku."Ucap ku dalam hati.
Aku pun tersenyum-senyum sendiri.Ada perasaan senang di dalam hati ku.
__ADS_1
Jujur Aku memang menyukai Tuan Dava!!!.
*****