Aku Layak Bahagia

Aku Layak Bahagia
Bab 96


__ADS_3

Siang ini Aku sengaja mencari udara segar di luar kantor.Entah mengapa berapa hari ini pikiran ku sangat kacau.Tiba-tiba saja Aku jadi merasa bosan dengan Diana.


Aku merasakan kekecewaan pada nya karena Ia tidak bisa menjaga kandungan nya kemarin.Dari awal kehamilan Aku selalu mengingat kan nya untuk selalu berhati-hati,dan untuk tidak terlalu lelah dalam bekerja.


Tapi Ia selalu tidak mau mendengarkan nasehat ku.Ia selalu membantah dengan mengatakan Ia akan baik-baik saja.


Dan kenyataan nya hal yang Aku selalu Aku khawatir kan benar-benar terjadi.Aku kehilangan calon anak ku.


Aku memang sudah sangat ingin mempunyai seorang anak.Menurut ku sudah sepantas nya sekarang ini Aku memiliki Dava junior.Agar di saat Aku pulang kerumah lelah ku bisa hilang seketika karena mendengar suara anak ku.


Saat ini Diana memang sangat merasa bersalah pada ku,berkali-kali Ia selalu meminta maaf pada ku.Dan berjanji untuk kehamilan kedua nya nanti Ia akan menjaga nya sebaik mungkin.


Ya semoga saja Tuhan masih mempercayakan Kami untuk memiliki anak.


Jalanan siang ini cukup ramai.Sudah hampir setengah jam Aku terjebak macet.Jika tidak bosan di kantor Aku juga tidak ingin terjebak dalam kemacetan seperti ini.


Pandangan ku melihat sekitar,banyak pedagang yang menjajakan makanan dan minuman di pinggir jalan.


Ingatan ku jadi mengingat kan ku pada Mia.Ingat pada saat Ia mengajak ku untuk makan di pinggir jalan.Awal nya Aku ragu,tapi Mia selalu meyakinkan Aku.Dan pada akhir nya Aku sangat menyukai makanan itu.


Saat itu Aku tidak merasa jijik atau pun risih saat makan di pinggir jalan bersama Mia.Malah Aku jadi ketagihan dan mengajak Diana dan Jessy untuk makan di sana lagi.


Mia,,,


Apa kabar mu sekarang ini??


Aku pun mengingat kembali awal Aku berjumpa dengan nya hingga akhir nya Aku bisa jatuh hati pada nya.


Seandai nya saat itu Aku tidak menikahi Diana,mungkin saat ini Aku dan Mia sudah hidup bersama.Akan aku perjuangkan hubungan ku dengan nya seandainya tidak ada Diana di antara Aku dan


Mia.


Tiba-tiba pandangan ku pun tertuju kepada seorang gadis yang baru keluar dari Toko kue di seberang sana.Seperti nya senyuman nya tidak asing.


Mia,,,


Benar kah itu Mia???Aku melihat nya lagi.


Benar,,itu benar-benar Mia.


Apa yang Ia lakukan di sana??


Tunggu dulu,,


Kenapa Ia tidak mengandung lagi??Apa Ia sudah melahirkan??Apa anak nya sudah lahir??


Aku melihat laju kendaraan di depan,ternyata masih penuh sesak kendaraan.

__ADS_1


Sial,,


Aku tidak bisa mengikuti nya.


Ternyata Mia masih ada di kota ini.


Aku harus mencari tahu keberadaan nya.Apakah benar Ia sudah menikah dengan lelaki lain??


Apakah lelaki itu lelaki itu lelaki yang baik??


Seperti nya mobil yang Ia naiki tadi sama dengan mobil yang saat itu Ia naiki di klinik.


Apakah itu suami nya???


Seperti nya bukan orang sembarang.


Seandai nya tadi Aku bisa mengikuti nya,Aku bisa tahu siapa yang menjadi suami nya sekarang.


Aku harus mencari tahu!!!!


*****


Siang ini Aku sengaja mengajak Mia dan Bian untuk berjalan.Aku berkata pada Mia sudah saat nya Mia menghirup udara di luar rumah.Dan Mia menyetujui nya.


Seperti nya Mia juga sudah mulai bosan dengan suasana di rumah.Saat Aku mengajak nya keluar Ia sangat senang.


"Sayang,,biar Aku saja yang turun membeli nya ya.Kamu jaga bian saja di sini."Ucap Mia pada ku.


"Baik lah sayang,,jangan lama-lama ya."Ucap ku pada Mia.


Mia pun mengangguk dan keluar dari mobil dan masuk ke toko kue.


Aku melihat Bian tertidur sangat lelap.


Aku perhatikan muka nya dengan seksama,Ia benar-benar mirip dengan Dava.


Tiba-tiba ada ketakutan dalam diri ku.Bagaimana jika suatu saat Dava tau jika anak nya masih ada dan Ia ingin mengambil nya dari ku.


Apakah Aku bisa mencegah nya??Jika sewaktu-waktu Dava ingin mengambil nya.


Apakah Aku berhak atas Bian??


Bagaimana pun Dava adalah ayah kandung anak ini.Sampai kapan pun yang berhak atas Bian adalah Dava bukan Aku.


Tak lama Mia pun tiba dan masuk ke dalam mobil.


"Sudah sayang??"Tanya ku pada nya.

__ADS_1


"Sayang,,kamu kenapa??kenapa muka nya tegang begitu??"Tanya nya pada ku.


Mungkin Mia tahu jika Aku saat ini tidak baik-baik saja.


"Aku hanya takut sayang,,"Ucap ku pada Mia.


"Takut???Apa yang Kamu takut kan sayang??"Tanya nya pada ku.


"Aku takut sewaktu-waktu jika nanti Dava tau jika Bian ini adalah anak nya,pasti Ia tidak akan tinggal diam.Ia pasti akan mengambil nya dari ku."Ucap ku pada Mia.


"Kenapa kamu harus berpikiran seperti itu sayang???Tanya Mia lagi padaku.


"Karena Dava baru saja kehilangan anak nya,Diana keguguran."Ucap ku pada Mia.


"Nona Diana keguguran sayang??tanya Mia lagi.


"Iya sayang,,Dan Dava sangat kecewa pada Diana karena tidak bisa menjaga kandungan nya.


Mia hanya diam,Ia enggan berkomentar tentang Dava.


Mia memang sudah mengatakan jika Ia sudah memaafkan Dava untuk semua yang sudah Dava lakukan pada nya.


Ia sudah melupakan Dava dan tidak ingin mau tahu lagi semua tentang Dava atau pun Diana.


Mia berkata jika Tuhan sudah memberikan Aku sebagai pelindung untuk diri nya dan Bian.


"Aku tidak mau tau lagi tentang mereka sayang,"Ucap Mia pada ku.


"Iya maaf kan Aku sayang.Aku tak bermaksud membuat mu mengingat nya lagi."Ucap ku merasa bersalah pada Mia.


"Tidak apa sayang,,Dia tidak berhak atas Bian sayang,,"Ucap Mia lagi.


"Tapi Dava adalah ayah kandung Bian sayang,,jika Ia tahu jika Bian ini Anak kandung nya Ia pasti tidak akan tinggal diam."Ucap ku lagi.


"Aku pastikan itu tidak akan terjadi sayang,,Aku tidak bakalan mengijin kan Ia untuk mendekati Bian sampai kapan pun itu.


Aku pun terdiam,,


Terlihat raut muka Mia menahan marah karena membahas tentang Dava.Ia benar-benar sudah tidak ingin tahu lagi apapun itu tentang Dava.


"Aku hanya ingin hidup dengan mu sayang,,Bian cuma punya Ayah satu yaitu Kamu,,Raynald."Ucap Mia sambil tersenyum pada ku.


Betapa bahagia nya Aku mendengar Mia bicara seperti itu.


Ada sedikit ketenangan dalam hati ku.


Aku merasa menjadi lelaki yang paling bahagia saat ini

__ADS_1


*****


__ADS_2