Aku Layak Bahagia

Aku Layak Bahagia
Bab 17 Cepat Sehat Tuan angkuh


__ADS_3

Adzan subuh pun berkumandang.Aku pun terbangun dari tidurku.


"Ya ampun Aku kesiangan,,"teriak ku.


"Astaga,,Aku lupa ini di kamar Tuan Dava,bagaimana kalo Ia terbangun"Ucapku sambil melirik nya.


"Alhamdulillah,,Ia masih tertidur."


Aku pun mengendap-ngendap keluar kamar,agar Tuan Dava tidak terbangun.


Selesai mandi,Aku pun sholat subuh,sehabis sholat Aku mulai bergegas sibuk membereskan rumah dan menyiap kan sarapan untuk Tuan Dava.


Pagi ini Aku ingin membuatkan Ia bubur ayam.


Setelah selesai masak Aku pun ke atas membawa kan Tuan Dava semangkuk bubur dan teh hangat.


"Permisi Tuan,,"Ucapku sambil membuka kan pintu.


"Ya Mia,,ada apa??"Ucap Tuan Dava padaku.


"Tuan sudah bangun??bagaimana keadaan Tuan??"Ucap ku bertanya kepada Tuan Dava.


"Sudah enakan Mia..Semalam siapa yang mengompres saya??"Ujar Tuan Dava kepadaku.


"Saya Tuan yang mengompres Tuan semalam,maafkan saya Tuan jika Saya lancang masuk ke dalam kamar Tuan.Soal nya Saya cemas Tuan tidak turun-turun ke bawah untuk makan malam."Ujarku pada nya.


"Tidak apa-apa,,justru Saya berterima kasih karena berkat Kamu pagi ini Saya sudah enakan."Ujar Tuan Dava padaku sambil tersenyum.


"Iya Tuan,,ini Saya buatkan Tuan bubur ayam dan teh hangat,dimakan ya Tuan selagi hangat,biar badan Tuan segar dan enakan."Ucapku pada Tuan Dava.


"Saya tidak selera Mia,nanti saja,taruh saja disana,,"Ucap Tuan Dava padaku.


"Tidak bisa Tuan.Jika Tuan tidak makan Tuan akan semakin sakit.Bukan kah dari semalam Tuan tidak makan??"Ujar ku pada Tuan Dava.


Aku pun mendekat dan langsung ingin menyuapkan sesendok bubur ayam ke mulut Tuan Dava.


"Ini Tuan,,ayo buka mulut nya,,"Ucapku seperti menyuapkan bubur kepada anak kecil.


"Saya tidak mau Mia,,tidak selera"Ucap Dava lagi.


"Masa Tuan tega tidak mau makan bubur buatan Saya.Padahal Saya udah susah-susah buat memasak nya"Ujar ku sambil cemberut.


"Ya sudah sini,,biar Saya memakan nya"Kata Tuan Dava padaku.


"Nah gitu kan enak,,Ini Tuan"Kata ku sambil menyuapi nya.


Tuan Dava pun memakan bubur yang ku suap kepada nya.Kelihatan Ia menyukai nya,bukti nya semangkok bubur pun habis di makan nya.


"Tuh kan bubur Saya enak tuan,Tuan sih jual mahal coba kalo tadi Tuan menolak,pasti Tuan tidak bisa merasakan betapa enak nya bubur buatan Saya ini"Ucapku sambil tertawa.


"Pede banget Kamu ya,,"Ucap Tuan Dava sambil tertawa."Saya mau makan karena Saya menghargai Kamu bukan karena enak."Cibir nya padaku.


"Ohh jadi begitu..baik lah Tuan kalo begitu nanti Aku tidak akan memasak lagi untuk Tuan.Biar Bi Ira saja yang buatkan Tuan makanan."Kata Ku pura-pura cemberut lagi.


"Jadi cerita nya marah ya??"Tanya Tuan Dava kepadaku tertawa sambil memegang kepala ku.


Deg,,Jantungku langsung berdegup kencang.


Tuan Dava memegang kepalaku.muka Ku pun langsung memerah.


"Kamu kenapa Mia??Kenapa jadi malu begitu??"Tuan Dava bertanya padaku sambil tertawa.


"Tidak apa-apa Tuan..Kalo begitu Saya permisi dulu ya Tuan,masih banyak pekerjaan yang harus Saya kerjakan Tuan."Ucapku sambil melangkah kan kaki keluar kamar.


"Hahaha,,Kamu lucu sekali Mia,,Kamu pasti malu ya??"Ujar Tuan Dava meledekku.


"Saya permisi dulu Tuan."Ujarku sambil mempercepat langkah keluar kamar.


"Apa-apaan ini,kenapa Ia bisa membaca pikiran ku,,"batinku.


Aku memang jadi salah tingkah saat kepala ku di pegang oleh nya.Kenapa jantung Ku begitu berdegup kencang.Ada apa dengan ku??


Aku pun langsung ke bawah cepat-cepat mencari kesibukan biar bisa cepat melupakan semua nya.


Waktu sudah menunjukan jam satu siang.Hari ini Tuan Dava tidak berangkat ke kantor.Tadi Ia juga sudah menelpon Tuan Raynald mengatakan bahwa hari ini Aku tidak mengantarkan makanan ke kantor hari ini.


"Aku pun memasak masakan kesukaan Tuan Dava.Siapa tau Ia ada selera untuk makan."Ujarku dalam hati.

__ADS_1


Tak lama kemudian Aku pun naik lagi ke atas membawakan makan siang dan jus buat Tuan Dava.


"Permisi Tuan,,"Aku membuka pintu.


"makan siang sudah siap Tuan,,"Ucapku sambil tersenyum pada nya.


"Kamu masak apa Mia??" Ucap nya padaku.


"Masakan kesukaan Tuan."Ujarku pada nya.Aku pun memperlihatkan pada nya.Kelihatan Ia tersenyum.


"Tuan bisa makan sendiri kan??"Ujarku bertanya pada nya.


"Seperti nya belum bisa nih,kepala Ku masih sedikit pusing.Kamu bisa menyuapi ku lagi kan??"Ujar nya bertanya padaku.


Deg,,,lagi-lagi jantung ku berdegup.Lagi-lagi Ia membuatku tak menentu.


"Tenang Mia,,tenang,,Kamu tidak boleh kelihatan salah tingkah.Ingat Ia adalah majikan Mu dan Kamu adalah pembantu nya."Ucap ku dalam hati.


"Bagaimnaa Mia??Mau kan??"Tuan Dava bertanya lagi.


"Baiklah Tuan,Aku pun langsung menyuapi nya,tetapi tanpa menatap mata nya lama-lama.Aku tahu Ia memperhatikan Aku selama Aku menyuapi nya.


"Ingat Mia,,jangan salah tingkah"batinku mengingat kan lagi.


"Kenapa diam saja??Kamu malu padaku ya Mia??"Ujar Tuan Dava padaku.


"Ehh,,tidak Tuan.Cuma Saya tidak enak saja di lihat oleh Tuan seperti itu,,"Ucapku jujur pada nya.


Tuan Dava pun tersenyum mendengar perkataan ku.


Tiba-tiba saja pintu kamar terbuka.


"Wahh,,enak banget makan disuapin,,terdengar suara Tuan Raynald berteriak.


"Wajar saja tidak mau menyuruh Mia mengantarkan makanan untuk ku,teryata Mia disuruh menyuapi Kamu ya??"Ujar Tuan Raynald pada Tuan Dava sambil cemberut.


"Kamu kebiasaan ya kalo datang gak pernah ketuk pintu.."Jawab Tuan Dava sedikit kesal.


"Kalo Aku ketuk pintu nanti gak Suprise lagi,,"Kata Tuan raynald sambil tersenyum.


"Hai Mia,,apa kabar??"Ucap nya padaku.


"Mau kemana Mia??Saya masih ingin mengobrol sama Kamu."Kata Tuan Raynald kepadaku.


"Kamu mau kesini ketemu Aku apa Mia???"Ucap Tuan Dava ketus pada Tuan Raynald.


"Santai lah,,Aku mau jenguk Kamu sekalian ketemu Mia lah,,"Kata nya sambil tertawa.


"Gimana kabar nya udah enakan??"Ucap Tuan Raynald kepada Tuan Dava.


"Maaf Tuan,,Saya kebawah dulu."Ucapku pada mereka berdua.


"Mia tolong buatkan jus jeruk ya buat Raynald."Ucap Tuan Dava padaku.


"Tidak usah Mia,,nanti biar Saya saja yang kebawah ya,,"Ujar Tuan Raynald kepadaku sambil mengedipkan mata nya.


"Norak banget sih Kamu,,"Kata Tuan Dava lagi yang di sambut tawa oleh Tuan Raynald.


Aku pun berlalu dari Mereka menuju kebawah.Seperti nya memang Tuan Raynald dekat sekali dengan Tuan Dava,kadang tingkah laku Mereka seperti anak-anak.


Aku pun menuju dapur dan membuatkan Tuan Raynald jus jeruk.


Siang ini bi Ira sudah pulang lagi kerumah.Tadi Ia sempat menjenguk Tuan Dava ke kamar nya.Bi Ira juga sempat bertanya kepada Tuan Dava,apa perlu Ia menelpon Orang tua Tuan Dava.Teapi Tuan Dava tidak mau.Ia tidak mau orang tua nya menjadi kepikiran keadaan nya.


"Buatin jus buat sapa nak??"Ujar bi Ira padaku.


"Buat Tuan Raynald Bi,,"Ucap ku pada Bibi.


"Ohh,,ada Tuan Raynald ya datang.Anak itu pasti membuat rusuh ya di atas??"Ujar Bibi sambil tersenyum.


"Hehehe,,iya Bi,gak di kantor gak disini sama aja kelakuan nya"Ucapku pada bibi yang di sambut tawa oleh Bibi.


Tiba-tiba Tuan Raynald dan Tuan Dava telah sampai di bawah,Mereka mendengar kan pembicaraan ku dan bi Ira.


"Nah kan ketahuan,,Bi Ira dan Mia ngomongin Aku kan??Tuh kan jahat banget."Ucap tuan raynald sambil pura-pura cemberut.


"Tidak Tuan,,Maafkan Saya."Ucap ku bingung karena ketahuan membicarakan nya.

__ADS_1


"Kamu mau marah pada bibi ya??"Tanya bi Ira pada Tuan Raynald sambil tersenyum.


"Mana bisa Aku marah pada Bibi kesayangan ku ini,,"Ucap nya sambil merangkul Bibi.


"Ayo Makan,,Mia sudah siapkan menu buat Tuan,,"Ujar Bi Ira pada Tuan raynald.Tuan Dava mau ikut makan juga??"Bibi menawari Tuan Dava.


"Tidak Bi,,Aku mau jus saja."Kata nya pada Bi Ira.


"Baik lah Bibi buat kan ya Tuan.Mia Kamu tolong bantu bawakan pakaian Tuan Dava ke kamar ya.Tolong di gantung sekalian ya.Bisa kan nak??"Ujar Bi Ira padaku.


"Bisa bi kalo begitu saya ke atas dulu ya Bi."Ucapku pada bi Ira.


"Saya permisi Tuan,,"Kata ku pada Tuan Dava dan Tuan Raynald.


"Bibi kenapa suruh Mia pergi lagi??Kan Aku masih mau ngobrol sama Mia."Kata Tuan Raynald sambil cemberut.


"Udah ngobrol ma bibi aja sini,Kamu masa gak kangen sama Bibi.Kan bibi sama aja sama Mia."Ujar Bi Ira pada Tuan Raynald.


"Sama apa nya Bi??"Ujar Tuan Raynald bertanya bingung.


"Sama-sama Wanita Tuan,,"Kata bi Ira cuek sambil tertawa.


Tuan Dava pun tertawa terpingkal-pingkal.


"Rasain lu,,di kerjain Bibi,,"Ujar nya pada Tuan Raynald.


"Waah,,sekarang Bibi udah pintar jawab ya,,"Ujar Tuan Raynald sambil tertawa.


Dan mereka bertiga pun tertawa.Cukup lama juga mereka di ruangan makan.Entah apa yang di bicarakan mereka.Saat aku melintas mereka tiba-tiba Tuan Dava menegur ku.


"Mia Kamu sudah makan??"Ujar nya padaku.


Deg,,,lagi-lagi jantungku berdetak kencang.


"Apa lagi ini kenapa Ia selalu membuatku salah tingkah.Apa ia sengaja."Kataku dalam hati.


"Sudah Tuan,,"Ucapku pada Tuan Dava.


"Sok perhatian banget Kamu bro,,tumben-tumben an perhatian sama Mia."Ucap Tuan Raynald.


"Apa-apa an sih Kamu,,wajar saja Aku bertanya karena Aku tau semalam Mia bergadang menunggu i ku di samping ku"Ucap Tuan Dava enteng.


"Apaaaa???"Aku dan Tuan raynald berkata serempak.


Astaga jadi Ia tau jika Aku semalam menjaga nya.Apa Ia mendengarkan apa ocehan ku semalam.Apa Ia juga tau Aku memandang nya.


"Astaga,,Aku malu sekali,,"Ucapku dalam hati.


Ingin rasa nya Aku menghilang saat ini juga dari nya.


"Jadi Mia menunggui mu semalam??berdua??"Tuan Raynald bertanya lagi pada Tuan Dava.


"Iya,,tanya tuh sama Mia,,"Ucap Tuan Dava enteng.


"Aku tidak rela Dava,,"Teriak Tuan Raynald.


"Kenapa harus Mia??kenapa bukan bi Ira saja." Ucap nya sambil cemberut.


bi Ira dan Tuan Dava tertawa melihat tingkah Tuan Raynald.


Tinggal Aku yang bingung.Jujur Aku malu sekali pada Tuan Dava.Berati semalam Ia mendengar Aku memanggil nya dengan sebutan Tuan Angkuh.


"Habis lah Aku,,"batin ku berkata.


Pasti nanti selesai sembuh Ia akan menghukum ku.


Tiba-tiba Aku merasa lututku lemas apa lagi saat Aku melihat ke Tuan Dava,Ia tersenyum kepadaku.


"Senyuman apa itu??"batin ku.


"Apakah Ia senyum menertawakan ku karena akan menghukum ku??"


Aku bingung harus berbuat apa-apa.Rasa nya ingin berlari ke belakang dan cepat-cepat sembunyi Di kamar.Aku benar-benar malu kepada Tuan Dava.


Berati semalaman Ia sadar kalo Aku berada di samping nya.


"Tetapi mengapa Ia tidak membangunkan ku???kenapa ia tidak mengusirku keluar??"hati ku pun sibuk bertanya-tanya.

__ADS_1


"Ada apa dengan Tuan angkuh itu??"Ucap ku sambil melihat nya dan Ia masih sama sambil menatapku dan tersenyum.


******


__ADS_2