
Seminggu sejak kejadian itu Aku tidak pernah mendengar kabar lagi dari Tuan Dava,Aku pun mengganti nomor telepon ku seperti yang di saran kan oleh Tuan Raynald.Dan Tuan Dava pun tidak pernah mencari ku kemari.Seperti nya Ia telah melupakan Aku.
Tuan Raynald pun menjelaskan kepada Ayah dan ibu ku bahwa Aku sebentar lagi akan kerja di kantoran.Ia tidak mengatakan jika Aku sudah di pecat dari rumah Tuan Dava.Sehingga Ia meminta Ku untuk bersabar menunggu panggilan.Aku pun tidak keberatan dengan alasan seperti itu walaupun Aku tahu jika Ia berbohong demi kebaikan.,
Tentu saja Ayah dan ibu senang mendengar nya.Anak nya bisa bekerja di kantoran.Aku hanya mengikuti apa yang di saran kan oleh Tuan Raynald.Aku tidak ingin membuat Ayah dan Ibu ku kecewa.
Maafkan Mia Ayah Ibu,,,
Tok,,tok,,
Siapa itu malam-malam kesini.Terdengar ada yang mengucapkan salam dari luar rumah.
Assalammualaikum,,
Wallaikumsalam,,
Terdengar ayah menjawab salam nya.
"Nak Raynald,dari mana malam-malam begini??"Ucap Ayah pada Tuan Raynald.
"Saya dari kantor Yah,Mia ada yah??"Tanya nya lagi.
Aku pun muncul di hadapan Ayah dan Tuan Raynald.
"Ya Tuan,,ada apa malam-malam kesini??"Tanyaku pada nya.
"Aku ingin bicara sesuatu pada Mu.Bisa bicara sebentar."Ucap nya pada Ku.
Aku pun memandang ke arah Ayah.
"Ehh iya,silahkan nak,Ayah ke dalam dulu ya."Ucap Ayah ku lagi.
"Tidak usah yah,biar Mia ngobrol nya di depan saja."Ucap ku pada Ayah.
"Iya yah,enak di depan saja banyak angin nya."Ucap Tuan Raynald lagi sambil tertawa.
Aku dan Tuan Raynald pun menuju ke balai depan.
"Ada apa Tuan??Apa yang Tuan ingin bicara kan pada Saya??"tanyaKu pada Nya.
__ADS_1
"Apakah ada Dava menelpon Mu??"Tanya Tuan Raynald padaku.
"Tidak ada Tuan,Saya sudah mengganti nomor telepon saya seperti yang Tuan minta."Ucap ku lagi.
"Bagus Mia,,Karena Dava juga sudah tidak memperdulikan Mu lagi."Ucap nya lagi padaku.
"Maksud nya Tuan??"tanya ku.
"Iya tadi Ia berkata bahwa Ia ingin fokus dengan rumah tangga nya,Ia tidak ingin lagi mengingat tentang Kamu Mia."Ucap Tuan Raynald dengan muka serius.
Ada kesedihan dalam hati Ku saat mendengar Tuan Raynald berkata begitu.Ternyata memang Aku tidak berarti untuk nya.Harus nya dari awal Aku sadar diri dan tidak berhubungan terlalu jauh dengan nya.
"Bagus lah jika Tuan Dava berkata seperti itu Tuan.Saya senang mendengar nya.Semoga Ia dan Nona Diana berbahagia selalu."Ucap ku sambil tersenyum.
Aku tidak boleh menangis.Aku harus kelihatan kuat.Aku tidak ingin jika Tuan Dava nanti tahu jika Aku sedih mendengar perkataan Tuan Raynald tentang Dia.
Ternyata memang lelaki sama saja.Hanya menganggap wanita untuk kesenangan nya saja.
Aku yang bodoh,karena terlalu percaya pada Tuan Dava.
"Mia,jika Kamu mau,Kamu bisa bekerja dengan Ku??"Tuan Raynald berkata lagi.
"Tidak Tuan terima kasih.Saya belum ingin bekerja Tuan."Ucap ku lagi.
"Kamu yakin Mia??"tanya Tuan Raynald lagi pada ku.
"Iya Tuan,,uang yang di beri oleh Nyonya kemarin itu lebih dari cukup untuk berapa bulan ini."Ucap ku lagi.
"Ya sudah jika Kamu tidak mau,tapi jika sewaktu-waktu Kamu berubah pikiran,Kamu kabarin Saya ya."Ucap Tuan Raynald lagi.
Aku pun hanya mengangguk dan tersenyum.
Aku bersyukur masih ada orang yang baik dan perduli pada Ku seperti Tuan Raynald.Yang harus ku lakukan saat ini adalah belajar melupakan Tuan Dava.
******
*Raynald*
Setelah dari rumah Mia Aku pun bergegas pulang ke rumah.Rencana ku untuk menjauhkan Mia dari Dava belum seluruh nya berhasil.Mia memang sudah mengganti nomor telepon nya.Tapi tetap saja jika sewaktu-waktu Dava menemui nya kerumah mereka masih bisa bertemu.
__ADS_1
Rencana ku ingin mengajak Mia bekerja dengan ku pun gagal.Aku ingin Mia bekerja dengan Ku agar Aku bisa memantau Mia untuk tidak bertemu Dava.Rencana nya Aku akan menempati Mia di salah satu perusahaan Ku di luar kota.Tetapi Mia menolak nya.
Sampai detik ini Aku tidak menyangka jika Dava adalah saingan Ku dalam mendapat kan hati Mia.Aku pikir selama ini Dava melarang Ku mendekati Mia karena Ia takut Aku mempermainkan Mia.
Ternyata Ia juga ada rasa terhadap Mia.
Dan sial nya Mia menyambut perasaan nya Dava.Aku kira Aku bisa mengambil hati Mia.ternyata Aku salah.Mia bukan gadis sembarangan yang gampang tergoda.
Hal itu lah yang membuat Aku jadi penasaran dengan diri nya.
Kring,,kring,,
Ponsel ku berbunyi.Diana menelpon Ku.
"Hai Ray,,bagaimana apakah rencana mu berhasil??"Ucap Diana di ujung sana.
"Tidak Di,,dia menolak nya.Tapi Ia sudah mengganti nomor telepon nya."Ucap ku lagi.
"Aku pastikan Ray,jika Ia berani mendekati Dava lagi.Aku tidak akan tinggal diam."Ucap Diana pada ku.
"Kamu tidak usah khawatir,Aku juga tidak ingin Dava mendekati Mia lagi.Aku pastikan Ia tidak akan bertemu Mia lagi."Ucap ku meyakini Diana.
"Baik lah,Aku percaya pada mu Ray,Aku harap Kamu bisa pegang omongan Mu."Ucap Diana.
Tak lama kemudian Ia mematikan telepon.
Ini memang rencana Ku dengan Diana untuk menjauhi Dava dari Mia.Kami tidak ingin jika mereka bertemu atau berkomunikasi lagi.
Diana tau jika Aku sangat menyukai Mia.Dan Aku mau Mia bisa menjadi milik ku suatu saat nanti.
Apa pun cara nya akan Aku lakukan untuk mendapat kan Mia.Dan Aku pun tak ingin jika Diana sampai menyakiti Mia lagi.Mia sudah cukup menderita selama ini.
Semenjak kejadian di villa,Kata Diana,Dava lebih banyak murung sekarang.Bahkan Ia seperti kehilangan semangat untuk acara pernikahan nya yang tinggal menghitung hari.
Diana memintaku untuk berbohong kepada Dava,dengan mengatakan pada nya jika Mia sangat membenci nya dengan semua perlakuan yang Ia lakukan pada Mia.Dan Mia ingin melupakan Dava.
Dan untung nya Dia percaya hal itu,,
Mungkin itu yang membuat Dava tidak bersemangat saat ini.
__ADS_1
Maafkan Aku Dava,,Tapi Aku memang menginginkan Mia.Dan kupastikan kali ini Aku yang akan mendapat kan Mia!!!
*****