
Pagi ini Aku masih duduk di samping Tuan Raynald.Aku masih menggenggam erat tangan nya berharap Ia akan mengenggam ku juga.
Saat ini Aku hanya ada keajaiban untuk nya.
Sayang,,bangun lah sayang,,,
Apa Kamu tak merindukan ku dan Bian.
Apa pagi ini Kamu tidak ingin sarapan pagi dengan ku dan Bian??
Kamu tahu,Aku dan Bian menunggu mu di sini,,
Kami tidak akan kemana-mana sampai nanti Kamu terjaga.
Bian juga sudah bertemu Tuan Dava sayang,,
Aku sudah mulai berbesar hati untuk mempertemukan mereka.
Seperti yang sering Kamu katakan sayang,Aku harus belajar bersahabat dengan keadaan.
Dan Aku sudah melakukan itu sayang,,
Aku sudah mampu memaafkan semua nya.
Tak ada lagi dendam di hatiku.Aku sudah jauh hidup berbahagia dengan mu.
Aku bersyukur memiliki laki-laki seperti mu,yang selalu meratukan Aku.
Dan Aku tidak ingin siapa-siapa lagi.
Aku terus berbisik kepada Tuan Raynlad.
Aku berharap Ia bisa merespon ku.
Terlihat Bian yang tertidur di sofa bersama Nona Jessy.Nona Jessy rela menemani ku dari semalam.Ia membantu ku untuk menjaga Bian.
Aku beruntung selalu di pertemukan dengan orang-orang baik.
Sedangkan Tuan Dava,Semalam Ia kembali ke kamar Nona Diana.
Ternyata Nona Diana di rawat di rumah sakit ini juga.
Aku tidak tahu apakah Tuan Dava bercerita pada nya tentang Bian apa tidak.Dan apakah nona Diana bisa menerima nya atau tidak.
Aku cuma ingin Ia tidak melukai anak ku.Jika sampai Ia melukai anak ku.Ia akan berhadapan langsung dengan ku.
Ia boleh menyakiti ku,,tapi tidak dengan anak ku.
Anak ku tidak tau apa-apa.Ia seorang anak yang tidak berdosa
"Mia,,,belum juga ada kemajuan??"Tanya Nona Jessy pada ku.
Rupa nya Nona Jessy sudah bangun.
"Belum non,,Tuan Raynald masih seperti kemarin."Ucap ku sedih.
"Kita terus berdoa ya Mia untuk kesembuhan Kak Ray."Ucap Nona Jessy lagi.
Aku pun mengangguk.
"Bian sangat pengertian sekali ya,Ia tidak rewel sama sekali."Ucap Nona Jessy sambil tersenyum melihat Bian.
__ADS_1
"Iya Non,,Dia anak yang baik.Dia mengerti jika mama nya lagi bersedih."Ucap ku sambil tersenyum.
"Mia,,Kamu ibu yang hebat.Kak Ray pasti bangga punya istri seperti Kamu."Ucap Nona Jessy pada ku.
Aku pun tersenyum.
"Mudah-mudahan saja non."Ucap ku pada nya.
"Aku harus kembali Mia,karena pagi ini Aku harus ke kantor.Kamu tidak apa kan saya tinggal??"Tanya Nona Jessy pada ku.
"Iya Nona tidak apa.Saya dan Bian akan baik-baik saja."Ucap ku lagi
"Aku janji selepas kerja nanti Aku akan kesini lagi.Jika ada apa-apa tolong Kamu kabari Aku ya Mia."Ucap nya lagi pada ku.
"Iya nona,,terima kasih banyak ya nona."Ucap ku pada nya.
"Panggil Aku Jessy saja Mia,,Kamu sudah menjadi istri kak Ray,,tolong panggil Aku Jessy saja ya."Ucap nya pada ku sambil tersenyum.
Aku pun mengangguk sambil tersenyum.
Jessy memang selalu baik pada ku.Dari dulu Ia selalu menganggap ku seperti teman sendiri
Tak lama terdengar Bian terbangun.
"Hai,,ponakan Aunty sudah bangun??"Ucap Jessy pada Bian.
Terlihat Bian menatap Jessy.
Mungkin Ia belum mengenal Jessy.
"Haloo sayang,,Kamu lagi di gendong aunty ya."Ucap ku pada Bian.
Bian memang lagi lucu-lucu nya untuk sekarang ini.Ia sudah mulai hapal dengan ku dan Tuan Raynald.
Tok,,tok,,
Tiba-tiba pintu di ketok
Tak lama kemudian muncul lah Tuan Dava dan Nona Diana.
Seperti nya nona Diana sudah sembuh.
Ia langsung mendekati Tuan Raynald.
*Tuan Dava tersenyum melihat Bian yang menatap diri nya.
Tapi Ia tidak ada keberanian untuk mendekati nya.
Mungkin Ia takut pada Nona Diana*.
"Bagaimana keadaan Raynlad Jess??"Tanya Tuan Dava pada Jessy.
"Masih seperti kemarin kak,belum ada kemajuan."Ucap Jessy lagi pada Tuan Dava.
"Kasian Raynlad,hidup nya jadi sial."Ucap nona Diana tiba-tiba.
Aku terkejut mendengar perkataan nya.Apa maksud perkataan nya??
"Maksud kakak apa??"Tanya nona Jessy pada nya.
"Tidak ada,,Aku hanya kasian saja,karena wanita ini hidup nya menjadi begini."Ucap nya sambil menatap ku tajam.
__ADS_1
Ternyata benar,kata-kata nya tertuju pada ku.
"Sayang,,ini murni kecelakaan.Tidak ada salah siapa-siapa."Ucap Tuan Dava lagi.
"Kamu membela wanita ini??"Ucap nya pada Tuan Dava sambil menunjuk ku.
"Bukan begitu sayang,,"Tuan Dava berkata lagi.
"Tolong,,jika Kalian ingin membuat masalah,silahkan keluar dari ruangan ini."Ucap ku tiba-tiba.
Aku merasa terpancing emosi melihat perkataan wanita ini.
"Berani sekali Kamu memerintah ku,memang nya Kamu siapa??"Ucap nona Diana pada ku.
"Tentu saja,kenapa saya harus takut dengan Anda??"Ucap ku lagi.
Aku rasa sudah seharus nya Aku berani pada wanita ini.Aku tidak mau lagi di lecehkan terus oleh nya.
"Ingat Ya Kamu itu hanya pembantu,,"Ucap nya lagi pada ku.
"Kak,,cukup.Jangan berbicara begitu pada Mia."Ucap nona Jessy membela ku.
Aku pun tersenyum melihat nya.
"Itu dulu,sekarang kedudukan ku sama seperti mu.Kamu lupa Aku ini istri sah dari Raynald."Ucap ku lagi.
Ia tertawa pada ku.
"Raynald itu menikahi mu karena kasihan bukan karena cinta."Ucap nya lagi.
Aku tersenyum.
"Lalu apa beda nya dengan suami Anda??"Ucap ku sambil tersenyum.
"Kamu lupa apa yang sudah suami Anda lakukan pada Anda??"Tanya ku lagi pada nya.
Entah keberanian dari mana yang ada di diriku saat ini.Aku benar-benar berani menjawab setiap perkataan wanita itu.
Tuan Dava pun hanya diam saja.
"Kamu,,,"Ucap nya sambil mendekati ku dan ingin menampar Ku.
Dengan sigap Aku menangkap tangan nya dan memegang nya dengan kuat.
"Jangan coba-coba Kamu menyentuh ku.Aku diam bukan karena Aku takut pada mu."Ucap ku sambil melepas tangan nya dengan kasar.
"Aku tidak akan tinggal diam lagi sekarang!!!"Ucap ku lagi pada nya.
Terlihat wajah kaget Diana melihat ku berani seperti itu pada nya.
"Mia Diana cukup,jangan membuat keributan."Ucap Tuan Dava tiba-tiba.
"Tolong anda bawa keluar istri anda Tuan.Sebelum saya melakukan yang tidak-tidak lagi pada nya."Ucap ku pada Tuan Dava.
"Dasar wanita gila,,,"Ucap nona Diana sambil berlalu dari ku dan keluar dari ruangan.
Tak lama Tuan Dava pun mengikuti nya.
Untuk sekarang dan kedepan nya Aku tidak akan membiarkan mu menganggu hidup ku lagi Diana.
*****
__ADS_1