
Aku sedang memandang foto seorang bayi laki-laki yang begitu tampan.
Anak ku,,Ia adalah anak ku.
Jessy yang mengirim kan ku foto tersebut saat Aku lagi meeeting dengan klien.Entah kenapa hati ku langsung berdetak saat melihat foto anak itu.
Seperti ada ikatan batin antara Aku dengan Anak itu.
Dan ternyata benar,saat Aku bertanya pada Jessy itu benar-benar anak nya Mia.
Albian Alvaro,,
Nama yang bagus.
Aku pandangi lagi wajah anak itu.
Ada perasaan sedih dalam hati ku.
Maafkan papa nak,,papa laki-laki pengecut.
Harus nya papa yang menemani hari-hari mu.
Tadi nya Aku meminta Jessy untuk mengirim kan lokasi tempat mereka bertemu.
Tetapi Jessy tidak mengijinkan itu.Ia berkata beri Mia waktu.
Ia masih terluka.
Ya memang benar,pasti Mia belum bisa memaafkan ku.
Aku membayangkan betapa bahagia nya jika Aku bisa hidup bersama Mia dan anak ku.
Berapa berharga nya hari-hari ku melihat perkembangan anak ku.
Tanpa terasa air mata ku menetes.
Aku sangat merasa bersalah,,,,
Maafkan papa nak,,,,
Tak seharus nya Papa membiarkan mu berjuang bersama Mama mu.
Seandainya pun Aku ingin menemui anak ku pun pasti Mia tidak akan mengijinkan nya.
Ia sudah mengingatkan ku kemarin agar Aku tidak mengusik hidup nya dan anak nya.
Ia tidak ingin anak nya tau siapa Ayah nya yang sebenar nya.
"Sayang,,,,"Ucap Diana tiba-tiba pada ku.
Aku pun kaget dan langsung menyeka air mata ku.
Diana mendekati ku.
"Sayang,,Kamu kenapa??"Tanya nya pada ku.
"Tidak apa sayang,,mata ku hanya kelilipan."Aku berbohong pada nya.
Diana memandangi ku.
__ADS_1
"Benar kah sayang??"tanya nya pada ku.Mungkin Ia tidak mempercayai nya.
"Iya sayang,,Aku tidak berbohong."Ucap ku sambil tersenyum pada nya.
"Sayang,,Aku ingin Minggu depan ini kita bisa pergi untuk honeymoon sayang."Ucap Diana pada ku.
"Tidak bisa sayang,,bukan kah Minggu ini Jessy akan tunangan."Ucap ku lagi.
Diana pun terdiam.
"Jessy tunangan??Kenapa Jessy atau Mami tidak memberi tahu ku sayang??"Ucap nya lagi.
"Mungkin baru nanti sayang,,Acara nya juga masih Minggu depan kan."Ucap ku lagi.
Diana terdiam lagi,,
Mungkin Ia berpikir jika Ia tidak penting di keluarga ku.Hubungan Diana dan Jessy memang kurang baik semenjak kasus Mia dahulu.
Jessy seperti menjaga jarak dengan Diana.Karena Ia melihat langsung bagaimana Diana menyakiti Mia.
Aku sudah meminta Jessy untuk melupakan nya.Dan Jessy pun tidak masalah.Tapi Ia tetap menjaga jarak dengan Diana.
******
Aku dan Mia sudah menceritakan semua nya kepada Jessy dan James.Dan Jessy sangat terkejut saat tau Aku dan Mia telah menikah.
Ia tidak menyangka jika Mia bisa menerima ku.Dan Aku bisa menerima keadaan Mia.
Memang Jessy mengetahui jika dari dulu Aku sangat menyukai Mia.Bahkan Aku banyak menolak teman-teman Jessy yang mengejar ku.
Jessy memang selalu bilang pada teman-teman nya jika Aku adalah Kakak nya.Jessy pun banyak mengepost foto kebersamaan ku dengan nya dari pada dengan Dava.
Aku meminta pada Jessy,jangan dulu bercerita kepada Dava soal pernikahan kami.Aku tidak mau Dava tau dulu.Aku ingin menjelaskan pada nya pelan-pelan.
Walaupun Dava sudah melihat Bian dari foto yang di kirim kan Jessy pada nya tadi.Pasti Dava kaget melihat nya.
Dan Aku yakin Dia tidak akan tinggal diam.Ia akan mencari Bian secepat nya.
Dan pasti nya nanti Dava akan bercerita tentang ku soal foto itu.
"Mia,,berjanji lah jika kamu butuh teman.Aku ada untuk mu."Ucap Jessy pada Mia.
Jessy memang sangat baik pada Mia.Ia selaku membela Mia setiap Mia di sudut kan.Dari dahulu Jessy selalu dekat dengan Mia.
"Iya Nona terima kasih."Ucap Mia lagi.
"Please,,jangan panggil Aku nona lagi Mia.Kamu sudah menjadi kakak ku sekarang."Ucap Jessy pada Mia.
"Saya belum biasa Nona."Ucap Mia sambil tersenyum.
"Maaf kan Kakak ku Mia.Jika Ia membuat Kamu jadi seperti ini."Ucap Jessy lagi.
"Iya nona,,Saya sudah melupakan semua nya."Ucap Mia pada Jessy.
"Jess,,please.Jangan beri tahu siapa-siapa dulu tentang hal ini."Ucap ku lagi.
"Iya Kak,,Jessy janji.Tapi kalian juga harus janji pada Jessy."Ucap Jessy lagi.
"Janji??janji apa??"Tanya ku penasaran.
__ADS_1
Jessy ingin Kami berjanji apa pada nya.
"Kakak harus janji akan membawa Mia dan Bian ke acara Ku Minggu depan."Ucap Jessy sambil tersenyum.
"Iya kak,,Kami akan senang sekali jika Kalian datang."Ucap James lagi.
James dari tadi tidak banyak bicara.Mungkin Ia kaget mendengarkan cerita Kami.
Aku memandang Mia.Awal ny Ia ragu pada ku.
Tapi Aku mengenggam tangan nya.Aku yakin kan semua akan baik-baik saja.
Mia pun mengangguk.
"Iya Jess Kakak dan Mia janji akan datang nanti."Ucap ku pada Jessy.
"Dengan Bian juga kan kak."Ucap Jessy lagi.
"Tentu saja.Bian harus ikut dengan Papa dan mama nya."Ucap ku sambil tersenyum.
Jessy pun mendekati Bian lagi.
"Keponakan Aunty ini harus datang ya."Ucap nya pada Bian.
Bian selalu tertawa setiap kali Jessy berbicara pada nya.
Ia mungkin tahu jika Jessy adalah Aunty nya.
Kami pun tertawa melihat tingkah Jessy yang terus bermain dengan Bian.
Tampak muka Mia tersenyum bahagia.Mungkin Ia bahagia karena Jessy bisa menerima Bian.
Tiba-tiba Dava menelpon Jessy,,
Jessy memandang ku dan Mia.
Aku pun mengangguk memberi isyarat bahwa tak apa Jessy mengangkat nya.
Dan Jessy pun mengangkat telepon tersebut.
"Ya kak ada apa??"Ucap Jessy pada nya.
"Jess,,Kamu di mana??"Tanya nya pada Jessy.
"Jessy masih di mall bersama James kak."Ucap Jessy lagi pada Dava.
"Apakah Mia masih ada bersama mu Jess??"Tanya Dava lagi.
"Tidak ada kak,,Mia sudah pulang bersama suami nya."Ucap Jessy lagi.
"Suami??Mia sudah menikah??"Tanya Dava pada Jessy.
"Iya kak,,Mia sudah mempunyai suami.Dan kelihatan suami nya begitu menyayangi Mia dan Bian."Ucap Jessy lagi sambil tersenyum.
Terlihat Jessy memandang ke arah ku.Aku tersenyum pada nya.
Mungkin Jessy ingin membuat Dava sadar bahwa Mia berhak bahagia.Dan ternyata ada laki-laki yang bisa menerima keadaan Mia apa ada nya.
Tanpa memperdulikan siapa Ayah kandung Bian.
__ADS_1
*****