
*Dava*
Pagi ini Aku sengaja bangun lebih cepat,tidak seperti hari libur kemarjn-kemarin.Pagi ini Aku sengaja untuk menunggu Mia di depan Rumah.Aku ingin melihat Mia di antar siapa pagi ini.Aku pun bergegas untuk turun ke bawah.
Aku harus melihat sendiri dengan siapa Ia pulang pagi ini.Pasti dengan Raynald lagi.Aku percaya pasti mereka berdua sudah ada hubungan spesial.Lihat saja Raynald sudah begitu akrab dengan Bapak dan Ibu Mia.Dan Mia pun selalu terlalu gembira saat di dekat Raynald.
"Dava,,Sudah bangun sayang???Tumben hari minggu bangun nya pagi nak."Ucap Mami pada ku.
"Iya Mi,,Dava lagi pengen olahraga Mi ke depan.Sudah lama tidak olahraga Mi."Ucap Ku berbohong pada Mami.
"Waah bagus itu sayang,,,Iya Kamu sudah lama tidak olahraga ya.Liat ni Mami dan Papi sehat karena rajin berolahraga."Ucap Mami lagi.
"Kenapa gak di belakang rumah saja Dav??Diluar banyak polusi."Ucap Papi lagi.
"Dava bosan Pi,mau cari suasana baru."Ucap ku sambil tertawa.
Papi dan Mami pun hanya tersenyum melihat Ku.Sebelum ke depan,Aku sempat berpapasan dengan Bi Ira.
"Pagi Bi Ira,,Mia sudah pulang bi???"Tanya Ku pada Bi Ira.
"Pagi Tuan Dava,belum Tuan mungkin sebentar lagi tiba.Bibi ke belakang dulu Tuan."Ucap bi Ira sambil berlalu.
Aku pun menuju ke perkarangan Rumah.Aku lihat pintu gerbang depan belum terbuka.Seperti nya Mia belum sampai.Aku pun berlari-berlari kecil di halaman rumah.Sudah sekitar lima belas menit Aku berdiri di halaman rumah.Tapi belum ada tanda-tanda kedatangan Mia.
Kemana pergi nya Dia,,kenapa Ia belum kembali??Apa Ia lupa jika hari ini Ia kerja.Apa mentang-mentang sudah ada hubungan dengan Raynald Ia jadi bersikap semau nya.Mungkin Ia tidak merasa takut untuk di pecat oleh Ku.
Sebaik nya Aku meminta no Mia dengan Andri.Biar Aku menelpon Ia langsung.Baru selangkah Aku ingin menuju garasi mobil menemui Andri,terdengar suara motor di depan gerbang.Aku pun berlari ke arah gerbang.Dengan cepat Aku membuka pintu.
Terlihat Mia sedang di antar dengan ojek online.
Ternyata bukan Raynald yang mengantar nya.Tebakan ku salah berarti.
__ADS_1
"Terima kasih mbak,lain kali jika mau di antar lagi telepon Saya aja lagi mbak,Biar mbak nya save nomor Saya saja."Ucap Tukang ojek kepada Mia sambil ingin mengeluarkan ponsel nya.
Aku pun langsung menjawab Tukang ojek tersebut.
"Mau di kasih bintang satu apa bintang lima Mas??"Tanya Ku sambil menatap nya.
"Ehh,,iya mbak mas,Saya permisi dulu."Ucap nya pada Ku.
Ia pun buru-buru pamit dan pergi.
"Tuan Dava,kenapa Anda di sini pagi-pagi???"Ucap Mia pada ku sambil menatap heran pada ku.
"Memang nya tidak boleh Aku berdiri di depan pintu gerbang rumah Ku."Aku menjawab dengan ketus.
Pura-pura galak saja lah,biar Ia tidak curiga Aku sedang menunggui nya.Nanti jika Ia tahu Aku menunggu nya,Ia akan besar kepala pula.
"Ohh,,Saya pikir Tuan mau naik ojek online juga."Jawab Mia asal sambil tersenyum.
"Jika tadi Saya tidak keluar pasti Kamu akan memberikan no handphone Kamu dengan Tukang ojek tadi kan."Ucap Ku masih dengan ketus.
"Maaf Tuan..maksud nya bagaimana ya Tuan."Tanya Mia lagi.
"Ya pasti Kamu mau kan memberikan nomor telepon Kamu.Contoh nya dengan Raynald saja Kamu mau di antar-antar."Ucap ku sambil tertawa mengejek Mia.
Mia hanya terdiam mendengar ucapan ku.
"Kenapa diam??benar kan omongan Saya!!!"Ucap Ku lagi pada nya.
"Maaf Tuan Dava sebelum nya.Mau Saya pergi dengan siapa saja bukan kah itu tidak penting buat Tuan kan.Tuan lupa dengan apa yang Tuan ucap kan dengan Nona Diana malam itu,Kalo Saya cuma seorang pembantu yang tidak penting untuk Tuan!!!!Jadi mau Saya pergi dan memberikan nomor telepon Saya kepada siapa saja,Saya rasa itu tidak masalah kan untuk Tuan!!!"Ucap Mia sambil menatap ku.
Deg,,,Aku kaget mendengar Mia menjawab seperti itu.Seperti senjata makan Tuan.Malah sekarang Ia seperti menyindir ku.
__ADS_1
"Iya memang itu bukan urusan Saya tapi Kamu itu kerja dengan Saya.Dan Kamu harus menjaga nama baik Saya juga."Ucap Ku beralasan.
"Jika Kamu macam-macam pasti nanti orang juga membawa-bawa nama Saya."Ucap ku lagi.
Lagi-lagi Mia hanya Diam.
Mudah-mudahan Mia kali ini tidak menjawab lagi.Ia pasti menyadari kesalahan nya.Ia pasti tidak berani menjawab ku lagi.
"Saya minta maaf Kalo Saya memang berbuat salah Tuan.Jika memang tingkah Saya membuat Tuan risih dan merasa terganggu,Tuan boleh memecat Saya."Ucap nya pada ku sambil menatap Ku.
"Ehh,,bukan begitu Mia,Saya tidak bermaksud begitu."Jawab Ku lagi.
Aduuh,,apa Aku salah bicara pada nya???Apa Ia tersinggung lagi dengan omongan Ku.Apa Ia tidak tahu jika Aku tidak ingin bila melihat Ia dekat dengan lelaki mana pun.Kenapa Ia jadi sensitif sekali pada Ku.
"Tidak apa Tuan,jika memang Tuan sudah tidak suka melihat Saya di sini Tuan boleh memecat Saya dan Saya akan segera pergi dari sini.",Ucap Mia lagi.
"Bukan begitu Mia,ya Sudah kali ini Saya maaf kan Kamu,besok-besok jika Kamu ingin pergi dengan siapa saja,Kamu harus pamit dengan Ku dulu.Karena Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan Mu"Ucap ku lagi.
"Apa Tuan mengkhawatir kan Saya???"Tanya Mia lagi dengan polos nya.
Deg,,Kaget Aku mendengar pertanyaan nya.Harus tenang Dava menjawab nya.Jangan kelihatan jika Kamu khawatir pada nya.
"Tidak juga,Karena Saya sudah berjanji dengan kedua orang Tua Mu untuk menjaga Mu.Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan Mu.",Ucap ku beralasan.
"Baik Tuan,Ke depan nya jika Saya ingin pergi dengan siapa Saya akan pamit dulu dengan Tuan.Kako begitu Saya permisi dulu.Banyak pekerjaan yang sudah menunggu Saya Tuan."Ucap nya sambil berlalu dari Ku.
*Bagus,,akhir nya Ia mendengar kan perkataan Ku.Ia tidak bisa lagi pergi dengan Raynald lagi.Ia harus pamit dulu dengan Ku.Dan pasti nya Aku juga tau saat Mia keluar dan dengan siapa Ia akan pergi.
Raynald tidak bisa lagi membawa Ia dengan seenak nya.Harus pamit dulu dengan Ku.
Rasakan Kau Raynald*!!!!
__ADS_1
***