Aku Layak Bahagia

Aku Layak Bahagia
Bab 47 Tak Terduga


__ADS_3

Ayah dan ibu begitu gembira melihat kedatangan Ku.Tadi nya Aku ingin Tuan Raynald mengantar ku sampai di depan gang saja.Tapi Ia memaksa ku untuk ikut ke dalam menemui Ayah dan Ibu.


Aku sudah katakan bahwa rumah ku jelek dan tidak layak untuk di datangi oleh diri Nya.Cuma Ia terus meyakini Ku bahwa itu tidak masalah untuk nya.


Akhir nya Aku pun menyerah dan mengajak Tuan Raynald ke rumah ku.


"Ayah,Ibu kenal kan ini Tuan Raynald.Ia adalah teman nya Tuan Dava."Ucap ku pada Ayah dan Ibu.


"Perkenal kan Ayah Ibu Saya Raynald."Ucap nya Pada Ayah dan Ibu.


Apa-apaan Tuan Raynald,mengapa Ia memanggil Ayah dan Ibu begitu.


"Eh,,Tuan jangan panggil begitu Panggil saja Bapak dan Ibu."Ucap Ibu ku pada Tuan Raynald.Mungkin ibu juga canggung di panggil begitu oleh Tuan Raynald.


"Tidak apa buk,malah Saya senang memanggil Ayah dan Ibu terasa lebih dekat kan Buk.Kebetulan Orang Tua Saya Jauh,jadi Saya benar-benar rindu sosok orang tua."Ucap Tuan Raynald dengan wajah sedih.


"Ohh,,Kalo begitu Tuan Raynald boleh sering-sering main ke sini.Bapak sama Ibu gak keberatan koq."Ucap Ibu ku lagi.


"Beneran buk??terima kasih ya,Ayah dan Ibu baik sekali.Tapi tolong Buk jangan panggil Saya Tuan.Panggil Raynald saja ya Buk,anggap Saya seperti anak Ibu dan Ayah."Ucap Tuan Raynald lagi sambil tersenyum.


Ayah dan Ibu pun tersenyum melihat Tuan Raynald.


Tinggal Aku yang terdiam tak percaya dengan Apa yang baru Aku dengar.Tuan Raynald baik hati sekali.Ia benar-benar menganggap Ayah ibu seperti keluarga nya sendiri.


"Mia ayo bantu ibu memasak,pasti kalian lapar kan."Ucap Ibu lagi.


"Eh,,itu buk Tuan Raynald mau pulang ke kantor Buk,karena Ia harus kerja."Ucap ku pada Ibu sambil melihat Tuan Raynald.


Bukan nya apa,Aku takut masakan di rumah kami tidak sesuai dengan selera Tuan Raynald.


"Siapa bilang Saya mau kerja Mia,hari ini Saya free,jadi Saya bisa di sini seharian mengobrol dengan Ayah dan Ibu."Ucap nya lagi.

__ADS_1


Kenapa harus rela tidak kerja sih Tuan Raynald.Ia tidak tahu kalo Aku benar-benar tidak enak jika Ia di sini.Seharus nya Ia pulang saat ini.Dan Aku pun tak bisa memaksa nya pulang,karena seperti nya Ayah dan Ibu pun menyukai Ia ada di sini.


"Mari Buk,Mia temenin Ibu memasak.Tuan,Saya ke belakang dulu ya."Ucap ku pada Tuan Raynald.


"Iya Mia,,Saya mau mengobrol dulu dengan Ayah."Ucap Tuan Raynald lagi.


*Entah mengapa Aku agak risih melihat Tuan Raynald memanggil Ayah dengan sebutan seperti itu.Apa Ia sedang mencari muka dengan Ayah Ibu ku??


Mia,,tolong positif thinking.Harus nya Kamu senang karena Tuan Raynald senang berada di tengah keluarga mu.


Seperti kata Ayu saat Tuan Dava main ke rumah dahulu,pandangan orang-orang di sekitar tempat tinggal ku ini langsung berubah.Dahulu saat belum terlihat ada Tuan Dava ke rumah mereka kadang bersikap cuek terhadap keluarga ku.


Tapi setelah mereka melihat Tuan Dava mereka sekarang begitu perhatian kepada Ayah,Ibu dan Ayu.Kadang mereka mengantar kan makanan kepada keluarga ku.Mungkin mereka berpikir nya Tuan Dava itu pacar ku.Sehingga mereka beranggapan jika sebentar lagi keluarga Ku akan kaya raya.


*Kenapa harta selalu menjadi ukuran,terkadang banyak harta pun tak menjamin hidup seseorang bisa bahagia.Seperti Kami sekeluarga walaupun hidup pas-pas an tapi Kami bahagia,karena saling melengkapi.


Aku selalu bahagia bisa menjadi anak Ayah dan Ibu.Karena kedua orang tua Ku sangat menyayangi Aku dan Ayu.Mereka berdua orang terbaik buat Kami*.


"Mia,,ini tolong bawa ke depan ya."Ibu berkata pada Ku.


"Baik Bu,,Mia bawa ke depan dulu ya Bu.."Ucap ku pada Ibu.


Setelah semua nya selesai,Ibu pun memanggil Ayah dan Tuan Raynald untuk masuk ke dalam.Kelihatan muka Ayah ceria sekali habis ngobrol dengan Tuan Raynald.


"Ayo nak Raynald cobain dulu masakan Ibu.Maaf jika tidak sesuai selera Nak Raynald.Cuma ini yang bisa Ibu hidangkan."Ucap Ibu ku sambil malu-malu.


"Waah seperti nya Ini enak sekali Buk,,ini kesukaan Aku semua."Ucap Tuan Raynald sambil tersenyum.


"Nah Ayo di makan nak,,kalo nanti kurang boleh nambah koq gak bayar."Ucap Ayah sambil tertawa yang di sambut tawa Ibu dan Tuan Raynald.


Ada perasaan bahagia Aku melihat Ayah dan Ibu bisa tertawa lepas begitu.Tuan Raynald pintar sekali mengambil hati kedua orang tua Ku.Ayah dan Ibu benar-benar merasa nyaman dengan nya.Beda saat bersama Tuan Dava.Ada rasa segan dan canggung saat ada Tuan Dava datang ke sini.

__ADS_1


Tuan Dava,apakah Ia sudah makan siang ini??Kenapa Ia tidak mau lagi di buat kan makanan oleh ku.Apakah Ia benar-benar menghindari ku???.


"Mia,,Kamu kenapa melamun nak??"Ucap Ayah pada ku."Kamu sakit nak??"Ucap Ayah lagi.


"Tidak yah,,Mia tidak apa-apa.Ayo kita makan yah,,Tuan Raynald makan yang banyak ya."Ucap ku sambil tersenyum.


"Iya Mia pasti,masakan Ibu enak sekali bu."Ucap nya pada Ibu.


"Nanti kalo Nak Raynald rindu masakan Ibu,hubungin saja Mia,biar Ibu masakin lagi."Ucap Ibu lagi sambil tersenyum.


"Terima kasih Ibu.Ibu sudah baik pada Saya."Ucap Tuan Raynald lagi.


"Assalammualaikum,,"terdengar suara orang mengucap salam di depan rumah.


"Wallaikumsalam,,"Aku menjawab salam orang tersebut.


Siapa yang datang siang-siang begini.Seperti nya suara nya tidak asing di telinga Ku.


Saat Ayah ingin ke depan,Aku pun langsung menahan nya.


"Biar Mia saja yah yang ke depan.Ayah lanjutin dulu makan nya ya."Ucap ku sambil tersenyum.


Aku pun berjalan ke depan.Terlihat sekilas sesosok pria di depan sambil menghadap k arah jalan.


Siapa laki-laki itu???Kenapa postur tubuh nya tidak asing oleh ku.Tunggu sebentar,Apakah Ia Tuan Dava???Apakah benar dia??


Aku pun berjalan ke depan pintu.Setelah di depan pintu.Aku pun memanggil nya


"Tuan Dava,,Kenapa Tuan ke mari????"Tanya Ku kaget.


Dan benar saja,laki-laki itu benar Tuan Dava.

__ADS_1


yang lagi berdiri di depan ku dan menatap ku.


******


__ADS_2