Aku Layak Bahagia

Aku Layak Bahagia
Bab 54 Terpukau


__ADS_3

Masih terbayang oleh Ku bagaimana Tuan Dava menciumi ku tadi,,rasa Nya seperti mimpi.Aku tidak menyangka jika Ia memiliki perasaan yang sama dengan yang Aku rasakan.Ia menyatakan cinta nya pada Ku.


Ada perasaan senang yang Aku rasakan,karena cinta ku tidak bertepuk sebelah tangan.Tapi ada juga perasaan takut di dalam hati Ku.Karena mimpi ku terlalu tinggi untuk bersama Tuan Dava.


Benar yang dikata kan oleh sebuah pepatah.


Cinta itu tak harus memiliki,,seperti yang Ku rasakan saat ini.


Saat ini Aku merasakan kebahagiaan karena berada di sebelah Tuan Dava.Ia begitu manis,saat tersenyum menatap Ku.


"Kamu benar-benar memukau Ku Tuan Dava!!!!"


Tanpa terasa Kami pun tiba di Salon.Aku dan Tuan Dava pun bergegas untuk ke dalam salon.Terlihat di sana Nyonya dan Nona Jessy telah menunggu Kami.


"Dari mana saja sih Dav??Mami dan Jessy sudah lama menunggu."Ucap Nyonya pada Tuan Dava.


"Maaf Mi,jalanan macet tadi Mi."Ucap Tuan Dava berbohong.


"Mia,,ayo Aku temukan ke dalam."Ajak nona Jessy pada Ku.


"Baik Nona,,"Aku pun mengikuti Nona Jessy dari belakang.Saat melewati Tuan Dava Aku sempat melihat Nya.


Terlihat Ia tersenyum dan mengedip kan mata padaku.


Apa-apaan lelaki ini,kenapa Ia jadi genit begitu.


Aku pun langsung membuang muka dan pura-pura tidak melihat nya.


Sesampai di dalam Aku pun di Terlihat Nona Jessy tersenyum melihat Ku.


"Kamu harus cantik ya Mia malam ini."Ucap nya pada Ku.


"Terima kasih Nona Jessy,Nona selalu baik pada Ku."Ucap ku sambil tersenyum.


"Iya Mia,,Sama-sama.Kamu pasti cantik jika sudah mengenakan gaun itu."Ucap Nona Jessy lagi sambil tersenyum.


Keluarga Tuan Dava memang berbeda dengan Keluarga konglomerat yang lain nya.Mereka tidak pernah membeda-bedakan Kami.Mereka selalu menganggap Kami bagian dari keluarga nya.

__ADS_1


Itu lah istimewa nya keluarga ini.


Setelah selesai make up Aku pun ke ruang ganti mengenakan gaun pilihan Ku.Aku pun menatap diri Ku di depan kaca.


"Gaun ini cantik sekali.Seperti bukan Aku."


Ternyata Kamu juga bisa cantik Mia,,,


Aku pun tertawa geli melihat penampilan Ku.


"Ternyata Aku cantik juga jika di dandan."Ucap ku sambil membolak balik kan badan Ku di depan kaca.


"Nona Mia,,Apakah anda sudah selesai???"Ucap pelayan pada Ku.


"Ehh iya mbak..ini saya sudah siap.'Ucap ku sambil keluar ruang ganti.


"Anda cantik sekali Nona,,benar-benar pantas mengenakan gaun ini."Ucap nya sambil tersenyum.


"Sebentar Nona,boleh kah Saya meminta foto Nona untuk foto pelanggan di galery Kami."Ucap nya pada Ku.


"Tentu saja boleh mbak..mau foto dimana mbak???"Ucap ku bertanya.


"Terima Kasih Nona.Anda cantik sekali.",Ucap nya lagi pada Ku.


"Terima Kasih mbak..Mbak juga cantik.",Ucap Ku pada Nya.


Ia pun tersenyum pada Ku.


Kami pun melangkah keluar ruangan.Disana sudah ada Tuan Dava,Nyonya besar dan Nona Jessy.


Tuan Dava terlihat begitu tampan mengenakan jas.Ia menatap ku sambil tersenyum.


"Laki-laki ini selalu membuat Aku tak menentu.


"Mia,,Kamu cantik sekali..Iya kan Mi??"Tanya Nona Jessy pada Nyonya.


"Iya Mia,,tidak salah pilihan Mu.Gaun itu sangat cantik di kenakan oleh Mu."Ucap Nyonya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Terima Kasih Nyonya,Nona."Jawab Ku sambil tersenyum.


"Kak Dava,,bagaimana menurut Kakak??"Tanya Nona Jessy pada Dava.


"Iya,Mia cantik mengenakan gaun itu."Tuan Dava tersenyum sambil melihat Ku.


"Tuh Mia,,di puji ma Kak Dava,jarang-jarang Kak Dava memuji."Ujar Nona Jessy sambil tertawa.


"Kan memang Mia cantik,gak Kayak Kamu bawel."Ucap Tuan Dava lagi.


"Mamii,,lihat tuh Kak Dava ledekin Jessy lagi."Ucap Nona Jessy sambil pura-pura cemberut.


Kami pun hanya tertawa melihat sikap Nona Jessy.


"Sudah,jangan seperti anak kecil kalian berdua.Ayo kita jalan Papi sudah menunggu di sana."Ucap Mami lagi.


Dan Kami pun berjalan ke mobil.Sebelum sampai di dalam mobil.Tuan Dava sempat mendekati Ku dan berkata.


"Kamu cantik sekali Mia,,Membuat ku tak bisa bernafas karena menatap Mu.Ingat,,hutang Mu harus di bayar Malam ini."Ucap nya sambil tersenyum pada Ku dan masuk ke dalam mobil.


Aku pun terdiam mendengar perkataan Tuan Dava.


Ada perasaan geli saat mendengar Tuan Dava berbicara seperti Itu.Ia tidak beda nya dengan Tuan Raynald saat bicara seperti itu.


Ahh,,Tuan Raynald,,lagi-lagi Aku lupa untuk membalas pesan Raynald.


Tapi bukan nya Tuan Dava melarang Ku untuk membalas pesan Tuan Raynald.Jika Aku membalas dan ketahuan Tuan Dava nanti Tuan Dava sangat marah pada Ku.Tapi jika Aku tak membalas pesan Tuan Raynald,nanti Tuan Raynald mengatakan Aku yang tidak-tidak.


Aku pun mengambil dan menatap ponsel Ku..


sepuluh panggilan tak terjawab dari Tuan Raynald.


Disaat Aku menatap ponsel di saat yang bersamaan ponsel Ku berbunyi,Dan Tuan Dava menatap Ku dari kaca *spion di dalam mobil.


Tuan Raynald menelpon Ku.Aku pun langsung mematikan dering telepon.Takut jika nanti Nona Jessy melihat ke arah ponsel ku.Kebetulan Ia duduk di sebelah Ku.


Tuan Raynald sekali-kali terlihat melirik ku dari kaca mobil.Terlihat Ia memberikan kode pada Ku bahwa Aku tidak boleh membalas pesan.Seakan Ia tahu bahwa Tuan Raynlad yang menelpon Ku.Kenapa Ia jadi seperti mengawasi Ku*.

__ADS_1


Memang nya Aku ini siapa Mu Tuan Dava??????


****""


__ADS_2