
Beberapa hari ini Dava selalu terlihat termenung sendiri,,
Setiap ku bertanya pasti Ia akan mengatakan tidak apa-apa.
Ia hanya di pusing kan dengan urusan pekerjaan.
Aku tahu Ia lagi merindu kan anak nya.
Mungkin Aku memang egois,menyuruh nya untuk berpisah dari Bian.
Semua ku lakukan karena Aku tidak ingin Dava tergoda lagi pada wanita itu.
Aku belum yakin jika Dava sudah melupakan Mia begitu pula sebalik nya.Aku yakin Mia tidak mencintai Raynald.
Apabila Dava sering bertemu Bian pasti Ia akan sering bertemu dengan Mia nanti nya.Dan Aku tidak menginginkan itu.
"Sayang,,belum berangkat??"Tanya Dava pada ku.
"Belum sayang,,Kamu sudah sarapan??"Tanya ku pada nya.
"Ini baru saja mau sarapan sayang,,apa Kamu sudah sarapan??"Tanya Dava pada ku.
Aku hanya mengangguk pada nya.
Terlihat Ia sedang tidak baik-baik saja.Tapi Ia berusaha tersenyum pada ku.
"Apa Kamu mau berangkat bersama ku sayang??"Tanya nya pada ku.
"Tidak usah sayang,,hari ini Aku banyak kunjungan."Ucap ku pada nya.
"Baik lah sayang,,jangan terlalu lelah sayang,jaga kesehatan mu."Ucap nya lagi pada ku.
"Iya sayang,,Apakah Kamu tidak kerumah Mami lagi sayang??Tanya ku pada nya.
"Tidak sayang,,terakhir bertemu Papi dan Mami saat di rumah sakit melihat Raynald."Ucap nya pada ku.
Jika Papi dan Mami Dava ke rumah sakit.Berarti Ia sudah bertemu dengan Mia dan Bian.
"Apakah mereka sudah bertemu anak itu??"Tanya ku lagi.
"Iya,,Papi dan Mami sudah bertemu Bian."Ucap nya pada ku.
"Apakah Papi dan Mami mu bisa menerima anak itu??Aku bertanya lagi.
Dava mengangguk.
"Anak itu tidak bersalah sayang,,,"Ucap nya pada ku.
"Aku sudah bilang jika Aku belum bisa menerima nya."Ucap ku pada nya.
"Iya sayang,,aku mengerti.Kita tidak usah membahas lagi."Ucap nya lagi.
Dava akhir nya mengalah pada ku.Ia tidak ingin berdebat dengan ku seperti sebelum nya.
"Aku berangkat dulu sayang."Ucap ku sambil mencium pipi nya.
"Iya sayang,,Aku juga mau berangkat."Ucap nya pada ku.
"Hati-hati di jalan."Ucap nya lagi pada ku.
Aku pun mengangguk dan berlalu dari nya.
Aku melajukan kendaraan ku.Sebenar nya hari ini tidak ada jadwal ku ke rumah sakit.
Aku sengaja berbohong pada Dava karena Aku ingin menemui seseorang.
__ADS_1
Mia,,
Aku ingin bertemu dengan nya.
Tanpa sepengetahuan Raynald juga tentu nya.
Aku ingin bertanya pada nya secara langsung.
Aku menuju ke arah rumah Raynald.Seperti nya Raynald sudah pergi jam segini.
Aku harus memastikan pada nya.
Tak lama kemudian Aku pun tiba di rumah nya keadaan begitu sepi.
Setelah pembantu Raynald menyambut ku.Aku pun masuk ke dalam rumah.
Terlihat Mia kaget melihat ku.
"Nona Diana,,ada apa kemari??"Tanya nya pada ku.
Terlihat muka nya cemas melihat ku.
"Kamu tidak perlu cemas Mia,saya ingin bicara pada mu."Ucap ku pada nya.
"Mari silahkan duduk nona."Ucap nya pada ku.
"Apa yang ingin nona bicarakan??"Tanya nya pada ku.
"Apa Raynald sudah pergi kerja??"Tanya ku pada nya.
"Iya nona,,Dia sudah pergi dari tadi pagi."Ucap nya pada ku.
"Aku ingin bertanya,Apa Kamu masih mempunyai rasa pada Dava??"Tanya ku pada nya.
"Kenapa Kamu diam Mia??Apakah memang benar Kamu masih menyukai Dava??"Tanya ku lagi pada nya.
"Jadi Nona datang kemari hanya untuk bertanya soal itu??"Ucap nya pada ku.
"Tentu saja,,Aku tau Kamu menikah dengan Raynald karena terpaksa kan??"Tanya ku pada nya.
Ia tersenyum pada ku.
"Tidak,,Saya benar-benar mencintai Raynald.Dan saya tidak mempunyai perasaan apa-apa lagi pada Tuan Dava."Ucap nya pada ku.
Apa benar Ia sudah melupakan Dava??Benar kah Ia benar-benar mencintai Raynald.
"Kamu tidak berbohong Mia??"Tanya ku pada nya.
"Tentu saja tidak Nona.Saya sangat mencintai suami saya,Tuan Raynald sangat menyayangi saya,dan saya bahagia hidup dengan nya."Ucap Mia pada ku.
"Dan sekarang ini saya sedang mengandung anak dari Tuan Raynald."Ucap nya pada ku lagi.
Mia hamil???Mia benar-benar hamil anak Raynald.
Berati Ia benar-benar menjalani rumah tangga yang sebenar nya dengan Raynald.
Berarti dugaan ku salah pada nya.
Tak berapa lama terdengar suara bayi menangis,seperti nya anak Mia terbangun dari tidur nya.
"Sebentar Nona,Saya lihat anak saya dulu."Ucap nya pada ku.
Aku pun mengangguk.
*Tak lama kemudian tampak Mia datang menggendong anak nya.
__ADS_1
Anak nya ternyata sangat menggemas kan.
Ketika melihat ku Ia tersenyum ramah pada ku*.
"Sayang,,ini Tante Diana.Istri papa Dava."Ucap Mia pada anak nya.
Seolah anak nya mengerti apa yang sedang Ia bicarakan.
Anak nya tersenyum melihat ku.
Ada rasa bahagia saat Aku melihat seorang anak bayi begitu ramah pada ku.
Aku pun langsung mendekati nya.
"Boleh Aku menggendong nya Mia??"Tanya ku pada nya.
"Tentu saja boleh nona."Ucap Mia sambil memberikan anak nya pada ku.
Dan tentu saja anak nya langsung menyambut ku saat Aku ingin mengambil nya.
Ada rasa terharu saat melihat Ia terus menatap ku.
Maaf kan Tante Bian,,jika Tante terlalu egois pada mu.
Ia begitu lucu,terlalu jahat diri ku jika Aku memisah kan Bian dari Dava.
Bukan kah Mia juga sudah hidup bahagia bersama Raynald.
Bahkan Ia sedang mengandung anak Raynald sekarang ini.
Tak ada alasan ku lagi untuk takut.
"Dia menyukai mu nona."Ucap Mia pada ku.
"Benarkah??"Ucap ku pada Mia.
"Iya nona,jika Ia tidak menyukai orang,Ia pasti akan menangis."Ucap Mia sambil tersenyum.
Aku menatap Bian,Ia tertawa-tawa pada ku seolah mengajak ku untuk bermain.
"Mia,,maafkan atas perbuatan ku selama ini pada mu."Ucap ku pada Mia.
"Saya sudah memaafkan nya Nona dan saya sudah melupakan semua nya."Ucap Mia padaku.
"Benarkah Mia??Kamu tidak membenci ku??"Tanya ku lagi pada nya.
"Tentu saja tidak Nona.Tidak ada alasan ku membenci Nona."Ucap ku sambil tersenyum.
Aku pun memegang tangan nya.
"Terima kasih ya Mia."Ucap ku pada nya.
Mia pun mengangguk dan tersenyum.
Aku akan memberi tahu Dava nanti jika Ia boleh bertemu dengan Bian kapan pun ia mau.
Ia pasti sangat senang.
Ada rasa bahagia dalam hati ku saat Mia memaafkan ku.
Seperti hilang semua beban di hati ku.
Ternyata damai itu begitu indah,,,,,,
*****
__ADS_1