
Plak,,,
Papi menampar pipiku dengan sangat kuat.
Mami langsung memelukku dan menangis.
Papi benar-benar marah saat tau yang sebenar nya dari Raynald.Ia benar-benar tidak menyangka bahwa Aku bisa melakukan hal itu.
Raynald sudah menceritakan yang sebenar nya terjadi.
Aku tidak menyalahkan Raynald yang memberi tahu semua nya.Sekarang atau nanti itu akan tetap sama saja.Semua orang akan mengetahui nya.
"Papi tidak menyangka Kamu sebrengsek itu Pras,Kamu sudah membuat malu Papi."Ucap Papi dengan marah nya.
Aku hanya diam,,Aku tak berani menjawab pertanyaan Papi.
Terlihat Mami dan Diana menangis melihat ku.
"Papi pikir semua perkataan Kamu dulu itu benar,sampai Papi rela mengusir orang tua itu."Ucap Papi lagi.
Papi ingin menampar ku lagi,tapi Raynald menahan nya.
"Om,,sabar om,,tenang om jangan seperti ini."Ucap Raynald lagi.
"Om tidak bisa sabar Ray,Dia sudah membuat malu."Ucap Papi lagi.
"Pi,,tenang Pi.Ini rumah sakit Pi."Ucap Jessy lagi menenangkan Papi.
Papi pun terduduk lemas,Ia benar-benar kelihatan kecewa mendengar ini semua.
"Dava memang salah Om,tapi Ia sudah menyesali perbuatan nya."Ucap Raynald pada Papi.
"Bagaimana jika wanita itu meminta pertanggung jawaban nya Ray??"Ucap Papi lagi.
Ternyata Papi tidak mengetahui jika Mia sudah menikah dengan Raynald.Papi berpikir jika Mia ingin meminta pertanggung jawaban dari ku.
"Mia sudah menikah dengan Saya om.Dan hidup Kami bahagia bersama anak itu.Saya sudah menganggap anak itu seperti anak kandung saya sendiri."Ucap Raynald lagi.
Deg,,
Ada perasaan tidak rela saat mendengar Raynald mengatakan itu.Aku takut anak ku tidak mengetahui siapa Ayah kandung nya yang sebenar nya.
"Kamu menikahi nya??Sejak kapan??"Tanya Papi lagi pada Raynald.
"Sejak awal kehamilan nya Om,di saat Dava tidak mau mengakui nya,di saat itu Saya menikahi Mia."Ucap Raynald lagi.
"Apa Kedua orang tua mu tau??"Ucap Papi lagi.
"Tentu saja,dan mereka tidak mempermasalahkan status Mia saat itu.Menurut mereka pilihan Saya pasti yang terbaik untuk Saya."Ucap Raynald lagi.
Papi terdiam,,
Semua yang ada di ruangan ini pun terdiam.
__ADS_1
"Saya cuma ingin bilang jika Mia tidak akan menuntut apa-apa dari Dava om,bahkan Mia tidak ingin anak nya tau jika Dava adalah ayah kandung dari anak nya."Ucap Raynald.
"Mia cuma ingin anak nya tau jika Ayah nya cuma Saya,bukan Dava."Ucap Raynald lagi.
Tiba-tiba Aku menyela perkataan nya.
"Kamu tidak bisa seperti itu Ray,,dia anak ku!!"Ucap ku tiba-tiba.
Aku menjadi emosi saat mendengar Raynald berkata seperti itu.Apa Raynald sengaja ingin memisahkan ku dari Anak ku.
"Kenapa baru sekarang Kamu mengakui nya Dav??Kenapa tidak dari dulu??"Tanya Raynald lagi.
"Kamu tau kan kondisi ku saat itu tidak memungkin kan."Ucap ku membela diri.
"Cukup Dava,,Diam!!!Kamu tidak usah berkata apa-apa lagi."Ucap Papi pada ku.
"Aku cuma minta jangan menganggu keluarga kecil ku lagi Dav,,jika Kamu ingin bertemu Bian,Aku ijinkan.Tapi hanya melihat bukan untuk mengambil nya."Ucap Raynald lagi.
"Om jamin itu Ray,Dava tidak akan menganggu keluarga Mu."Ucap Papi pada Raynald.
Kenapa Papi harus berbicara seperti itu.Apa Papi tidak mau bertemu cucu nya juga.
"Saya tidak keberatan om jika Dava mau bertemu Bian,tapi tolong jangan melakukan hal yang tak wajar."Ucap Raynald lagi.
"Dava tidak berhak atas anak itu Ray,Bukan kah dulu Ia tidak mengakui nya."Ucap Papi lagi.
"Pi,Dava ingin bertemu anak itu Pi.Itu anak kandung Dava."Ucap ku pada Papi.
"Dava,,tolong jangan membuat Papi mu emosi lagi."Ucap Mami pada ku.
Aku terdiam,,lagi-lagi Aku tak berani menjawab pertanyaan Papi.
Aku benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Dari awal Kamu sudah menentukan pilihan Dav,Aku rasa Kamu pasti sudah siap dengan segala akibatnya."Ucap Raynald lagi.
"Saya permisi dulu Om,Tante."Ucap Raynald lagi sambil keluar dari ruangan.
Raynald pun berlalu dari Kami semua.
Semua hening saat Raynald pergi.
Terlihat Mami yang menangis,mungkin Ia tidak mempercayai ini semua
Raynald seperti nya memang ingin memisahkan ku dari Bian.Ia benar-benar ingin mengambil posisi ku sebagai Ayah kandung Bian.
Tidak akan ku biarkan Ray,,Sampai kapan pun Bian adalah anak kandung ku.
Terbayang oleh ku wajah Bian di pelukan Mia tadi.Wajah nya sangat tampan dan lucu.Benar-benar perpaduan ku dan Mia.
Belum sempat aku menyentuh dan mencium Bian.Aku di hadap kan oleh kejadian Diana.Dan Terpaksa Aku meninggal kan Bian.
Bian,,tunggu Papa ya nak.Papa pasti akan menemui mu,,,
__ADS_1
*****
Kring,,kring,,
Telepon ku berbunyi.
Mia menelpon ku.
"Ya sayang,,,"Ucap ku pada nya.
"Kamu di mana sayang??"Tanya nya pada ku.
"Ini baru mau on the way ke rumah sayang."Ucap ku pada Mia.
"Baik lah,,hati- hati di jalan sayang."Ucap nya pada ku.
"Ada apa sayang??"Tanya ku lagi pada nya.
"Tidak apa sayang,,cepat kembali.Aku dan Bian menunggu mu."Ucap Mia pada ku.
"Iya sayang,,,Aku mencintai mu."Ucap ku pada nya.
"Aku juga mencintai mu sayang."Ucap Mia pada ku.
Dan Mia pun mematikan telepon.
Aku bahagia bisa membuat Mia benar-benar bisa mencintai ku.Buah dari kesabaran ku selama ini.Ia bisa melupakan Dava.
Mia,,Aku akan melindungi mu dari siapa pun yang akan menyakiti mu.
Aku ingin hidup kita bertiga tenang tanpa gangguan dari siapa pun di muka bumi ini.
Aku tenang karena sekarang Aku bisa membawa Mia ke mana pun.Tanpa ada rasa takut lagi.
Karena Aku sudah memberi tahu yang sebenar nya tentang Bian pada keluarga Dava.
Tiba-tiba sebuah mobil tiba di hadapan ku,Aku pun terkejut melihat nya.Aku langsung membanting setir mobil ke kiri dengan cepat.
Dan Aku terus melaju kan mobil ku tanpa rem hingga akhir nya Aku menabrak sebuah pembatas jalan.
Braaak,,,
Terdengar benturan keras dari mobil ku.
Apa yang terjadi dengan ku???
Tiba-tiba pandangan ku gelap,,
Semua gelap,,
Aku mendengar suara orang-orang yang menggedor-gedor jendela mobil.Namun Aku tidak bisa apa-apa.
Seluruh badan ku lemas.Hingga akhir nya Aku memejamkan mata dan lupa semua nya,,
__ADS_1
******