Aku Layak Bahagia

Aku Layak Bahagia
Bab 78


__ADS_3

Aku menambahkan kecepatan mobil Ku untuk sampai ke rumah Mami.Ada apa sebenar nya??Kenapa Ayah Mia bisa sampai di sana.Kenapa Ia mau bertemu dengan Ku.Apa ini ada hubungan nya dengan Mia??.


Sudah hampir satu bulan ini Aku tidak mendengar kabar tentang nya.Raynald berkata Ia sengaja mengganti nomor telepon nya karena ingin melupakan ku.


Mia,,andai Kamu tahu jika Aku tidak pernah bisa melupakan kamu,,


Kring,,kring,,


Ponsel ku berbunyi,Raynald menelpon ku.


Aku membiarkan ponsel ku terus berdering.Saat ini Aku hanya ingin cepat sampai kerumah Mami dan bertemu dengan Ayah nya Mia.


Aku juga tidak ingin Raynald tahu jika ada Ayah Mia di sana.Nanti Ia bisa jadi bercerita pada Diana.Aku tidak ingin Diana menyakiti Mia lagi.


Setelah melewati macet yang begitu panjang akhir nya Aku tiba di rumah.Terlihat Ayah Dava menunggu ku di depan rumah,duduk bersama Andri.


Kenapa Mami tidak mengijinkan Ayah Mia untuk masuk,kenapa Ayah Mia harus duduk di luar.


Aku pun turun dari mobil dan langsung mendekati nya.


"Pak,,apa kabar??"Ucap ku sambil menyalami nya.


Tiba-tiba Ia langsung membuang tangan ku dengan kasar.Ada apa ini???


"Bapak sangat kecewa dengan mu Tuan Dava."Ucap nya dengan marah.


Kecewa??kenapa Ayah Mia bisa berkata begitu padaku.


"Pak,sebaik nya kita bicara di dalam saja ya.Tidak enak di dengar orang."Ucap ku lagi menenangkan nya.


"Baik lah,biar orang tua mu tahu juga tentang kelakuan mu."Ucap nya lagi.


Apa yang sebenar nya terjadi??Apa Mia bercerita tentang apa yang Kami lakukan dulu.Apa Mia menceritakan apa saja yang telah kami lewati beberapa bulan ini.


"Dav,,sudah sampai??Dimana lelaki Tua itu??"Tanya Mami pada ku.


"Ada Mi,kenapa Mami tidak menyuruh ayah Mia masuk??"tanyaku pada Mami.


Mami hanya terdiam.

__ADS_1


Aku mengajak Ayah Mia untuk duduk bersama Papi dan Mami.


"Maaf sebelum nya pak,kembali ke pembicaraan tadi.Sebenar nya ada apa pak??"Tanya ku pada Ayah Mia.


"Iya sebenar nya apa yang mau bapak bicarakan pada Dava??"tanya Mami dengan tidak sabar.


"Mi,sabar dulu.Kasih kesempatan bapak ini untuk bicara."Ucap Papi pada Mami.


"Maaf sebelum nya pak,jika kedatangan saya kemari mengganggu keluarga bapak.Saya kemari ingin meminta pertanggung jawaban untuk anak saya."Ucap Ayah Mia dengan suara bergetar.


"Pertanggung jawaban apa pak??"tanya Mami pada nya.


"Apa bapak tidak terima jika Mia di pecat dari rumah ini??Apa uang yang saya kasih kemarin kurang??"Tanya Mami lagi.


"Di pecat??jadi anak saya di pecat buk??Benarkah itu Dava??"Tanya Ayah Mia lagi.


"Iya Mia di pecat pak.Saya juga sudah memberikan Ia bonus yang lumayan besar untuk kinerja kerja nya selama ini."Ucap Mami lagi.


Ayah Mia terdiam.Seperti nya Mia berbohong pada Ayah nya.


"Jadi apa yang sebenar nya yang ingin bapak sampaikan pada Dava pak??"Ucap Papi bertanya.


Bagaikan mendengar petir di siang bolong,Aku tidak percaya dengan apa yang barusan Ayah Mia bicarakan.


Apa??Apa Aku tidak salah dengar??Mia hamil anak ku.


"Apa??Bapak tolong jangan membuat lelucon murahan begini ya pak."Ucap Mami marah.


"Iya pak,Saya mohon untuk tidak buat berita fitnah seperti ini.Anak saya tidak mungkin melakukan hal konyol seperti itu."Ucap Papi lagi.


Aku hanya terdiam,tidak bisa bicara apa-apa lagi.Kenapa Aku tidak pernah berpikiran sejauh itu.Kenapa Mia sampai hamil.Apa yang harus Aku jelaskan pada Papi dan Mami.


"Saya tidak berbohong pak.Anak saya sudah mengakui bahwa Tuan Dava pelaku nya."Ucap Ayah Mia lagi.


"Dari mana anak bapak bisa yakin jika anak saya yang melakukan nya???Anak bapak juga sedang dekat dengan Raynald.Bisa saja itu anak Raynald!!!"Ucap Mami lagi.


"Dava,bapak minta tolong Kamu berkata jujur.Bapak yakin Anak bapak tidak berbohong.Karena bapak tau Mia."Ucap Ayah Mia lagi.


"Dava,tolong jelaskan pada Papi kalo semua ini tidak benar!!!"Ucap Papi tegas.

__ADS_1


Apa yang harus ku katakan pada Papi dan Mami.Aku tidak mungkin mengakui nya.Jika Aku mengakui nya pasti akan menjadi masalah besar untuk Ku untuk keluarga Ku juga.Dan yang pasti nya Diana akan menyakiti Mia lagi.


"Dava tolong jawab!!!"Ucap Papi lagi pada ku.


"Itu tidak benar Pi.Dava tidak pernah berbuat hal itu pada Mia."Ucap ku pada Papi.


"Tega sekali Kamu Tuan Dava,,Kamu telah merusak masa depan Mia.Dan sekarang Kamu tidak mengakui nya."Ucap Ayah Mia marah pada ku.


"Sudah saya bilang kan pak,anak Saya tidak mungkin melakukan hal murahan seperti itu dengan anak bapak.Saya rasa Bapak juga pasti tahu diri kan jika status kita itu jauh berbeda pak."Ucap Mami lagi.


"Maaf buk.Kami memang miskin buk.Tapi Saya tidak pernah mengajarkan anak saya untuk berbohong.Saya percaya anak saya tidak berbohong."Ucap Ayah Mia sambil memandang ku marah.


Tatapan mata nya dengan Ku sangat lah tajam.Seperti nya Ia benar-benar marah pada ku.


"Jadi bapak pikir Dava yang berbohong??"Tanya Mami lagi.Saya juga mempercayai anak saya!!"Ucap Mami lagi.


Tiba-tiba Mami berdiri dan mengambil sesuatu.Ia menyerah kan pada Ayah Mia.


"Ini pak,silahkan bapak mau menulis angka berapa saja.Anggap saja ini uang bonus lagi untuk Mia.Mungkin saja Ia merasa uang kemarin belum cukup sehingga membuat cerita halu seperti ini."Ucap Mami dengan senyum sinis.


Ayah Mia hanya terdiam,kelihatan raut wajah sedih dari diri nya.Mungkin Ia merasa di remehkan.


"Saya tidak butuh uang ini buk.Saya hanya ingin pertanggung jawaban anak ibu untuk anak Saya."Ucap Ayah Mia lagi.


"Itu tidak mungkin pak.Bapak dengar sendiri jika Anak saya sudah mengakui kebenaran nya.Dan Saya rasa urusan kita sudah selesai pak."Ucap Papi lagi dengan tegas.


Ayah Mia pun berdiri dan keluar dari ruangan ini.Tak ada lagi kata-kata yang keluar dari mulut nya.Ia hanya diam hingga keluar rumah.


Aku pun tak berani untuk mengantar nya ke depan rumah.


Maaf kan Dava pak,,jika Dava tidak berkata jujur.Mungkin memang Aku adalah seorang lelaki pengecut yang tidak berani bicara yang sebenar nya.


Aku bisa membayangkan bagaimana perasaan Mia nanti saat Ayah nya bercerita kejadian ini.Ia pasti sangat membenci ku.


Sial,,,


Kenapa semua ini harus terjadi???


*****

__ADS_1


__ADS_2