
*Dava*
Masih terbayang oleh Ku muka Mia saat Aku mendekati nya tadi.Ia seperti nya benar-benar takut kepada Ku.Aku mengingat lagi bagaimana ekspresi muka nya saat melihat Ku.
"Ia cantik sekali bila di lihat dari dekat,,,Sial,,kenapa Muka Mia selalu yang ada di dalam pikiran ku."Ucap ku dalam hati.
Aku benar-benar menyukai nya.Entah sejak kapan Aku mulai mengagumi nya.Seperti nya Aku benar-benar jatuh hati pada nya.
"Dava,,ingat Dava ada Diana tunangan Mu.Kalian akan menikah."suara hati ku mengigat kan Ku.
"Ahh,,iya.Diana.."Aku pun langsung mengeluarkan ponsel ku.
Sebaik nya Aku menelpon Diana.Agar Aku bisa melupakan pikiran Ku tentang Mia.Berapa hari ini hubungan ku dengan Diana kurang baik.
Ia hanya membalas pesan ku seada nya saja.Bahkan Ia tidak pernah lagi menelpon Ku untuk menanyakan kabar ku.Aku harus memperbaiki hubungan Ku dengan nya.
"Kring,,kring,,,kring..
Tak ada panggilan dari Diana.Kenapa Ia selalu tidak mau mengangkat telepon Ku.Apa Ia benar-benar marah pada Ku.
"Sayang,,Kamu lagi dimana??malam ini Aku jemput ya.Kita makan malam di luar.
Aku pun mengirim kan pesan kepada Diana.Mudah-mudahan Ia membalas pesan ku.
Aku pun turun ke bawah untuk menemui Papi,Mami dan Jessy yang sedang makan malam.Nanti setelah makan malam rencana nya Aku akan menjemput Diana.
"Nah,,itu Kak Dava turun.."Ucap Jessy melihat Ku turun dari tangga.
Aku melihat Diana sudah duduk di meja makan bareng dengan Papi,Mami dan Jessy.Ia tersenyum manis pada Ku.
"Sayang,,Kapan Kamu tiba di sini,kenapa gak bilang kalo mau ke sini,"Ucap ku sambil mendekati dan mencium kepala nya.
"Tuh kan Mi,,gak lihat-lihat lagi kalo ada Kita di sini.Mesra-mesra depan Kita."Oceh Jessy pada Ku.
"Hmm,,maka nya Kamu juga cari cowok juga dong Sayang biar bisa mesra-mesra gitu juga."Ucap Papi meledek Jessy.
"Idiih Papi.Bukan nya belain Jessy malah ngeledek in Jessy."Ucap Jessy sambil mengoceh.
__ADS_1
Kami pun tertawa melihat tingkah Jessy.
"Aku sengaja sayang ke sini tanpa memberi tahu Kamu.Biar Suprise."Ucap Diana sambil tersenyum.
Aku pun duduk di sebelah Diana.Aku menggenggam tangan nya.
"Maaf kan Aku ya sayang,,Aku janji tidak akan membuat Kamu kesal lagi."Ucap ku lagi sambil mencium tangan nya.
"Tuh kan Pi,,Mulai lagi."Protes Jessy lagi.
"Hahha Kamu kenapa sih Jess,,usil banget sama Kak Dava"Ucap Mami lagi.
"Iya nih usil banget.Maka nya pacaran dong biar tau kalo pacaran itu enak."Ucap Ku sambil mencibir Jessy.
Jessy pun hanya mencibir ku.
Papi,Mami dan Diana hanya tertawa melihat tingkah Kami.
Tak jauh dari meja makan Aku melihat Mia.Ia menatap ke arah Ku.Ketika Aku melihat nya Ia langsung menunduk dan berlalu.
"Tunggu dulu,Apa Ia melihat ku tadi.Apa Ia melihat Kemesraan ku dengan Diana tadi."Ucap ku dalam hati.
Sudah lah,Aku harus fokus pada Diana.Aku tidak boleh menyakiti Diana dengan perasaan seperti ini.
Aku pun mencoba untuk biasa saja.Di sepanjang makan malam Aku pun mencoba untuk seperti biasa dengan Diana.Tapi tetap saja kenapa Mia yang terus ada di pikiran Ku.
"Aisst,,sial,,"Aku benar-benar seperti orang bodoh sekarang.
Kami pun selesai makan malam.Aku pun mengajak Diana ke taman di belakang rumah.Papi,Mami dan Jessy seperti nya mereka tahu jika Aku ingin berdua saja dengan Diana.Mereka pun pergi ke ruangan tv.
Sebelum ke belakang,Aku sempat meminta Bi Ira untuk membuat kan Kami cofee dan cemilan.
"Sayang,,kenapa Telepon ku berapa hari ini tidak pernah mau di angkat??Kamu tidak kangen dengan Ku??"Ucap ku pada Diana sambil mendekat pada nya.
"Tidak,,Aku masih marah pada Mu.Karena Kamu membela pembantu Mu itu."Ucap Mia sambil merengut.
"Jadi Kamu cemburu pada Mia sayang??"tanya ku lagi sambil memeluk nya dari belakang.
__ADS_1
"Menurut Mu,Aku cemburu tidak?"Tanya Diana lagi pada Ku.
"Hahhaha,,Tolong lah sayang,,kalo Kamu mau cemburu itu di lihat-lihat dulu orang nya.Mia itu seorang pembantu.Aku tidak mungkin jatuh hati pada Nya."Ucap ku sambil tertawa.
"Benar kah??Lalu kenapa Kamu begitu perhatian pada nya??"Tanya Diana lagi.
"Itu karena Aku tidak mau Raynald berbuat yang tidak-tidak pada nya.Kamu tau kan bagaimana Raynald selama ini.Mia itu gadis yang lugu.Aku kasihan pada nya jika Ia sampai rusak oleh Raynald."Ucap ku lagi meyakin kan Diana.
"Jadi beneran Kamu tidak menyukai Mia??"Tanya Diana lagi.
"Tentu tidak sayang,,Masa Aku menyukai Mia,seorang pembantu begitu.Kamu harus nya sadar Sayang,,Kalian berdua beda Kelas.Jelas Aku lebih memilih Kamu sayang dari pada Dia."Ucap ku yang tanpa sadar ada Mia di antar Kami yang sedang mengantar kan cofee cemilan untuk Kami.
"Ini Tuan dan Nyonya cofee dan cemilan nya.Saya permisi dulu."Ucap nya sambil terbata.
Terlihat jelas Mata nya ingin menangis.Mungkin Ia mendengar kan semua nya apa yang Aku kata kan pada Diana.Kelihatan ada raut wajah sedih di Muka nya.
Sial,,kenapa Diana tidak berkata jika ada Mia,dan kenapa juga Ia yang mengantarkan cofee ke sini bukan Bi Ira.
Perasaan Ku pun tak menentu sekarang.Aku telah menyakiti hati Mia lagi dengan perkataan Ku tadi.
Jujur Aku berkata begitu biar Diana tidak marah lagi pada Ku dan tidak mencurigai Ku lagi.Bukan untuk menyakiti Mia.
"Baik lah sayang,,Aku percaya pada Mu."Ucap Diana sambil mencium pipi ku.Ia pun memeluk ku.
Aku pun membalas pelukan Diana.Tapi perasaan Ku tetap tidak tenang.Aku memikir kan Mia.Aku benar-benar tidak ingin menyakiti nya.
"Kamu kenapa diam Sayang??"tanya Diana lagi pada Ku.
"Tidak apa-apa Sayang,,Aku hanya menikmati Pelukan dari Mu yang sudah lama tidak Aku rasakan."Kata ku sambil tersenyum.
"Love you Dava,,,"Ucap Diana pada ku sambil tersenyum.
"Love you sayang ku,,"Ucap ku pada Diana.Ia pun mendekatkan bibir nya kepada ku.Seperti biasa Ia pasti langsung mencium ku.Aku pun membalas ciuman nya.
Lama rasa nya Aku tidak merasakan ciuman dari Diana.Biasa nya Aku sangat menikmati nya.Tapi tidak kali ini.Aku tidak menikmati nya.
Rasa nya biasa aja.
__ADS_1
Hambar,,,,
******