Aku Layak Bahagia

Aku Layak Bahagia
Bab 113


__ADS_3

Aku terus menatap Mia yang memeluk Raynald sambil menangis.


Sesayang itu kah Kamu Dengan Raynald Mia??


Seperti nya Ia sudah benar-benar melupakan Aku.Semua yang ku lakukan pada nya mungkin telah membuat Ia membenciku.


Mungkin karena ketulusan Raynald juga yang meluluhkan hati Mia.


Raynald yang begitu mencintai Mia,hingga Ia sanggup menerima keadaan Mia kala itu.


Ia menerima Mia dan anak nya dengan sepenuh hati,agar anak yang di lahirkan Mia mempunyai Ayah untuk di akui nya.


Dan sekarang Ia lebih di akui Ayah oleh anak ku di bandingkan diri ku sendiri.


Aku memang seorang pecundang kala itu.Aku tidak berani mengakui perbuatan ku sendiri.


Sehingga Aku membuat Mia menderita.


"Mia,,Kamu yang tenang ya.Kak Ray pasti baik-baik saja."Ucap Jessy pada Mia.


"Iya non,Saya percaya pasti Ia baik-baik saja."Ucap Mia lagi.


Ia terus mengenggam tangan Raynald.Mata nya tak pernah lepas dari Raynald.


Mungkin Ia berharap Raynald cepat sadar.


"Sayang,,bangun sayang,,Aku dan Bian membutuhkan mu."Ucap Mia pada Raynald.


Deg,,,,


Entah mengapa ada sedikit rasa kecewa saat Mia berkata seperti itu.


Anak ku membutuh kan Raynald dari pada Aku.


Raynald mungkin memang di kenal sebagai Ayah oleh Bian.Tapi tetap saja Aku ayah biologis nya.


Sampai kapan pun Aku tetap Ayah kandung buat Bian.


"Mia,,Bian dengan siapa di rumah??"Tanya Jessy pada Mia.


"Ada yang menjaga nya non."Ucap Mia pada Jessy.


"Apakah Ia tidak rewel saat Kamu tinggal tadi??"Tanya Jessy lagi.


"Bian sudah tidur non,saat saya pergi tadi."Ucap Mia lagi.


Tak lama kemudian telepon Mia berdering.


Kring,,,kring,,,


Mia mengangkat telepon nya.


"Ya Bi,ada apa??"Ucap nya pada bibi.


Seperti nya pembantu Mia yang menelpon.


"Baiklah Bi,nanti biar saya pulang untuk mengambil nya.Tolong siap kan perlengkapan nya ya bi."Ucap Mia pada bibi.


Mia pun menutup telepon.


"Kenapa Mia??"Tanya Jessy pada nya.


"Bian rewel non,dari tadi menangis mencari saya."Ucap Mia sedikit panik.


"Biar Aku yang menjemput nya."Ucap ku tiba-tiba.


Aku merasa ini kesempatan ku untuk bertemu dengan anak ku.


Mia menatap ku.


"Tidak usah Tuan.Terima kasih.Biar supir yang mengantarku pulang."Ucap nya pada ku.

__ADS_1


"Mia,,please,,Bian itu juga anak ku."Ucap ku pada nya.


"Saya mohon jangan membahas itu Tuan.Saya tidak mau mendengar apa pun perkataan Anda."Ucap nya pada ku.


Seperti nya Ia benar-benar membenci ku.


"Kak,,,"Ucap Jessy pada ku sambil menggeleng.


Jessy mengisyarat kan agar Aku tidak membantah Mia saat ini.


Aku pun mengikuti nya.


Aku tidak ingin membuat Mia semakin membenci ku.Ia bisa saja nanti benar-benar tidak mempertemukan ku dengan Bian.


"Mia,,bagaimana jika Aku dan James saja yang menjemput Bian."Tawar Jessy pada Mia.


"Tidak usah non,biar saya saja yang menjemput nya."Ucap nya lagi pada Jessy.


"Aku akan membawa nya kemari Mia,tanpa kak Dava.Aku jamin tak ada Kak Dava."Ucap Jessy lagi.


Seperti nya memang Mia takut jika Aku mengambil Bian dari nya.


Mia hanya terdiam,,


"Kak Ray butuh Kamu Mia,Kamu tetap di sini saja."Ucap Jessy lagi pada nya.


"Tapi Non,,Nona janji akan membawa Bian kesini??"Tanya nya pada Jessy.


"Tentu saja,Bian membutuhkan Ibu nya bukan Tante nya."Ucap Jessy sambil tersenyum.


Mia pun mengangguk.


"Kak Aku mohon,jangan memperkeruh suasana.Dan jangan melakukan hal yang tidak-tidak."Ucap Jessy pada ku.


Aku hanya diam.


Mungkin sekarang Aku harus mengalah dan mengikuti keadaan.


Tak lama kemudian Jessy dan James pun berlalu.Aku pun ikut keluar ruangan.


"Kak,,sebaik nya kakak jangan menganggu Mia dulu."Ucap Jessy pada ku.


Aku pun mengangguk.


Benar yang di katakan Jessy.


Seperti nya Mia butuh waktu sendiri.


Aku tidak boleh membuat Ia semakin gelisah karena perlakuan ku.


Sebaiknya Aku kembali ke kamar Diana dulu.Mungkin Diana membutuhkan ku saat ini.


Mudah-mudahan nanti Mia mengijinkan ku untuk bertemu dengan Bian.


Semoga saja,,,


******


*Sayang,,,bangun sayaang,,,


Aku membutuhkan mu.


Kata-kata itu yang terus ku bisikan di telinga Tuan Raynald.


Ku pandangi wajah nya yang sedang tertidur lelap.


Lelaki yang sangat menyayangi ku dan Bian.


Lelaki yang selalu melindungi ku dan Bian.


Jangan dulu pisahkan Aku dan Dia Tuhan,,

__ADS_1


Aku baru merasakan bahagia bersama nya.


Aku baru belajar mencintai nya.


Jangan dulu ambil dia dari ku.


Aku terus menangis sambil mengenggam tangan nya.Teringat kembali pada ku kenangan-kenangan ku dan Tuan Raynald.


Ia selalu melakukan yang terbaik untuk ku.


Cepat lah bangun sayang,,,


Tuan Raynald sudah di perbolehkan untuk pindah ke ruangan.Semua administrasi nya di bantu oleh Tuan Dava.


Ia yang membantu semua nya.


Aku tidak punya pilihan saat ini,karena hanya Dia yang bisa membantu ku saat ini*.


"Jika Kamu lelah,Kamu boleh beristirahat Mia,,biar Saya yang menjaga Raynald."Ucap nya pada ku.


"Tidak Tuan,,Saya belum mengantuk."Ucap nya pada ku.


Aku pun tidak mau memaksa nya lagi.


Aku harus membuat Ia nyaman dengan sikap ku,agar Aku di perbolehkan bertemu dengan Bian.


*Tak lama kemudian Jessy pun tiba bersama Bian,terlihat Ia tidur di pelukan Jessy.


Mia pun langsung menyambut nya*.


"Dia lucu sekali Mia,,dan tidak rewel bersama ku."Ucap Jessy pada Mia.


Mia pun tersenyum.


"Anak Mama pintar ya."Ucap nya sambil mencium Bian.


"Sebaik nya Tidurkan Bian di sofa saja Mia,,"Ucap Jessy lagi.


Mia melihat ke arah ku,karena posisi ku saat ini berada di sofa.


"Baiklah biar Aku yang keluar."Ucap ku pada Mia.


Seperti nya Mia tidak ingin Aku ada di ruangan ini bersama Bian.


Padahal Aku sangat ingin memeluk anak ku.


"Tunggu Tuan,,,"Ucap Mia pada ku.


Aku pun melihat ke arah nya.


"Anda boleh menggendong nya."Ucap Mia lagi.


Aku tidak percaya dengan apa yang barusan ku dengar.Mia memperboleh kan ku menggendong Bian.


Aku langsung mengambil nya dari pelukan Mia.


Dan langsung mencium nya.


Anak ku,,,Kamu adalah anak ku,,


Terlihat Jessy dan James tersenyum melihat ku.


"Maaf kan Papa nak,,,papa telah jahat pada mu."Ucap ku pada Bian.


Tanpa terasa air mata ku menetes,Aku benar-benar terharu melihat Bian.


Akhir nya Aku bisa memeluk nya.


Terima kasih Mia,,,


******

__ADS_1


__ADS_2