
Aku langsung bersiap untuk pulang setelah Ayu menelpon ku.Sungguh hatiku sangat gelisah mendengar Ibu sakit.
"Ndri,Aku minta tolong boleh telpon Tuan Dava.Aku ingin ijin pulang Ibu ku sakit."Ujarku sambil menangis.
"Sakit apa Mia Ibu mu??sebentar Aku telpon Tuan Dava dulu."Ujar Andri.
"Tidak tau Ndri,tadi Ayu menelpon ku.Maka nya Aku mau pulang cepat."Ujar ku lagi.
"Halo Tuan,,maaf Tuan Aku menganggu.Ini Mia ingin menelpon Tuan."Ujar Andri sambil memberikan ponsel nya padaku.
"Halo Tuan,,Tuan Saya minta ijin malam ini untuk pulang kerumah.Ibu Saya sakit Tuan,,"Ujar ku pada nya sambil menangis.
"Tunggu disana,,"Tuan Dava berkata sambil mematikan telpon.
"Halo Tuan,,Tuan,,"Kataku sambil melihat layar ponsel.Telepon pun di putus oleh Tuan Dava.
"Kenapa Mia??"Ujar Andri bertanya padaku.
"Tuan Dava mematikan ponsel nya Ndri,Apa Ia tidak mengijinkan Aku pulang ya??"Ujar ku sambil menangis.
"Tenang Mia,,mungkin Tuan Dava akan menelpon balik.Tungguin bentar lagi ya.'Ujar Andri menenangkan Ku.
Aku pun hanya mengangguk.Aku bingung apabila Aku pulang tanpa Ijin pasti Tuan Dava akan marah sekali padaku.Tapi jika Aku tidak pulang,kalo ada apa-apa dengan Ibu,Aku akan menyesal.
"Ya Allah apa yang harus Aku lakukan,bantu lah hamba Ya Allah,,"Ujarku dalam hati.
Tak lama kemudian sebuah mobil masuk kedalam rumah.Ternyata itu adalah mobil Tuan Dava.Tuan Dava pun langsung turun dan menghampiri ku.
"Ayo Saya antar Kamu,,"Ujar nya padaku.
"Tapi Tuan,,Saya tidak mau merepotkan Tuan.Biar Saya pulang sendiri saja Tuan menggunakan ojek."Ujarku lagi.
"Sudah jangan membantah,cepat masuk mobil!!" perintah nya padaku.
Mau tak mau akhir nya Aku pun masuk ke dalam mobil nya.Dan Kami pun melaju menuju kerumah ku.
Sepanjang perjalanan Kami hanya diam.Aku hanya ingin cepat sampai kerumah melihat keadaan Ibu.Sedangkan Tuan Dava mungkin Ia mengerti kalo Aku lagi panik,maka nya Ia tidak banyak bertanya padaku.
Setelah setengah jam perjalanan Kami pun tiba di rumahku.
"Kita sudah sampai Tuan,,Ayo kita turun Tuan,,"Kata ku pada Tuan Dava.
Aku dan Tuan Dava pun keluar dari mobil dan menuju kerumah ku.
"Maaf Tuan kalo lingkungan disini buat Tuan tidak nyaman."Ujarku pada nya.
"Tidak apa Mia,,Aku biasa saja,,"Ujar nya lagi.
Akhir nya Kami pun tiba di rumah,disana Aku melihat pintu rumah terbuka.Tetapi tidak ada siapa-siapa di depan rumah.
__ADS_1
"Assalammualaikum,,"Aku mengucapkan salam dan langsung masuk ke dalam rumah.Menuju kekamar Ibu.
Aku melihat Ibu yang tertidur lagi di pijit oleh Ayu disamping nya.
"Ibu,,Mia pulang buk,,"kata ku sambil menyium Ibu.
"Kamu pulang nak??"Ujar Ayah padaku.
"Iya yah,tadi Ayu menelpon Mia,Bagaimana keadaan Ibu yah??kenapa tidak di bawa kerumah sakit saja."Ujarku lagi pada Ayah.
"Ibu tidak mau Kak,Ia tidak mau merepotkan Kita,lagian ibu bilang Ia sudah enakan setelah minum obat dari puskesmas Kak."Ujar Ayu lagi.
Tak lama kemudian Ibu terbangun.Ia tersenyum melihatku.
"Mia,Kamu pulang nak,,"Ucap nya padaku.
"Iya buk Mia pulang buk,,Ibu mau berobat ke rumah sakit??"Ujarku pada Ibu.
"Tidak usah nak,Ibu sekarang keadaan nya jauh lebih enak,"Ucap Ibu padaku
"Kamu kesini dengan siapa nak??"Ujar Ibu padaku.
Astaga,,Aku lupa jika Tuan Dava bersamaku.Tadi Aku langsung masuk tanpa memperdulikan Ia lagi,karena ingin cepat melihat Ibu.
"Sebentar bu."Ujarku sambil keluar kamar.
Aku melihat Tuan Dava duduk di depan rumah.Kelihatan Ia gelisah karena banyak nyamuk disana.Ada perasaan lucu melihat nya.Aku pun mendekati nya.
"Tidak apa Mia,bagaimana keadaan Ibu Kamu??"Ucap nya bertanya padaku.
"Alhamdulillah,,Ibu sudah enakan Tuan,Mari kita masuk kedalam Tuan."Ujarku pada nya sambil masuk kedalam rumah dan Ia pun mengikuti ku.
"Silahkan duduk Tuan,Saya buatkan minum dulu ya,,"Ujarku pada nya.
"Ya Mia,terima kasih,,"Ujar nya lagi.
Tak lama Ayah pun muncul dari kamar.Ia langsung menyalami Tuan Dava.Ayah langsung teringat lagi soal kejadian dua bulan yang lalu.
"Tuan,soal kejadian kemaren itu,Saya minta maaf ya Tuan,Saya benar-benar tidak sengaja."Ujar Ayah pada Tuan Dava.
'Sudah pak,tidak usah di ingat-ingat lagi.Saya sudah memaafkan bapak."Ujar Tuan Dava pada Ayah sambil tersenyum.
"Terima kasih banyak ya Tuan,,"Ucap Ayah senang.
"Iya Pak,,semua hukuman pada Mia pun Saya hapuskan pak,Ia akan menerima gaji nya setiap bulan nya."Ujar nya lagi.
"Terima kasih banyak Tuan,,terima kasih sudah mengijin kan Mia bekerja dirumah Tuan."Ujar Ayah lagi.
Setelah puas mengobrol-ngobrol,dan melihat Ibu sudah enakan.Aku pun minta ijin dengan Ayah ibu dan Ayu untuk pulang lagi kerumah Tuan Dava.
__ADS_1
"Kalo Kamu ingin menginap disini tidak apa Mia,besok Kamu libur dulu kerja nya,,"Ujar Tuan Dava padaku.
"Tidak Tuan,,tidak usah.Ibu sudah enakan.Ibu juga tidak boleh Saya bolos kerja."Ujar ku pada nya.
"Iya Tuan tidak apa Mia pulang,Ibu nya nanti biar Bapak dan Adik nya Mia yang menjaga."Ujar Ayah lagi.
"Baik lah Pak kalo begitu,Saya pamit dulu.salam dengan Ibu ya Pak semoga Ibu cepat pulih."Kata nya sambil tersenyum kepada bapak.
Setelah berpamitan,Kami pun menuju ke gang depan dimana mobil di parkir.Lalu pulang menuju kerumah Tuan Dava.
"Terima kasih banyak Tuan sudah mau mengantar Saya,maaf merepotkan Tuan."Ujarku setelah di dalam mobil.
"Tidak merepotkan,,kebetulan tadi Saya di jalan pulang jadi sekalian kan."Ujar nya padaku sambil tersenyum.
Tiba-tiba perutku berbunyi.Aku lupa dari siang Aku belum makan nasi.Cuma makan kue saja yang di berikan oleh salon waktu make up tadi.Wajar kalo sekarang perutku demo minta di isi.
"Suara apa itu Mia,,Kamu laper ya??"tanya Tuan Dava sambil tertawa.
"Eh,,bukan Tuan,,Tuan salah dengar."Ujarku lagi.Ya ampun malu sekali Aku.Ternyata Ia mendengar suara perutku.
"Jangan bohong..Kamu laper ya??Ayo Kita cari makan,kebetulan Saya lapar juga"Ujar nya padaku.
"Tuan juga belum makan??"tanyaku pada nya.
"Belum,tadi Saya tidak sempat makan karena sibuk.Kamu mau makan apa??"tanya Tuan Dava padaku.
"Nasi uduk enak Tuan,,di simpang sana."Ujarku pada nya sambil tersenyum.
"Nasi uduk??di restoran mana yang buka malam-malam begini??"tanya nya lagi.
"Bukan restoran Tuan,tapi di emperan kaki lima sana Tuan ada nasi uduk ma pecel lele nya enak."Ujar ku lagi.
"Kaki lima??maksud nya di warung emperan gitu??"ujar nya lagi.
"Iya Tuan,,disana enak sekali sambal nya.Pasti Tuan ketagihan."Ujarku pada Tuan Dava sambil tersenyum.
Lama Ia terdiam,Aku yakin pasti Ia tidak mau.Aku hanya mengetes Tuan Dava saja.Apakah Ia mau jika di ajak makan di kaki lima atau tidak.Karena Aku yakin seorang Tuan Dava seorang pengusaha sukses pasti tidak mau makan sembarangan.
"Ia pasti menolak nya,,"batinku.
"Ayo,,dimana pecel lele yang enak itu Mia??sebelah mana??"Ujar nya padaku.
"APA??seriusan Tuan mau makan disana??"tanyaku tidak percaya.
"Iya Saya mau coba.Tadi Kamu bilang enak kan.Awas saja kalo tidak enak.Saya tidak segan-segan akan menghukumi Kamu."Ujar nya tertawa.
Aku pun terdiam mendengar ucapan nya.Seperti tidak percaya jika Ia mau makan di warung kaki lima.Aku yang tadi mau mengerjai nya,mengapa malah balik Aku yang di kerjai.Seperti senjata makan Tuan pikirku.
Aku pun masih terdiam melihat Tuan Dava yang masih tersenyum padaku.
__ADS_1
*****