Aku Layak Bahagia

Aku Layak Bahagia
Bab 94


__ADS_3

Pagi-pagi Dava sudah tiba di kantor ku.Aku pun kaget saat tahu bahwa Ia sudah ada di ruangan ku.


Aku kembali lagi ke Jakarta,sedangkan Mia masih di kampung bersama keluarga nya.Akhir bulan nanti Aku baru menjemput Mia dan anak kami untuk pulang ke rumah.


Aku sudah membayang kan keadaan rumah yang akan ramai karena suara tangisan anak kami nanti.Yang pasti nya akan membuat suasana rumah menjadi sangat ramai.Aku sudah tidak sabar menunggu nya.


Abian Alvaro,,,


Di panggil Bian,,,


Nama yang kuberikan untuk anak Kami,yang mempunyai arti anak yang penuh kegembiraan dan bijaksana.


Aku berharap anak ini akan selalu merasakan kebahagiaan dalam hidup nya nanti.Tidak akan aku biarkan Ia merasa kesedihan di dalam hidup nya.


Aku hanya ingin Mia dan Bian bangga memiliki Aku.Selama Aku masih bernafas,Aku akan selalu memberikan yang terbaik untuk mereka berdua.


Aku pun memasuki ruangan ku.Terlihat di sana Dava sudah menunggu ku.Terlihat muka nya begitu kusut.Seperti nya Ia lagi banyak masalah.


"Hai Dav,,tumben pagi-pagi sudah di sini."Ucap ku pada nya.


Ia pun tersenyum pada ku.


"Kamu sekarang susah banget ya untuk di temui."Ucap nya pada ku.


Sebulan ini Aku memang jarang berada di kantor.Aku banyak menghabiskan waktu ku untuk bolak balik ke kampung Mia,untuk melihat Mia dan Bian.


Mia pun selalu mengirim kan ku foto atau video Bian di saat Aku merindukan nya.


"Aku lagi ada urusan Dav,maka nya Aku jarang di kantor lagi."Ucap ku pada nya.


"Urusan apa??"Tanya nya lagi pada ku.


Mungkin Ia penasaran dengan ku,,,


"Ada urusan pekerjaan.Bagaimana dengan Kamu Dav??Bagaimana kabar mu??"Tanya ku pada nya.


"Aku lagi tidak bersemangat saat ini."Ucap nya pada ku.


Ada apa dengan Dava,,kenapa Ia kelihatan sangat lelah dan tidak bersemangat.Seperti nya Ia sedang ada masalah.


"Coba cerita padaku.Apa yang sebenar nya terjadi pada mu."Ucap ku pada nya.


Aku dan Dava memang sering cerita satu sama lain.Karena memang dari dulu Aku bersahabat dengan nya.Boleh di bilang Aku tahu semua apa tentang Dava begitu pun sebalik nya.


"Diana keguguran,,Aku kehilangan anak ku."Ucap nya pada Ku sedih.


"Aku turut bersedih Dav,,Mungkin nanti Tuhan akan memberikan pengganti nya secepat nya."Ucap ku pada nya.


Ia hanya mengangguk.

__ADS_1


Aku tidak tahu apakah ini karma untuk diri nya.Kerena Ia telah menyia-nyiakan Mia.Sehingga Tuhan memberi hukuman untuk nya.


"Ray,,Aku mau menanyakan sesuatu kepada mu."Ucap nya tiba-tiba pada ku.


"Ya apa itu Dav??"Tanya ku lagi.


"Apakah benar Mia sudah menggugurkan kandungan nya."Ucap nya pada ku.


Deg,,


Hatiku langsung merasa tak enak mendengar Dava bertanya seperti itu.Apakah Ia tahu jika Mia tidak mengugurkan kandungan nya??Tahu dari mana Dava???


"Kenapa Kamu bertanya begitu Dav??"Ucap ku pada nya.


"Aku kemarin melihat Mia di sebuah klinik di daerah puncak.Terlihat jika Ia sedang hamil besar."Ucap nya pada ku.


Jadi saat di klinik itu Dava ada di sana juga.Aku ingat kemarin Mia sempat berbalik lagi untuk mengambil handphone nya yang sedang ketinggalan.


"Mungkin Kamu salah lihat,,"Ucap ku lagi pada nya.


"Tidak,Aku tidak mungkin salah lihat Ray,itu benar-benar Mia.",Ucap nya lagi.


"Seandai nya itu Mia dan Ia memang belum menggugurkan kandungan nya,apa yang mau kau lakukan pada nya??"Tanya ku pada Dava.


Ia pun menghela nafas panjang.


"Aku tidak bisa berbuat apa-apa Ray."Ucap nya pada ku.


Jawaban Dava membuat ku sedikit tenang.Aku bersykur ternyata Dava tahu diri untuk tidak menganggu kehidupan Mia lagi.


Mia memang sudah melupakan Dava,,Ia tidak mau lagi bertemu Dava ke depan nya.Bahkan Ia mengatakan bahwa Ia tidak akan pernah mengatakan pada Bian bahwa Dava adalah ayah kandung nya.


"Seandai nya Mia menikah lagi dengan lelaki lain dan lelaki itu sangat menyayangi anak mu.Apakah kamu rela??"Tanya ku lagi pada nya.


Aku mencoba memancing Dava,,,


"Lelaki mana yang mau seperti itu Ray???tidak ada!!"Ucap nya pada ku.


Aku lelaki itu,,Aku mau menikahi Mia,,Aku tidak memperdulikan bagaimana keadaan Mia.


"Ya siapa tau ada lelaki seperti itu."Ucap ku pada Dava.


"Tidak mungkin Ray,,Aku rasa pasti Ia membesar kan anak itu seorang diri."Ucap Dava lagi.


"Apakah Kamu mau bertemu anak itu Dav??"Tanya ku lagi.


Ia hanya terdiam,,Ia tidak bicara apa-apa lagi.


Tak lama telepon ku berdering,,

__ADS_1


Mia menelpon ku.Aku pun agak menjauh dari Dava.


Aku pun mengangkat telepon nya.


"Ya sayang,,,ada apa??"tanya ku pada nya.


"Kamu lagi apa sayang??"tanya Mia pada ku.


"Baru saja tiba di kantor.Bian lagi apa sayang??"tanya ku pada Mia.


"Ia lagi tertidur sayang,,baru saja minum susu."Ucap Mia pada ku.


"Kamu merindukan kan ku sayang??"tanya ku pada nya.


"Tentu saja sayang,,cepat lah kemari.Aku dan Bian menunggu mu."Ucap nya lagi.


"Aku juga merindukan mu sayang,,dan anak kita."ucap ku pada Mia.


"Kapan kamu akan menjemput Kami sayang."Tanya nya pada ku.


"Weekend nanti Aku akan menjemput kalian berdua.Tunggu Aku ya sayang."Ucap ku pada Mia.


"Iya sayang,,jangan lupa makan siang sayang."Ucap Mia lagi pada ku.


Setelah menjawab Mia pun mematikan telepon.


Aku bahagia karena saat ini Mia sudah mulai bisa menerima ku.Terkadang Ia tak malu untuk menelpon ku dan sekedar mengatakan Ia merindukan ku.


Walaupun Ia belum mau melakukan hubugan terlalu jauh dengan ku.Tapi saat tidur Aku sudah di perbolehkan untuk tidur memeluk nya.Terkadang semalaman Ia tertidur di pelukan ku.


Aku percaya seiring perjalanan waktu Ia pasti akan mencintai ku.Seperti Aku yang mencintai nya.


Aku percaya Mia akan bahagia bersama ku.


Aku pun kembali ke tempat Dava.


"Telepon dari siapa Ray??seperti nya kamu bahagia sekali."Tanya Dava pada ku.


"Dari pacar ku."Ucap ku pada nya sambil tersenyum.


"Wanita mana lagi yang kena jebakan mu??"tanya nya sambil tertawa.


Aku pun hanya tersenyum,,


Seandai nya kamu Tahu siapa yang Aku nikahi,,mungkin Kamu tidak akan bisa tersenyum seperti itu sekarang.


Pasti akan menjadi kejutan besar untuk mu Dava,,,


*****

__ADS_1


__ADS_2