
Aku menghentikan langkah ku saat menyaksikkan pemandangan di ruangan Tuan Raynald.
Sebuah pemandangan yang membuat ku terharu,,
Bian,anak ku,,,
Yang saat ini sedang di gendong oleh Tuan dan nyonya besar.
Terlihat mereka begitu bahagia melihat Bian.
Dan Bian pun terus tertawa di gendongan mereka.
Seperti nya Bian tau jika mereka adalah kakek dan nenek nya.
*Sehingga Ia merasa nyaman di antara mereka.
Terlihat Tuan Dava tersenyum sumringah melihat kedua orang tua nya bermain dengan Bian*.
Aku bersyukur anak ku bisa di terima oleh mereka.
Awal nya Aku tidak ingin anak ku tau siapa ayah kandung nya.
Tapi Tuan Raynald selalu saja mengajar kan bahwa itu tidak baik.
Sewaktu-waktu pasti Bian membutuh kan Ayah kandung nya,begitu pun sebalik nya.
Aku selalu di ajarkan oleh Tuan Raynald untuk bisa memaafkan.
Dan sekarang Aku sudah bisa menerima semua nya.
Aku sudah mulai mau berdamai dengan nama nya masa lalu.
Aku sudah memaafkan semua nya.
Bukan kah Tuhan juga sudah menggantikan nya yang jauh lebih baik.
Aku di beri sesosok Laki-laki yang tampan,yang baik hati dan bisa menerima ku apa ada nya.
Rasa nya tidak pantas jika Aku belum bisa menerima semua nya.
Sayang,,,
Cepat lah bangun,,Kamu harus melihat ini.
Bian saat ini begitu ceria di gendong oleh Kakek dan nenek nya.
Tentu nya Bian juga sangat merindukan mu.
Rindu bermain dengan mu,,
Termasuk Aku,,,
Aku rindu mendengar suara mu sayang,,,
Aku rindu pelukan mu setiap hari pada ku.
Tanpa terasa air mata menetes di pipi ku.
Aku sangat takut kehilangan nya,,,
Aku ingin membesarkan Bian dengan mu sayang,,,
"Mia,,,kenapa menangis??"Ucap Tuan Dava mengagetkan ku.
Aku pun menyeka air mata ku.
"Apa kata dokter tentang Raynald??"Tanya nya lagi.
"Suami ku sudah melewati masa krisis nya Tuan."Ucap ku pada nya.
"Syukur lah,,Mia maafkan Saya."Ucap Nyonya pada ku tiba-tiba.
__ADS_1
Aku tidak percaya dengan apa ku dengar,Nyonya meminta maaf pada ku.
Untuk apa??
"Maaf Nyonya,,Maaf untuk apa nyonya??"Tanya ku pada nya.
"Maaf untuk Dava,,apa yang sudah Dava perbuat pada mu."Ucap Nyonya pada ku.
"Tuan dan nyonya tidak salah,,Saya juga sudah melupakan semua nya."Ucap ku lagi.
"Tapi kami tidak mempercayai Ayah mu saat itu."Ucap Tuan padaku.
Seperti ada rasa penyesalan dari wajah Tuan dan nyonya.
Masih teringat jelas saat itu Ayah ku menangis saat kembali dari rumah Tuan Dava dan mengatakan
bahwa Tuan Dava tidak mengakui nya.
Serta keluarga nya mengusir Ayah saat itu.
Terlihat wajah sedih Ayah saat itu,dan Kami pun langsung pulang ke kampung halaman Ayah.
"Tidak apa Tuan Nyonya,Saya sudah melupakan semua nya."Ucap ku pada nya.
"Kamu tidak membenci Kami??"Tanya nya lagi pada ku.
"Tentu saja tidak nyonya.Saya sudah memaafkan semua nya."Ucap ku pada mereka sambil tersenyum.
"Semua orang punya masa lalu Nyonya."Ucap ku lagi.
"Tapi apakah boleh Kami bertemu Bian terus??"Tanya nya lagi pada ku.
"Iya Mia,,Saya mohon ijinkan Kami untuk terus bertemu Bian."Ucap lagi pada ku.
Tuan besar yang selalu diam dan berwibawa,akhir nya bersuara pada ku.
Apakah saat ini Ia memohon untuk bertemu dengan Bian??
"Tentu saja Tuan,nyonya.Bian boleh bertemu dengan Kakek dan nenek nya."Ucap ku lagi.
"Benarkah Mia??Kamu memperbolehkan nya??"Tanya nya lagi.
Seperti nya mereka tidak yakin dengan omongan ku.
"Iya Nyonya,,bagaimana pun Bian adalah cucu Tuan dan Nyonya.Saya tidak pernah melarang Bian untuk bertemu dengan Kakek dan nenek nya."Ucap ku lagi.
"Terima kasih Mia,,"Ucap Nyonya pada ku sambil tersenyum.
Ia mendekati ku dan memeluk ku.
"Maaf kan Saya Mia,,Kamu anak yang baik."Ucap nya pada ku.
Aku mengangguk dan tersenyum.
Tuan Dava juga tersenyum pada ku.
Mungkin Ia merasa senang melihatku mulai bersahabat dengan nya.
Aku sudah mau mendekat kan Bian pada nya dan keluarga nya.
Mungkin hanya Nona Diana yang belum bisa menerima Bian.
Aku mendekat ke Tuan Raynald.
Pagi ini Aku belum mengajak nya mengobrol karena sibuk mengurusi Bian.
Aku pun berbisik pada nya.
"Sayang,,cepat lah bangun.Aku dan Bian membutuhkan mu."
Ucap ku sambil mengenggam tangan nya.
__ADS_1
Aku berharap Ia bisa merespon ku.
Aku benar-benar rindu mendengar suara nya.
Tiba-tiba Aku terasa tangan ku ada yang menggenggam.
Tuan Raynald merespon nya.
Aku pun langsung berteriak.
"Tuan Raynald sudah sadar."Ucap ku pada yang ada di ruangan ini.
Tuan Dava langsung mendekat.
"Ray,,ini Aku Dava,,"Ucap nya pada Tuan Raynald.
Terlihat Tuan Raynald mulai menggerakan tangan nya,,Kami pun menunggu nya dengan rasa sabar.
"Mia,,,"Ucap nya pelan sambil membuka mata nya.
"Sayaang,,,Aku di sini."Ucap ku pada nya sambil menangis.
Aku mengucap syukur akhir nya Tuan Raynald bisa sadar kembali.
"Sayang,,Kamu menemaniku di sini??"Tanya nya pada ku.
"Tentu saja sayang,,Aku dan Bian terus di sini bersama mu."Ucap ku sambil mencium nya.
"Bian di mana sayang??"Tanya nya pada ku sambil mata nya mencari keberadaan Bian.
"Bian lagi bersama Kakek dan nenek nya sayang."Ucap ku sambil menunjuk ke arah Tuan dan Nyonya.
Tuan Raynald pun tersenyum.
Seperti nya Ia bahagia melihat pemandangan itu.
Melihat Bian bermain bersama Kakek dan Nenek nya.
"Ray,,Kamu harus sembuh sayang,,Bian rindu main dengan papa nya."Ucap Nyonya sambil membawa Bian mendekati Tuan Raynald.
Terlihat Bian tesenyum melihat Tuan Raynald.
Seperti nya Ia sangat merindukan Papa nya.
"Jagoan Papa,,"Ucap nya pada Bian sambil mencium Bian.
Terlihat Tuan Dava tersenyum melihat nya.
"Ray,,Kamu baik-baik saja kan??"Ucap Tuan Dava pada nya.
Tuan Raynald mengangguk dan tersenyum.
"Aku baik-baik saja Dav,,"Ucap nya pada Tuan Dava.
"Aku tau kamu pasti Kuat."Ucap Tuan Dava.
"Terima kasih Ray,,Kamu sudah mau merawat anak ku."Ucap nya lagi pada Tuan Raynald.
"Sudah kewajiban ku Dav,,Bian juga anak ku.Sudah seharus nya Aku menjaga nya."Ucap Tuan Raynald lagi.
"Bian senang ya cu,,Punya papa dua."Ucap nyonya pada Bian sambil tersenyum.
Bian pun tertawa senang seolah-olah Ia mengerti apa yang sedang di bicarakan.
Kami pun tersenyum melihat tingkah Bian.
Ia memang sangat menggemaskan.
Aku merasa bahagia saat ini,,luka ku perlahan-lahan mulai sembuh,,
Semoga ke depan nya semua nya akan baik-baik saja.
__ADS_1
******