
Bian,,,
Anak ku yang sangat ku sayangi.
Walaupun Ia bukan darah daging ku sendiri,tapi Aku begitu menyayangi nya.
Ia benar-benar sangat dekat dengan ku.
Seperti nya Ia dapat merasakan kasih sayang ku pada nya.
Setiap hari Aku selalu ingin cepat untuk tiba di rumah untuk bermain dengan nya.
Dia begitu lucu,,,
Siapa saja pasti ingin dekat dengan Bian.
Bahkan orang tua Dava pun bisa luluh karena melihat Bian.
Aku juga bahagia melihat Mia bisa berdamai dengan keadaan.
Ia sudah mau menerima keadaan,Ia sudah memperbolehkan kan Dava ru bertemu Bian.
Bahkan sekarang Orang tua Dava pun sangat menyayangi Bian.
Kadang mereka menelpon ku untuk menanyakan Bian sedang apa hari ini.
Beruntung nya Kamu nak,,memiliki orang-orang yang sangat menyayangi mu.
Bahkan kedua orang tua ku pun sangat menyukai Bian.Mereka tidak pernah merasa bahwa Bian bukan anak ku.
Bagi mereka Bian adalah anak kandung ku,,cucu mereka.
Setiap hari mereka menelpon Mia untuk menanyakan Bian.
Sayang nya mereka belum bisa kesini karena kesibukan Papi.
Dan Aku pun belum bisa membawa Mia dan Bian untuk bertemu mereka berdua.
Semoga nanti ada waktu nya.
Terlihat Mia dan Bian di kolam belakang,,
Mia sedang bermain dengan Bian.
"Haloo kesayangan Papa."Ucap ku pada mereka berdua.
"Sudah siap sayang??"Tanya Mia pada ku.
"Sudah sayang,,,"Ucap ku sambil mencium kening nya.
"Haloo jagoan Papa,,,Mau bermain dulu bersama Papa."Ucap ku pada Bian.
Bian tertawa melihat ku.
Ia begitu hapal dengan ku.
Tiba-tiba Mia berlari ke dalam.
Aku terkejut melihat nya.Apa yang terjadi pada Mia??
Sambil mengendong Bian Aku menyusul Mia ke dalam rumah.
Terlihat Mia sedang muntah-muntah di kamar mandi*.
"Sayang,,Kamu kenapa??"Ucap ku pada nya.
"Perut ku mual sekali sayang."Ucap nya lagi.
"Kamu sakit sayang??"Tanya ku pada nya.
"Seperti nya Aku masuk angin sayang."Ucap nya pada ku.
Aku pun langsung menuju dapur untuk meminta bibi membuat kan Ia teh hangat.
__ADS_1
Setelah itu Aku langsung membawa Mia duduk di dalam.
"Kamu sudah enakan sayang??"Tanya ku pada nya.
"Apa kita kerumah sakit sekarang??"Tanya ku lagi.
Jujur Aku tidak mau terjadi apa-apa dengan Mia.
"Tidak usah sayang,,Aku sudah enakan."Ucap nya pada ku sambil tersenyum.
Tapi tetap saja perasaan ku tidak tenang.
"Apa Aku tidak usah ke kantor saja sayang??"Tanya ku lagi.
"Jangan sayang,,Kamu harus ke kantor hari ini.Percaya lah jika Aku baik-baik saja."Ucap nya pada ku
"Apa Kamu yakin sayang??"Tanya ku lagi.
"Iya sayang,,Aku baik-baik saja."Ucap nya lagi pada ku.
"Apa kita ke dokter dulu sayang,,,"Ucap ku lagi pada nya.
Mia tersenyum pada ku.
"Aku tidak apa-apa sayang."Ucap nya pada ku.
"Jika ada apa-apa cepat kabarin Aku sayang."Ucap ku pada nya.
"Iya sayang,,hati-hati ke kantor nya sayang."Ucap Mia pada ku.
Aku pun berangkat menuju ke kantor.
Sebelum pergi Aku meminta bibi untuk menjaga Mia dan mengabari ku jika terjadi apa-apa dengan nya.
Mungkin Mia kelelahan karena mengurus Bian sendirian.
Aku pernah menawari Mia untuk memakai jasa baby sister,tapi Mia menolak nya dengan alasan Ia ingin mengurusi anak nya sendiri.
Aku pun tidak bisa memaksa nya.
Apa pun Ia ikhlas menjalani peran nya sebagai istri dan ibu.
Aku beruntung memiliki nya,,,
*****
Mungkin kah sekarang Aku sedang mengandung???
Rasa nya sama seperti saat pertama kali Aku mengandung Bian.
Aku memang sengaja tidak memberi tahu Tuan Raynald terlebih dahulu,karena Aku takut Aku salah.
Mungkin Aku bisa membeli alat tes kehamilan dulu untuk memastikan nya.
Apabila Aku benar-benar positif hamil pasti Tuan Raynald akan bahagia sekali.
Ia memang tidak pernah menuntut ku untuk memberikan dia anak.
Bagi nya Bian adalah segala nya.
Aku jadi tidak sabar ingin mengetahui hasil nya.
Setelah meniduri Bian Aku pun menuju toilet untuk mengecek kehamilan ku.
Kebetulan tadi saat bibi ke pasar Aku sekalian meminta tolong bibi untuk membelikan nya.
Sekitar satu menit hasil nya langsung terlihat.
Benar-benar dua garis merah.
Alhamdulillah,,
Aku benar-benar hamil anak Tuan Raynald.
__ADS_1
Aku pun tidak sabar ingin memberi tahu nya.
Aku langsung menelpon nya.
"Ya sayang,,,ada apa??apa Kamu sakit lagi??"Tanya nya lagi.
Ia selalu mengkhawatir kan ku.
"Sayang,,apakah kamu lagi sibuk??"Ucap ku pada nya.
"Tidak sayang,,ada apa sayang??"Ucap nya lagi.
"Apa ada sesuatu yang terjadi??"Tanya nya pada ku.
Terlihat Ia mulai cemas menanyakan nya pada ku.
Aku tersenyum melihat nya.
"Aku ingin cepat bertemu mu sayang.."Ucap ku pada nya.
"Baik lah Aku pulang sekarang."Ucap nya sambil mematikan telepon.
Aku pun tersenyum melihat tingkah laku nya.Ia selalu mengutamakan ku atau Bian dari pada pekerjaan nya.
Aku pun tak sabar ingin memberi kabar baik ini pada nya.
Sekitar setengah jam terdengar suara mobil di halaman rumah.
Ia benar-bsnar pulang ke rumah.
"Sayang,,,sayang,,,"teriak nya pada ku.
"Sayang,,jangan berisik nanti Bian bangun."Ucap ku pada nya.
Ia langsung mendekati ku.
"Apa yang terjadi pada mu sayang??"Tanya nya pada ku.
Aku pun langsung memberikan Ia hasil kehamilan ku tadi.
"Ini apa sayang??"Tanya nya bingung
Seperti nya Ia belum mengetahui jika itu adalah alat tes kehamilan.
"Itu alat untuk tes kehamilan sayang,,Aku positif hamil sayang."Teriak ku pada nya.
"Sayang,,,,Ini benar kah???"Tanya nya tak percaya.
Terlihat raut wajah tidak percaya dari wajah nya.
"Ya sayang,,,Aku hamil."Ucap ku pada nya.
Ia langsung memeluk ku.
"Sayang,,Benar kah??"Tanya nya masih tidak percaya.
"Iya sayang,,Sebentar lagi akan ada Raynald junior.Bian akan punya adik."Ucap ku pada nya sambil tersenyum.
"Sayang,,,terima kasih.Aku sangat mencintai mu."Ucap nya padaku sambil mencium dan memeluk ku.
"Iya sayang,,,Aku juga sangat mencinta i mu."Ucap ku pada nya.
"Hari ini kita ke dokter ya sayang."Ucap nya bersemangat.
Aku mengangguk pada nya.
Terlihat raut wajah bahagia dari diri nya.Berkali-kali Ia mengelus perut ku.
Aku sangat mencintai mu sayang,,,
Kamu benar-benar meratukan Aku sebagai istri mu.
Aku benar-benar bahagia menpunyai suami seperti mu.
__ADS_1
******