
Aku masih tidak percaya dengan apa yang terjadi dengan Ku dan Tuan Dava semalam.Itu benar-benar terjadi di luar kemauan Ku.Aku memang sangat menyukai Tuan Dava bahkan sudah mencintai nya.Mungkin karena itu Aku juga ikut menikmati nya.
Semalaman Aku menangis dan tidak bisa untuk memejamkan mata.Aku merasa diriku sudah tidak bersih lagi.Aku ternoda bukan dengan suami Ku nanti nya.
"Kamu sudah merusak masa depan Mu Mia!!!Kamu sudah mengecewakan Ayah dan Ibu Mu."
Aku pun menangis lagi mengingat Ayah dan Ibu.
Maaf kan Mia Yah,,Bu,,
Mia sudah mengecewakan Kalian.
Tok,,tok,,tok..
Pintu Kamar ku di ketok.
"Mia,,kenapa belum bangun nak??Kamu sakit??"Ucap bi Ira teriak dari depan pintu.
"Ya Bi sebentar."Ucap ku sambil menuju ke arah pintu dan membuka nya.
"Ya Allah Mia,,Kamu kenapa nak??Kenapa menangis seperti itu??"Ucap Bi Ira cemas.
"Tidak apa Bi,Mia hanya sedikit capek saja."Ucap ku berbohong.
"Kamu sakit??"Tanya Bibi lagi pada Ku.
Aku pun mengangguk.
"Ya sudah Kamu istirahat saja,tugas hari ini biar bibi saja ya.Nanti bibi bawakan sarapan ya kesini."Ucap bibi pada Ku.
"Iya Bi..makasih ya Bi."Ucap ku tersenyum pada bibi.
Aku pun masuk ke kamar lagi.Aku membayangkan bagaimana jika bertemu Tuan Dava.Apa yang harus Aku lakukan.Ia sudah mengetahui semua yang ada di diri ku.Bahkan Ia sudah melihat semua nya.
Sampai kapan Kamu akan menghindar terus Mia??
Apa yang harus kulakukan bila bertemu dengan Tuan Dava??
Aku hanya malu jika bertemu dengan Nya,Aku layak nya seperti wanita murahan yang gampang tergoda oleh nya.
Tok,tok,,tok,,
"Iya Bi masuk saja."Ucap ku dari dalam kamar yang sudah tau jika itu pasti bi Ira lagi.
Pintu kamar pun terbuka,terlihat bi Ira menghampiri ku dengan muka yang cemas.
__ADS_1
"Ada apa bi??"Ucap ku pada bibi.
"Kamu di suruh ke depan Mia,Tuan dan Nyonya besar baru saja tiba.Mereka ingin bicara pada Mu."Ucap bi Ira lagi.
Tuan dan nyonya besar sudah pulang,bukan kah kata nya baru akhir bulan mereka akan kembali ke Indonesia.Apa ini ada hubungan nya dengan berita kemarin??.
"Baik bi,,sebentar lagi Mia ke depan."Ucap ku pada bibi.
Kenapa perasaan Ku jadi tidak enak.
Aku pun bergegas berpakaian dan menuju ke ruang tengah.Aku kaget ternyata di sana sudah ada Tuan dan nyonya besar,Tuan Dava dan Nona Diana.
Ternyata wanita itu sudah tiba di sini.
"Permisi Tuan,nyonya."Ucap ku pada Tuan dan Nyonya besar.
"Iya Mia duduk sini.Saya mau bicara dengan kamu."Ucap Nyonya lagi.
Terlihat muka tegang dari Tuan Dava.Ia terus-terusan menduduk dari tadi tidak berani untuk menatap ku.
"Begini Mia,kamu pasti sudah tahu tentang berita kemarin kan??Dan kamu juga tahu kan akibat dari berita tersebut apa.Terlepas dari Diana yang salah atau bukan,Kita lupakan saja.Saya ingin mengatakan bahwa perhari ini Kamu saya pecat Mia!!"Ucap Nyonya pada Ku dengan tegas.
Terlihat senyum manis dari Nona Diana.Seperti nya Dia sangat puas.
Aku hanya terdiam mendengar omongan Nyonya besar.Rasa nya tidak percaya Aku mendengar apa yang baru saja di ucap kan oleh Nyonya besar pada Ku.
"Per hari ini Saya minta Kamu meninggal kan rumah ini.Satu hal lagi Mia yang mau Saya jelas kan dengan Kamu.Dava menolong Kamu saat itu bukan karena Ia suka pada mu.Tetapi lebih ke rasa kemanusiaan saja.Jadi Saya harap Kamu jangan berlebihan menanggapi nya.Kamu tau kan siapa Kamu dan siapa keluarga Kami."Ucap Nyonya dengan lantang nya.
Ada perasaan sedih saat mendengar Nyonya berkata seperti itu pada Ku.Selama ini Nyonya tidak pernah merendahkan Aku.Bahkan Ia tidak malu untuk mengajak ku ikut serta setiap ada acara.Tapi sekarang Nyonya benar-benar seperti membenci Ku.Bagaimana jika Ia tahu jika anak nya sudah menodai Aku.Apa Ia akan bilang jika Aku yang menggoda anak nya.
"Kenapa Diam Mia???Ada yang ingin Kamu katakan??"Ucap Nyonya lagi.
"Mungkin uang bonus nya kurang Mi."Ucap Nona Diana mengejek Ku.
"Mia,ada yang ingin Kamu sampaikan pada Kami??"Ucap Tuan pada ku dengan lembut.
Dari tadi memang Tuan tidak berbicara apa-apa.Ia hanya diam menyaksikan Nyonya bicara pada Ku.
"Tidak ada Tuan.Saya hanya ingin berterima kasih pada Tuan dan Nyonya karena sudah baik dengan Saya selama ini.Maaf kan Saya jika ada tingkah laku Saya yang membuat Tuan dan Nyonya risih.Hari ini Saya akan bereskan semua barang-barang saya."Ucap ku pada mereka.
"Baik lah Mia,nanti biar Andri yang mengantar Kamu pulang."Ucap Nyonya lagi.
"Tidak usah Nyonya.Saya biar naik ojek saja.Barang Saya juga tidak banyak.Saya permisi dulu ke belakang Nyonya Tuan."Ucap ku sambil berlalu.
Aku sempat melihat Tuan Dava melihat ke arah Ku.Terlihat wajah sedih nya saat melihat Ku.Ia tidak bisa berbuat banyak saat ini.
__ADS_1
Sesampai di belakang bibi langsung memeluk ku dan menangis.
"Yang sabar ya nak,,Bibi tahu Kamu orang baik.Kita memang tidak ada apa-apa nya jika di Bandingkan dengan mereka."Ucap Bi Ira lagi.
"Tidak apa Bi.Mia pasti Kuat bi."Ucap ku sambil berusaha tersenyum pada bibi.
"Ayo Bibi bantu Kamu membereskan barang-barang Kamu."Ucap Bibi pada Ku.
Kami pun kembali ke kamar ku.Bit Ira membantu ku untuk mengemasi barang-barang Ku.Setelah semua nya selesai Aku pun kembali ke depan untuk pamit.
Terlihat hanya ada Tuan dan Nyonya di ruang tengah.Tuan Dava dan Nona Diana seperti nya sudah pergi.
"Tuan Nyonya,Saya mohon pamit.Semua barang Saya sudah saya beresi semua nya."Ucap Ku lagi.
"Iya Mia,ini sisa gaji dan bonus kamu."Ucap Nyonya sambil memberikan amplop berisi uang.Amplop itu cukup tebal.
"Terima kasih banyak Nyonya.Saya permisi dulu."Ucap Ku lagi.
Aku pun menuju ke luar rumah.Terlihat bibi dan Andri menunggu Ku di depan rumah.Bibi lagi-lagi memeluk Ku.Dia memang sangat sayang pada Ku.Bahkan menganggap Ku sudah seperti anak nya sendiri.
Setelah berpamitan Aku pun menunggu di luar gerbang berharap ada tukang ojek yang lewat di sini.
Aku mencoba untuk memesan nya lewat aplikasi,akhir nya ada yang bersedia masuk ke sini.Aku pun duduk di bawah pohon sambil menunggu ojek online datang.
Tiba-tiba terlihat mobil Tuan Dava menghampiri Ku.Tampak Kaca di buka oleh Tuan Dava.
"Mia,ayo cepat naik."Ucap nya pada Ku.
Aku pun kaget melihat nya yang datang secara tiba-tiba.
"Tidak Tuan jangan membuat Saya dalam masalah lagi Tuan."Ucap Ku lagi sambil melirik ke kiri dan kanan.Aku takut jika ada yang melihat Ku.
"Cepat naik Mia.Ku mohon."Ucap Tuan Dava memaksa Ku.
Aku pun menggelengkan kepala Ku.Aku tetap di posisi ku semula.
Tak lama Ia pun turun dari mobil dan membawa barang ku masuk ke dalam mobil.
"Tuan,jangan Tuan.Jika ada yang melihat nanti Tuan dalam masalah besar lagi."Ucap ku pada nya.
"Maka nya Saya bilang Kamu cepat masuk.Ayo masuk."Ucap nya sambil menarik Ku dan masuk ke dalam mobil.
"Tapi Tuan,Saya takut Tuan."Ucap ku lagi pada nya.
"Sudah Mia,,cepat masuk!!!"Ucap Tuan Dava tegas pada ku.
__ADS_1
Akhir nya Aku pun mengikuti nya.
*****